Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 85 - From Enemy to Family


Keesokan paginya, Ellen bersiap-siap untuk kembali ke istana. Dia meninggalkan barang-barang yang telah dibeli oleh Patrick karena barang-barangnya di istana jauh lebih banyak dan mewah.


"Drac..." panggil Ellen kerena sedari tadi tidak melihat lelaki itu.


Draco berdiri di balkon apartemen setelah menerima panggilan dari seseorang. Tidak biasanya Draco termenung seorang diri begitu.


"Apa ada masalah?" tanya Ellen seraya memeluk Draco dari belakang.


"Tidak ada," jawab Draco singkat.


"Bohong! Kenapa kau selalu tidak mau berbagi denganku?" Ellen semakin mengeratkan pelukannya.


Draco tersenyum miring karena seolah Ellen tahu kalau dia memang tidak baik-baik saja.


"Aku baru mendapat laporan jika Kerel benar-benar meninggalkan negara ini," ucap Draco yang akhirnya memberitahu Ellen. "Aku selalu bersamanya sejak kecil jadi ini pertama kalinya, aku akan hidup tanpa Kerel!"


Ellen merubah posisi dengan memutar badannya, kini perempuan itu sudah berhadapan dengan Draco, kepalanya mengadah menatap lelaki itu karena Draco yang jauh lebih tinggi darinya.


"Itu pasti sulit tapi aku dan anak kita akan selalu bersamamu," ucap Ellen yang membuat Draco langsung mencium pengantinnya.


"Hmmp! Drac..." Ellen berusaha lepas dari ciuman lelaki itu atau mereka akan berakhir di ranjang lagi. "Kita harus kembali!"


Draco tersenyum tipis. "Baiklah, Patrick sebentar lagi akan kemari!"


Dan benar saja, tak lama Patrick datang untuk membawa King dan Queen kembali ke istana De Servant.


Sementara, di istana. Seperti tidak terjadi apa-apa, Freya mengurus rumah tangga istana seperti biasanya.


"Kakak ku akan kembali jadi persiapkan makanan terbaik," perintah Freya pada Abby.


Abby menunduk hormat, dia segera memerintahkan para pelayan di dapur supaya mengolah makanan untuk Draco dan Ellen.


Beruntung kerugian itu masih bisa diatasi karena bisnis Draco tidak sepenuhnya lumpuh karena ulah Robert.


"Setelah ini biar kakak ku yang mengurusnya, aku ingin istirahat dan mengerjakan misi di luar istana," ungkap Freya yang ingin bekerja di luar karena di dalam istana masih menimbulkan sedikit trauma pada perempuan itu.


"Sayang sekali padahal urusan istana cepat selesai karena kau yang melakukannya, belum tentu..." Loyd berbicara tidak formal karena Freya yang memintanya.


"Maksudmu Ellen belum tentu lebih baik dariku?" sela Freya.


"Satu hal yang harus kau tahu jika Ellen itu lebih gila dariku, dia pasti akan melakukan perubahan besar jadi bersiaplah!"


Loyd hanya bisa menghela nafasnya, dia sudah tahu banyak tentang Ellen dari Ruzel yang tidak berhenti menceritakan Queen asli itu.


"Sepertinya aku harus berterima kasih padanya karena Queen sudah menjaga Ruzel selama ini," ucap Loyd kemudian.


Pembicaraan mereka selesai, bersamaan dengan pengawal yang mengabarkan jika Draco sudah datang.


"Sebaiknya kita keluar untuk menyambut King," ucap Freya seraya berdiri dari tempat duduknya.


Saat mereka keluar, Draco dan Ellen berjalan dari halaman ke aula utama.


"Sepertinya kau mengurusnya dengan baik," komentar Draco pada Freya ketika melihat keadaan istana yang tampak seperti sedia kala.


"Jangan remehkan aku, aku selalu bisa diandalkan. Untung kau tidak jatuh cinta padaku saat aku menjadi istrimu," sahut Freya dengan kekehan mengingat apa yang mereka alami sebelumnya.


"Kau juga beruntung karena aku belum sempat membunuhmu," timpal Ellen jadi kesal sendiri jika mengingat Freya yang merebut posisinya.


Tapi, sedetik kemudian keduanya tertawa, siapa sangka mereka yang sebelumnya bermusuhan sampai ingin saling membunuh berakhir menjadi keluarga sekarang.