Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 95 - Penuh Suka Cita


Ellen bersemangat sekali mempersiapkan pernikahan Freya dan Eros tanpa peduli dengan perutnya yang besar.


Perempuan itu berjalan ke sana kemari yang membuat Draco meringis melihatnya.


Perut Ellen seperti balon yang mau meletus dan bergerak sangat lincah jadi membuat Draco jadi was-was dengan calon bayinya.


Karena tidak tahan akhirnya Draco mendekati istrinya.


"Urus sisanya," ucap Draco pada Patrick.


Mereka memang tengah membicarakan sesuatu yang penting, Draco mengamati Ellen dari kejauhan.


"Kau terlalu bekerja keras," komentar Draco saat sudah dekat dengan istrinya.


Ellen berhenti sejenak dan langsung tersenyum cerah karena suaminya yang datang menemuinya.


"Apa aku terlihat gendut, King?" tanya Ellen sambil memutar tubuhnya.


"Ehem!" Draco berdehem karena takut salah bicara. "Kau terlihat seksi!"


"Benarkah?" tanya Ellen memastikan.


"Kau ibu hamil paling seksi yang pernah aku lihat," ungkap Draco supaya Ellen yakin.


Mendengar itu, Ellen justru cemberut karena merasa Draco terlalu berlebihan. Tapi, itu sudah kemajuan karena suaminya yang mulai mau merayunya.


Ellen kemudian membawa Draco berjalan-jalan ke taman yang ada di istana.


Sementara Freya yang menjadi calon pengantin tengah melakukan perawatan supaya dia terlihat segar dan cantik saat acara pernikahannya nanti.


Perempuan itu menahan diri untuk tidak bertemu dengan Eros sampai upacara pernikahan mereka besok.


"Semuanya pasti akan baik-baik saja," gumam Freya berusaha memberi sugesti positif pada dirinya.


Keesokan harinya, Freya di make up kemudian memakai gaun pengantin yang telah dirancang Ellen sebelumnya. Gaun itu begitu pas di tubuhnya.


"Ganti gaya lagi," ucap Ellen memberi instruksi saat memotret Freya beberapa kali. Dia akan menggunakan Freya sebagai promosi.


"Kau memanfaatkan aku," gerutu Freya.


"Ini namanya peluang," sahut Ellen sambil melihat hasil fotonya.


Bersamaan dengan itu, Draco datang untuk menjemput adiknya.


Ellen memberi ruang pada adik dan kakak itu, dia keluar tapi sebelumnya mengecup pipi Draco. "Aku menunggumu!"


"Apa kau gugup?" tanyanya.


"Walaupun pernikahan yang pertama tidak sah, aku masih merasa jika ini pernikahan keduaku," jawab Freya.


"Jangan memikirkan sesuatu yang tidak perlu. Aku tahu awalnya kau pasti takut karena aku juga merasakannya tapi setelah kau jalani rasanya tidak seburuk itu," ucap Draco mencoba membuat adiknya tidak berpikiran negative.


"Aku bisa melihatnya," komentar Freya yang tahu bagaimana perubahan sikap Draco pada pernikahannya dengan Ellen.


Freya sudah percaya pada Eros jadi tidak masalah, dia kemudian menerima uluran tangan Draco dan mereka berdua pergi ke tempat upacara pernikahan di mana Eros sudah menunggunya.


Saat melihat Freya datang bersama Draco, Eros merasa lega. Akhirnya dia bisa bertanggung jawab pada gadis itu.


"Jaga adikku dengan baik, aku percayakan Freya padamu," ucap Draco ketika menyerahkan adiknya pada Eros.


"Percayakan semua padaku, King." Eros bersungguh-sungguh.


Kemudian, keduanya mengucap janji suci yang membuat suasana menjadi haru.


Anak-anak buah Eros berseru saat komandan mereka telah resmi menjadi suami.


"Cium! Cium!" teriak mereka.


"Mereka begitu berisik," gerutu Eros.


Freya hanya bisa terkekeh. "Mereka pasti ikut berbahagia karena tidak akan menerima latihan keras darimu untuk waktu yang lama!"


"Mungkin kita bisa mempersingkat waktu honeymoon kita," balas Eros.


"Jangan harap, kau adalah milikku untuk beberapa bulan ke depan," ucap Freya.


"Baiklah, ciuman pertama sebagai suami istri?" Eros pun mencium Freya dan mereka resmi menjadi sepasang suami istri.


Di istana De Servant hari itu penuh suka cita, mereka merayakan pernikahan Eros dan Freya dari semua kalangan tanpa terkecuali.


Ellen pun ikut menari dengan para pelayan dengan membentuk lingkaran.


"Aku menyukai ini," ucap Ellen.


Sampai dia merasa ada sesuatu yang merembes dari kedua sela kakinya.


"Ya ampun, sepertinya aku mau melahirkan. King..." Ellen mulai panik sendiri.