
Di sisi lain, Eros tengah melatih Ruzel di markas rahasia Wolf Shadow. Dia melatih bocah itu untuk bertarung.
"Apa Loyd sering mengajari bela diri?" tanya Eros sambil memegang penahan yang dipukul Ruzel.
"Ayahku selalu sibuk bersamamu bukan jadi dia jarang mempunyai waktu denganku," jawab Ruzel seraya memukul penahan yang dipegang Eros. Bocah itu terus memukul dengan mengeluarkan seluruh tenaganya. "Paman..."
"Apa kau tahu tentang ibuku?"
Eros menghentikan latihan sejenak karena mendengar pertanyaan itu.
"Kenapa kau tiba-tiba bertanya mengenai ibumu?" tanya Eros.
"Karena Paman sudah lama mengenal ayahku pasti kau tahu tentang ibuku," jawab Ruzel.
Eros berjalan ke arah bangku yang terdapat air mineral kemudian meminumnya. Ruzel juga melakukan hal sama, kini keduanya duduk berdua.
"Sebenarnya ayahmu itu sangat menyayangimu, dia hanya tidak tahu bagaimana mengurus anak jadi Loyd mendidikmu sama seperti saat dia dididik oleh ayahnya," jelas Eros seraya menyalakan rokoknya.
"Aku tidak terlalu dekat dengan ayahmu karena kami hanya partner misi," sambungnya.
"Ibuku?" Ruzel masih terus menanyakan tentang ibunya.
Eros menghembuskan nafasnya kasar, dia tidak tega menjawab pertanyaan itu.
"Lebih baik tanyakan sendiri pada ayahmu nanti, bukan kapasitasku untuk menjawab itu," ucap Eros kemudian.
Bersamaan dengan itu, Freya menyusul keduanya karena dia ingin ikut berlatih.
"Kalian sudah selesai?" tanyanya.
"Ruzel sudah selesai, aku yang belum," jawab Eros cepat.
Ruzel yang mendengar itu memutar bola matanya malas. Dia berdiri dan ingin pergi karena tidak mau menjadi obat nyamuk.
"Aku ingin menghubungi Ellen," pamitnya.
Setelah Ruzel keluar barulah Eros menantang Freya untuk bertanding dan Freya menerima tawaran itu.
"Aku melihatmu saat pertandinganmu bersama Ellen, sepertinya kau memang berbakat bermain curang," komentar Eros yang membuat Freya naik pitam.
"Aku melakukannya karena terpaksa," balas Freya karena waktu itu harus menang apapun yang terjadi.
Saat Freya siap dia langsung menyerang Eros, dia menendang kaki lelaki itu tapi Eros bergeming. Baginya tendangan Freya tidak berarti apa-apa.
Kali ini Freya menendang perut kemudian menaikkan kakinya untuk menendang bahu Eros tapi kakinya justru ditangkap oleh Eros kemudian diputar yang membuat Freya ambruk.
"Argh!" Freya berteriak karena merasa sakit di punggungnya.
Dan hal itu dimanfaatkan oleh Eros untuk menindih tubuh Freya.
"Apa yang mau kau lakukan, heh?" Freya berusaha memberontak tapi kedua tangannya justru ditangkap oleh Eros dan dinaikkan di atas kepalanya sendiri.
"Aku ingin hadiah kemenanganku," ucap Eros seraya menunduk dan mencium bibir Freya. Dia sudah menunggu momen yang pas untuk melakukan itu.
"Kau curang," komentar Freya saat ciuman mereka terlepas.
...***...
Di kingdom De Servant
Loyd melacak kembali keberadaan Ruzel tapi bukannya menemukan putranya justru Loyd mendapati gambaran Ellen. Dia tahu jika Ellen sengaja menampakkan dirinya.
Jika Loyd membantu Ellen, apakah dia bisa bertemu dengan Ruzel?
Loyd mengetuk-ngetukkan jarinya di meja komputernya. Dia melihat kondisi istana yang sekarang di pimpin oleh Robert, dia merasa jengah karena Robert bersenang-senang dengan para wanita bahkan pelayan istana banyak yang diperkosa sana sini.
Sementara anggota dewan yang harus mengurus semua urusan istana. Beberapa kali transaksi gagal dan hal itu membuat kerugian yang besar ditambah De Servant menjadi sangat otoriter terhadap sekutu.
"Aku harus menjadi sekutu bayangan king Draco," batin Loyd yang akan memihak Draco mulai detik itu juga. Semoga dia bisa menipu Robert sampai akhir.
Loyd keluar dari ruangan pribadinya untuk melapor pada Robert apa yang dia temukan.
"King Robert ada di kamar pribadinya," ucap penjaga seraya membuka pintu.
Loyd bisa melihat jelas saat ini Robert tengah bergumul dengan Agatha di dalam sana. Robert tampak masih bersemangat memaju mundurkan badannya dan Agatha tampak menikmati permainan lelaki tua itu.
"Ada apa?" tanya Robert dengan nafas terengah-engah.
"Saya mendapat sedikit petunjuk, King," jawab Loyd berusaha bersikap santai karena harus berbicara pada Robert dalam keadaan bercinta seperti itu.
"Kau rupanya mulai berguna, apa ini mengenai buronan De Servant?" Robert mengubah posisi untuk menusuk Agatha dari samping.
"Kau harus membentuk tim bersama Enzo dan cepat tangkap para buronan itu supaya aku bisa resmi dilantik dengan memenggal kepala Draco!" perintah Robert.