
Ellen memegangi bisep suaminya seraya memandangi wajah tampan yang bergerak di atas tubuhnya sekarang.
Melihat perut Ellen yang bergerak, Draco kemudian mengganti posisinya miring. Dia mengangkat satu kaki Ellen supaya bisa leluasa masuk.
Sementara Ellen menoleh ke samping supaya bisa melihat wajah suaminya untuk berbicara.
"Drac..." Ellen memejamkan mata menahan tusukan Draco yang menggila. "Jangan melarang hubungan Freya dan Eros!"
"Kau ada dipihak mereka?" Draco bertanya dengan nafasnya yang memburu.
"Aku melihat Eros begitu tulus dan aku yakin dia bisa menjaga Freya dengan baik," jawab Ellen.
Draco terus memaju mundurkan pinggulnya sambil memikirkan perkataan Ellen. Sejauh ini Eros memang bisa dipercaya.
Permainan mereka semakin panas sampai Draco merasa ingin mengeluarkan lahar panasnya. Dia mencium Ellen dengan terus bergerak semakin cepat sampai gelombang kenikmatan itu akhirnya sampai juga. Ellen dan Draco mengerang dalam ciuman, nafas mereka tersengal-sengal.
"Baiklah, aku merestui mereka," ucap Draco yang masih dalam posisinya.
...***...
Setelah mendapat restu dari Draco, Ellen dan Freya melakukan persiapan pernikahan. Tapi, pernikahan Freya kali ini tidak terlalu terburu-buru karena Draco dan Eros juga memiliki kesibukan.
Selain ingin membangun De Servant dan menjadikan wilayah itu sebuah kota. Draco tengah sibuk membangun perusahaan fisik senjata miliknya. Draco pergi berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk melakukan upaya kerja sama.
Draco juga diam-diam bekerja sama dengan pemerintahan, walaupun di bawah tangan itu sangat menguntungkan bagi De Servant yang akan menjadi kota.
Dengan begini, Draco bisa melindungi wilayahnya dan tetap menguasai pasar gelap. Sekutu Draco semakin kuat dibarengi dengan banyaknya anggota De Servant.
Sampai tak terasa usia kandungan Ellen memasuki trimester terakhir dan tinggal menunggu hari saja.
"Seharusnya kau harus mencemaskan dirimu sendiri karena pernikahanmu jadi tertunda," balas Ellen.
Ellen berkata seraya menggambar pola-pola baju rancangannya. Untuk mengusir kejenuhan, Ellen mengasah kemampuannya mendesaign baju. Total sudah ada ratusan design, dia berencana akan menjadikan wilayah De Servant menjadi public style.
"Kau selalu berambisi," komentar Freya.
"Sebagai wanita kita harus smart, jangan hanya menggantungkan semua pada suami. Seandainya King macam-macam, aku sudah mampu berdiri sendiri," ucap Ellen.
Freya tidak mau menanggapi Ellen yang suka gila dengan pemikirannya. Dia sekarang memilih melihat gaun pengantinnya yang telah dirancang oleh Ellen. Sebaiknya dia juga harus memikirkan hidupnya setelah menikah dengan Eros.
Tidak mungkin Freya akan terus mengikuti Eros tapi dia juga tidak mau berbisnis fashion dengan Ellen. Mungkin dia akan hidup sebagai ibu rumah tangga biasa.
"Itu sungguh menggelikan," gumam Freya.
"Pembangunan sudah dimulai, mungkin kau bisa mengatur penduduk De Servant," ucap Ellen lagi.
"Aku sudah sibuk mengurus istana, kau harus membantuku mengurus penduduk nanti. Setiap penduduk wanita akan aku ajari menjahit dan membuat baju. Jadi, walaupun wilayah kita adalah wilayah mafia, kita tidak akan dipandang sebelah mata!"
Freya tertawa mendengarnya. "Tapi wilayah kita tidak membayar pajak, jadi tetap saja menjadi wilayah kriminal."
"Tapi, lebih elegan, bukan?" Ellen tetap tidak mau kalah.
Selesai melakukan pekerjaannya, kedua wanita itu ingin kembali ke istana dan mereka mendapat kabar bahagia karena Draco dan Eros sudah kembali.
"Calon suamimu kembali, ayo cepat kita siapkan pernikahan!" seru Ellen yang langsung meneriaki para pelayan untuk menyiapkan semuanya. Kali ini pernikahan Freya dan Eros harus terlaksana.