Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 48 - Taman Bermain


Mobil yang membawa Ellen dan Draco sudah sampai di rumah sakit di mana Freya dan yang lainnya menunggu mereka.


Walaupun hasil tes DNA sudah ada, kedatangan Draco tetap ditunggu.


"Akhirnya kalian datang juga," komentar Kerel saat melihat Ellen dan Draco sampai.


Draco segera masuk ke ruangan dokter seorang diri untuk mengetahui hasil tes DNA.


"Silahkan duduk," ucap dokter mempersilahkan.


Draco duduk dengan tenang dan dokter segera memberikan amplop yang isinya adalah hasil tes DNA.


Perlahan Draco mengambil amplop itu dan membukanya. Draco mencoba membaca tapi huruf di kertas itu tampak berpindah-pindah.


Ternyata trauma itu belum sepenuhnya hilang walau Draco merasakan perubahan setelah insiden sebelumnya.


"Bacakan saja untukku!" Draco menaruh kembali kertas hasil tes DNA itu di meja.


Sang dokter meraih kertas itu dan membacakan hasilnya jika Freya memang memiliki DNA yang cocok dengan Draco.


"99, 99℅ positif!"


Hilang sudah keraguan Draco, lelaki itu bergegas keluar dari ruangan dokter untuk menemui Freya.


Pada saat itu, Freya duduk di kursi tunggu, perempuan itu merasa gugup saat Draco mendekat padanya. Karena nasibnya berada di hidup dan mati.


Jika Freya bukan saudara Draco pasti dia akan langsung dibunuh dan jika Freya terbukti saudara Draco, dia tidak tahu apa akan dilakukan saudaranya itu padanya.


Sampai Freya merasakan kepalanya diusap oleh Draco. Otomatis membuat Freya menegakkan kepalanya menatap saudaranya itu.


"Panggil aku kakak mulai sekarang!" pinta Draco.


Freya tak kuasa membendung air matanya walaupun dia sekuat tenaga menahannya.


"Aku membenci ini," ucap Freya seraya mengusap wajahnya yang basah. "Air matanya terus keluar, aku tahu kau tidak suka perempuan cengeng!"


Draco mencoba bertindak layaknya seorang kakak, lelaki itu memeluk Freya dan meminta Freya mengeluarkan apa yang perempuan itu rasakan.


Bukannya mereda, tangis Freya justru semakin menjadi-jadi. Freya tidak mau berkata-kata karena rasanya sungguh menyakitkan.


"Untung kau belum membunuh Freya," komentar Ruzel yang ditujukan pada Ellen.


"Aku juga berpikir seperti itu," balas Ellen.


Lebih baik mereka semua memberi waktu untuk kakak beradik itu.


"Hei Kid, mau melakukan sesuatu yang menyenangkan sebelum melakukan misi?" tanya Ellen.


"Apa itu?" tanya Ruzel.


"Kita akan ke taman bermain, kau pasti belum pernah ke tempat seperti itu," jawab Ellen yang ingin menepati janjinya.


"Ish, itu kekanakan," ucap Ruzel yang ingin menolak tapi dia juga penasaran.


Akhirnya Ruzel menurut saja, mereka pergi bersama Kerel dan Rara. Sementara Eros dan Patrick bertugas menjaga Freya dan Draco.


"Biar aku yang menyetir mobil," ucap Kerel yang sebelumnya meminta kunci mobil pada Patrick.


Mereka berempat pergi ke taman hiburan yang di dalamnya terdapat berbagai wahana permainan.


Rara dan Ruzel yang baru pertama kali melihat secara langsung taman hiburan seperti itu merasa takjub.


"Ternyata jauh lebih bagus dari pada yang aku lihat di internet," ucap Ruzel.


"Aku akan menaiki semua wahananya!"


Ruzel meminta Ellen membeli tiket untuk semua wahana.


"Apa kau yakin?" tanya Ellen memastikan.


"Justru lebih dari kata yakin, cepatlah Ellen!" Ruzel tampaknya sudah tidak sabar lagi.


"Apa kau juga mau?" tawar Kerel pada Rara.


"Tidak perlu, Tuan," tolak Rara.


"Berarti kau harus menemani aku," ucap Kerel tersenyum penuh arti karena dia ingin membawa gadis itu ke rumah hantu.