Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia
PKM BAB 88 - King dan Queen


"Drac..." Ellen yang menyenderkan kepalanya di dada Draco memanggil lelaki itu sebelum tidur.


"Hm." Draco menyahut dengan deheman, dia sudah sangat mengantuk setelah sebelumnya belum tidur saat masih di apartemen sampai lelaki itu kembali.


"Aku sudah mengecek rancangan pernikahan yang dibuat Freya, sepertinya tidak perlu menundanya lagi," ucap Ellen.


Draco terdiam sejenak dan mengingat pernikahannya dengan Freya kala itu. Pernikahan yang dilakukan secara sederhana dan Draco mengingat langsung meninggalkan Freya setelah mereka sah menjadi suami istri.


Draco tidak mau pernikahannya dengan Ellen seperti itu.


"Kau tidak punya pengiring pengantin, bukan?" tanya Draco mengingat Ellen yang tidak mempunyai siapa-siapa lagi begitu pun dirinya.


"Tidak masalah, pengiringku pasti melihatku yang berbahagia di atas sana. Dan Drac..." Ellen memeluk Draco sebelum melanjutkan kalimatnya. "Aku tidak ingin anak kita nanti bernasib sama seperti kita jadi tetaplah hidup dan menua bersamaku!"


Draco mengecup puncak kepala Ellen. "Aku pasti akan sibuk dan tidak bisa bersama kalian sepanjang waktu tapi percayalah kalau aku selalu memikirkan kalian!"


"Jadi, kau sudah menyayangi bayinya?"


"Aku selalu menjenguknya di dalam, itu adalah bukti sayangku,"


"Ish, bilang saja kau memang mesum, King!"


"Sepertinya kau lebih mesum dariku,"


"Aku tidak bisa membantahnya,"


Keduanya terus berbicara sampai mereka tertidur dengan saling memeluk malam itu.


...***...


Hari pernikahan tiba, semua pelayan di istana De Servant begitu sibuk. Setelah mereka menyelesaikan pekerjaan mereka, mereka mengganti baju dengan pakaian terbaik karena ikut menjadi tamu di acara pernikahan King dan Queen.


Draco memang tidak mengundang orang luar, cukup penghuni istana dan beberapa sekutunya yang hadir untuk melihat hari bahagianya.


"King, ada paket untukmu." Patrick masuk ke ruangan Draco di mana lelaki itu tengah bersiap-siap.


Draco memakai baju kebesarannya lengkap dengan pedang turun temurun yang dipakai oleh King De Servant terdahulu.


"Paket?" tanya Draco.


"Paket dari Kerel," jawab Patrick seraya memberikan paket itu yang berupa kotak.


Draco membuka kotak itu dan ternyata isinya adalah hanya secarik kertas.


Jika, kau bisa membaca tulisan ini sendiri. Itu adalah kado untukmu!


Draco tersenyum tipis, dia mengerti maksud Kerel. Jika Draco bisa membaca lagi itu berarti traumanya sepenuhnya hilang.


Sementara di ruangan lain, Ellen memakai gaun yang sangat cantik. Perempuan itu memutar-mutar badannya di depan kaca.


"Aku merasa gugup," gumamnya.


Ellen kemudian menatap cincin Yvone yang tersemat di jarinya, dia mencium cincin itu. "Terima kasih kau telah memilihku!"


Tak lama Ruzel datang karena diminta Freya untuk menjadi pengiring pengantin bagi Ellen.


"Apa setelah ini aku masih bisa memanggilmu seperti biasa?" tanya Ruzel.


"Tidak ada yang berubah diantara kita, Kid," sahut Ellen.


"Tapi, untuk hari ini perlakukan aku seperti Queen!"


Mendengar itu, Ruzel langsung menunduk seraya mengulurkan satu tangannya.


"Izinkan saya menjadi pengiringmu, Queen," ucap Ruzel kemudian.


Ellen menahan tawanya. Dia menerima uluran tangan anak laki-laki itu kemudian mereka berdua keluar untuk menuju ke tempat acara pernikahan.


Di tempat acara, semua kursi sudah terisi penuh serta Draco yang sudah menunggu Ellen dengan gagah di depan Altar.


Taburan mawar putih menghiasi sepanjang Ellen berjalan. Pasti Draco yang memberitahu Freya jika dia menyukai mawar putih.


Saat Ellen sampai, Draco mengulurkan satu tangannya untuk menyambut pengantinnya. Draco dan Ellen saling menatap dengan kedua tangan saling menggenggam satu sama lain.


Suara tepuk tangan dan bunyi siulan tampak memeriahkan suasana yang sebelumnya begitu khidmat.


Draco dan Ellen sudah resmi menjadi suami istri setelah mereka berdua mengucapkan janji suci mereka.


"Kau sekarang sudah resmi menjadi Queen De Servant," ucap Draco setelah melepas ciumannya pada istrinya.


Ellen tersenyum haru, kini matanya menatap pada semua penghuni istana De Servant yang hadir.


"Hidup King dan Queen!"


Semua yang ada di sana bersorak dan berdoa untuk kebahagiaan pasangan itu.