Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 56 - Sepenggal Informasi


Draco mengecup punggung Ellen seraya berbisik penuh perhatian. "Apa sakit? Sepertinya teriakanmu tadi bukan akting!"


"Aku tidak apa-apa, aku bisa menahannya," balas Ellen dengan memperbaiki baju yang dia kenakan. "Setelah ini giliranku, King!"


Draco meraih tangan Ellen kemudian mengecupnya, lelaki itu memejamkan matanya menahan kecemburuan yang mendalam. Kalau bukan karena misi mereka, Draco tidak akan rela tubuh Ellen dilihat oleh banyak pria.


"Aku harus pergi!" pamit Ellen.


Draco dengan cepat memeluk perempuan itu. "Kembalilah padaku, kau adalah pengantinku!"


"Bukankah sudah aku bilang, aku tidak akan pernah pergi dari sampingmu tapi..." Ellen mengusap pipi Draco. "Kau juga harus menerima kehidupan baru!"


"Kehidupan baru? Apa kau membicarakan bayi lagi?" tanya Draco gusar.


"Ada hal yang harus kau tahu, Drac. Aku tidak pernah memakai kontrasepsi dan aku sudah tidak pernah datang bulan. Jadi, sekarang pilihan ada di tanganmu," ungkap Ellen yang tidak mau menutupi apapun supaya Draco bisa memikirkan masa depan dan jalan yang mereka lalui nanti.


Setelah berkata seperti itu, Ellen pergi meninggalkan ruangan ganti tersebut.


Draco yang tertinggal meraup wajahnya kasar. Dia baru saja berusaha mempercayai pernikahan dan sekarang anak?


"Aku bukan laki-laki yang lemah lembut," gumam Draco yang membayangkan dia menggendong bayi.


Sementara Ellen yang sudah keluar ruangan berjalan seraya meraba dinding, dia merasa pusing setelah menari dan langsung dihujam begitu saja.


Pada saat itu, tubuhnya mulai limbung, dia akan jatuh dan tubuh Ellen langsung ditangkap seseorang.


"Enzo?" panggil Ellen saat tahu siapa yang telah menolongnya. "Kenapa kau bisa ada di sini?"


"Aku datang untuk menjemputmu," balas Enzo seraya menggendong Ellen. "Ayo kita pulang!"


Ellen mengalungkan kedua tangannya di leher Enzo. "Aku akan mengikutimu!"


Dan hal itu bisa dilihat jelas oleh Draco dari kejauhan, lelaki itu mengepalkan kedua tangannya.


...***...


Loyd yang melihat Enzo sudah terbuai dengan pesona Ellen memerintahkan beberapa anggotanya untuk mengikuti Enzo.


"Kita harus melaporkan apa yang telah terjadi pada king Robert," ucap Loyd yang akan mengambing hitamkan Enzo.


Sebelum kembali ke istana De Servant, Loyd menemui Kerel untuk menanyakan keberadaan Ruzel.


"Ruzel baik-baik saja dengan Eros," ucap Kerel.


Kini mereka tengah berada di tempat tersembunyi dan tiba-tiba sebuah pukulan keras diterima oleh Loyd yang pelakunya tak lain adalah Draco.


"Kau tentu tahu jika itu hanya sebuah pemanasan," geram Draco.


Loyd tidak melawan justru dia tertunduk dan meminta ampun pada Draco.


"Saya akan menebus semua kesalahan saya, King," ucapnya.


"Aku harap kau bukan wajah seribu seperti Dante," balas Draco dengan nada yang galak.


"Walaupun saya pernah berpihak pada Dante, saya jamin kali ini kau bisa mempercayai saya, King," ucap Loyd bersungguh-sungguh.


Dante dulu pernah membantu Loyd jadi sebagai balas budi dia mau saja menuruti permintaan laki-laki tua itu. Dia sama sekali tidak menyangka jika Dante adalah alat Robert.


Kemudian Loyd menceritakan apa saja yang terjadi di istana dan bisnis De Servant pada Draco.


"Robert bukan hanya membentuk pasukan dari para kelompok gladiator dan sekutu tapi dia juga menyuntik para hewan yang ada di istana," jelas Loyd setelah menceritakan semuanya.


"Ini gawat Drac, kalaupun kita berhasil membuat sekutu kembali ke pihak kita, kita akan menghadapi para hewan buas," ucap Kerel jadi cemas.


Draco tersenyum miring. "Bukankah kita hanya perlu membuat antidote nya?"