
Di Kingdom De Servant
Setelah kematian Enzo, Robert mulai menertibkan penghuni istana. Dia sudah tidak sabar menemukan Draco dan resmi menjadi King di De Servant.
"Loyd..." Robert memanggil orang yang saat ini sangat dia percaya.
Loyd dengan patuh mendatangi Robert dan melaporkan keadaan istana.
"Kau harus mencari orang sekelas Eros untuk mencari Draco dan Freya berada, kali ini aku tidak mau ada kegagalan. Kalau kau berhasil menemukan mereka kurang dari 24 jam maka aku akan mengampuni anakmu," ucap Robert berjanji.
Loyd hanya bisa menunduk hormat atas kemurahan hati Robert padahal di dalam hatinya mengumpat kasar. Justru Ruzel akan aman bersama Draco dari pada bersamanya.
"Saya akan kembali melakukan pencarian, King," ucap Loyd undur diri. Dia bergegas memberi komando pada pasukan yang berpihak padanya.
Tapi, sebelum itu Loyd ingin mengecek kastil para pelayan karena keadaan rumah tangga istana yang kacau.
Banyak di antara pelayan mengalami trauma atas pelecehan yang mereka alami. Yang ingin bertahan akan menjual diri mereka seperti yang dilakukan Agatha. Bagi yang lemah, mereka akan ketakutan dan memendam semuanya sendiri.
"Tuan Loyd..." panggil Agatha yang melihat Loyd datang. Dia tidak malu sama sekali setelah Loyd melihatnya bercinta dengan Robert karena posisinya sebagai kepala pelayan semakin kuat.
Loyd tidak menanggapi Agatha, dia justru meminta semua para pelayan untuk berkumpul. Tapi, banyak diantara mereka yang sakit dan beristirahat.
"Kau seharusnya lebih memperhatikan bawahanmu," sindir Loyd pada Agatha. Dia harus melaporkan semua ini pada Kerel.
...***...
Pada saat itu Kerel tengah sibuk membuat antidote bersama Draco di sebuah Lab seorang profesor yang sudah dibayar mahal oleh keduanya.
"Apa semua komponen sudah lengkap?" tanya Kerel pada Draco.
Draco menggunakan indera penciumannya sebaik mungkin untuk meneliti setiap komponen yang ada.
"Aku rasa semua sudah lengkap," jawab Draco yang akan mempersingkat waktu mereka.
Draco berkonsentrasi penuh jadi Kerel tidak akan mengganggu apalagi saat mendapat laporan dari Loyd, dia hanya membacanya tanpa melapor pada Draco dahulu.
"Kau pasti bisa memperbaiki semua ini sendiri tanpa bantuanku, Drac," batin Kerel seraya memandangi wajah Draco yang berkutat dengan cairan kimia di tangannya.
Butuh waktu hampir seharian untuk menyelesaikan antidote itu bahkan Draco sampai tidak makan supaya waktunya tidak terbuang sia-sia.
"Sedikit lagi," gumam Draco yang hampir selesai.
"Kita hanya perlu membuatnya lebih banyak," ucap Draco yang melirik ke arah Kerel.
"Biar Profesor dan Patrick yang akan menangani antidote selanjutnya, kita harus bergabung bersama Eros," balas Kerel seraya mendekati Draco. "Dan Drac... "
"Ellen akan ikut dalam misi ini!"
Draco mendengus kasar, dia belum sempat berbicara apapun pada perempuan itu setelah tahu tentang kehamilannya. Apa yang Ellen pikirkan sekarang?
"Kalau begitu, kita harus pergi," ucap Draco kemudian.
Kedua lelaki itu mempercayakan antidote pada Patrick dan anggota Wolf Shadow lainnya untuk misi mereka. Sementara Draco dan Kerel kembali ke markas untuk bersiap menyerang De Servant.
Saat mereka sampai, Eros dan timnya sudah tampak bersiap termasuk Ellen.
Ellen melihat Draco yang datang dengan tatapan sulit diartikan, dia kemudian memberanikan diri untuk mendekati lelaki itu.
"Ini sungguh menyebalkan, apa kau tahu itu?" Ellen langsung bicara tanpa basa-basi.
"Kita kesampingkan urusan pribadi terlebih dahulu," sahut Draco yang berlalu pergi.
"Aku hanya ingin kepastian, apa kau menginginkan bayi ini atau tidak?" Ellen menghadang langkah kaki Draco dengan berdiri di depan lelaki itu seraya merentangkan kedua tangannya. "Jawab aku, Drac!"
Draco memajukan langkahnya yang membuat Ellen mundur sampai punggungnya membentur dinding.
"Apa aku terlihat seperti laki-laki yang akan lari dari tanggung jawab?" tanya Draco dengan menghimpit tubuh Ellen sampai jarak mereka terkikis habis.
"Um, aku tidak mengatakan hal seperti itu tapi biasanya laki-laki normal akan senang kalau tahu pasangannya hamil. Tapi kau..." Ellen bingung harus menjawab apa sampai dagunya diraih oleh Draco yang membuat pandangan mereka beradu.
"Jadi, kau mau bilang kalau aku bukan laki-laki normal?" tanya Draco lagi.
"Bukankah hubungan kita dari awal memang tidak normal?" batin Ellen menggerutu sebal. Tapi dia tidak boleh mengatakan hal itu di depan Draco jadi dia sekarang tersenyum cerah sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Draco.
"Kalau bisa buat anak itu tandanya laki-laki normal," jawab Ellen.
_
Kayanya lu lupa jual mahal lagi ya, Ell😅