
Dear readers tercintanya aku yang aku kagumi, aku sayangi dan aku banggakan sejagad raya. Kalau berkenan mampir juga ya ke novel terbaru othor ya.
Ehhh btw, siapin jantung kalo tokoh ceweknya agak nakal dikit 😩
CUPLIKAN BAB:
Setengah jam kemudian, mereka pun sudah sampai di sebuah pub di pinggiran kota Jakarta. Dia dalam pub, tampak beberapa orang duduk di sofa dengan memegang botol minuman di tangan mereka, serta beberapa bong yang ada di atas meja.
Lara dan Sean, menghampiri mereka dan langsung mengambil bong yang ada di meja lalu memasukkan serbuk putih ke dalamnya. Dia kemudian mengisap bong yang sudah berisi bubuk putih yang beberapa bulan ini sudah menjadi candu baginya. Sejenak, Lara merasa tubuhnya begitu ringan, rasanya seperti melayang.
Setelah puas mengisap bong hingga membuat dirinya sekarang dalam keadaan setengah sadar, Lara kemudian mengambil sebatang rokok dari dalam mini pouchnya. Namun, saat sedang asyik menghembuskan rokok dari mulutnya, tiba-tiba Lara melihat sosok tampan yang begitu mencuri atensinya.
"Cakep banget," celoteh Lara sambil mengamati laki-laki yang saat ini sedang berjalan ke arah toilet.
"Gue kebelakang dulu ya," pamit Lara pada teman-temannya, menyusul laki-laki yang sudah mencuri atensinya.
"Maaf ga sengaja," tegur Lara yang sebenarnya sengaja menabrak laki-laki itu saat mereka sudah ada di depan toilet.
'Sial belum pernah gue liat yang kaya gini,' batinnya kembali.
"Stupid kenapa dia ga tertarik sama gue? Biasanya ga ada orang yang berpaling saat mereka baru lihat cewek secakep gue! Apa dia buta, hah?"
Lara akhirnya kembali pada teman-temannya dengan begitu kesal, pertemuan dengan laki-laki itu benar-benar membuat moodnya hilang seketika. "Sean, gue bete nih. Anterin gue pulang dong!"
"Pulang? Ini jam berapa? Kok lu jadi ga asik gitu sih? Masih sore gini udah minta pulang."
"Udah ah, gue bete nih. Pokoknya gue mau pulang sekarang juga, nggak masalah kalo lu ga mau anterin. Gue bisa pulang sendiri!" bentak Lara pada Sean, kemudian berlalu meninggalkan mereka sambil mendengus kesal.
Sean yang masih asyik dengan teman-temannya hanya melihat kepergian Lara, rasanya dia begitu enggan beranjak dari tempat itu karena alkohol sudah menguasai dirinya. Dia tak ingin dirinya memaksakan diri mengandarai mobil, karena dia pun tak yakin bisa mengantarkan Lara pulang dengan selamat, karena kondisinya yang saat ini tidak memungkinkan.
Sementara itu, Lara yang saat ini sedang berjalan keluar dari pub tersebut dengan langkah gontai, kini netranya mulai sibuk mencari taksi online yang sudah dia pesan. Dia pun melangkahkan kakinya saat sebuah mobil berwarna abu-abu berhenti di depannya, lalu masuk ke dalam mobil tersebut, yang dia pikir adalah taksi online yang sudah dipesannya.
Saat baru saja dia menghempaskan tubuhnya ke jok di dalam mobil itu, Lara begitu terkejut saat tiba-tiba sebuah pistol menempel kepalanya. Lara kemudian mengamati mobil tersebut, dan melihat tiga orang laki-laki bertubuh besar sudah ada di dalam mobil itu.
"Jangan bergerak, ikuti perintah kami jika kamu masih sayang nyawamu!"
'Sial, aku dijebak!' batin Lara.
Â