
Freya merasa lega akhirnya Robert datang juga, memang cepat atau lambat hari ini akan terjadi tapi Freya menyayangkan sekali karena belum bisa mendapatkan hati Draco.
"Sayang sekali, Drac," ucap Freya yang tidak mau bersikap pura-pura manis lagi.
"Kalau aku hamil, aku pasti akan merawat anak kita dengan baik," tambah Freya. Dia masih menganggap sudah melakukan hubungan intim dengan Draco.
Mendengar itu, Robert berseringai tipis karena tujuan besarnya sudah tercapai. Lalu matanya menatap Dante yang meringis menahan sakit.
"Aku akan melepas penderitaanmu!" Robert mengangkat pistolnya dan langsung menembak kepala Dante sampai lelaki tua itu ambruk tak bernyawa.
Hal yang tidak disangka-sangka, semua tercengang melihat itu semua.
"Ayah, kenapa kau membunuh Dante?" tanya Freya dengan spontan. Secara tidak langsung, Freya membuka jati dirinya sendiri jika Robert adalah ayahnya.
"Dante sudah tidak berguna!" jawab Robert berjongkok seraya mengulurkan tangannya pada Enzo. "Kerjamu bagus!"
Enzo yang sebenarnya sadar langsung menerima uluran tangan Robert dengan tersenyum miring.
"Terima kasih, Ayah," ucap Enzo kemudian.
Seketika mata Ellen terbelalak melihat pemandangan di depannya. Dia ingin mencerna semuanya.
"Apa ini? Enzo?" batin Ellen.
Jadi, selama ini Ellen dibohongi oleh lelaki itu. Pantas saja Enzo langsung tahu siapa dalang dibalik kecelakaan yang dia alami. Lantas kenapa Enzo membantunya?
Kenapa Enzo bisa tertangkap oleh Dante?
Apa Freya dan Enzo bersaudara?
Semua pertanyaan-pertanyaan itu terputar di kepala Ellen.
Bersamaan dengan itu, ikatan di tubuhnya sudah berhasil Eros buka.
"Kau sepertinya salah perhitungan," bisik Eros bertambah kesal melihat situasi yang ada.
"Aku ditipu habis-habisan," balas Ellen. "Tapi kenapa Enzo membiarkan aku masuk istana De Servant? Bukankah itu justru bisa merusak rencananya?"
"Kenapa laki-laki ini memanggilmu ayah juga?" tanya Freya.
Bukan hanya Freya yang bingung Draco dan Kerel juga merasakan hal sama. Yang jelas ada rahasia besar yang mereka tidak ketahui.
Robert tertawa lepas di sana karena membuat semua orang jadi kalut dengan pikiran mereka masing-masing.
"Kalian mau tahu apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Robert.
"Baiklah, setelah itu, kalian semua harus mati!"
Robert memulai ceritanya, Robert dan ibu Draco -- Amelia adalah sepasang kekasih. Mereka harus terpisah karena Amelia menikah dengan ayah Draco sesuai tradisi De Servant.
Walaupun Amelia pengantin king De Servant dan pemilik cincin Yvone kala itu, dia masih menyimpan rasa pada Robert.
Setahun setelah pernikahan, Amelia hamil dan mengandung anak kembar, laki-laki dan perempuan. Dan saat hari kelahiran, Robert datang untuk mengambil salah satu bayi Amelia supaya bayi itu bisa dijadikan alat balas dendam.
Sejak saat itu, ayah Draco menjauhi Amelia karena king merasa Amelia penyebab bayi perempuannya tiada. Ya, Amelia mengaku bayi perempuan mereka mati bukan karena diculik oleh Robert.
Hubungan kedua orang tuanya disalah artikan oleh Draco, dia mengira ayahnya mengabaikan ibunya sampai Amelia melakukan bunuh diri. Padahal sejatinya, Amelia yang mengingkari pernikahan mereka dari awal.
Sebelum Amelia bunuh diri kala itu, dia sempat memberikan cincin Yvone pada kakek Ellen. Karena kakek Ellen dianggap orang paling setia pada king.
"Cincin Yvone akan menemukan pemiliknya sendiri tapi bukan aku pemiliknya, cincin itu tidak memilihku dari awal," ucap Amelia.
Kakek Ellen menjaga cincin itu dan memberikannya pada Ellen, dia berharap Ellen yang ditakdirkan menjadi pengantin De Servant dan bisa membawa kedamaian dalam istana.
"Aku minta jaga cucuku sampai waktunya tiba," ucap kakek Ellen pada Dante yang pada saat itu masih setia.
Sampai akhirnya Dante terkena hasutan oleh Robert dan merencanakan pergantian pengantin De Servant.
"King Draco telah membunuh ayahnya dengan keji, dia tidak pantas menduduki posisinya, tahta itu milikmu jika kau menjadikan Freya seorang Queen," ucap Robert.
"Akan aku pastikan banyak pendukung di belakangmu!"
Dante mulai tamak, dia tidak sadar jika dijadikan alat oleh Robert selama ini.