Orang Tua Untuk Bayiku

Orang Tua Untuk Bayiku
Jatuh Cinta


Menjelang siang, Wina dan Shakila telah sampai di rumah. Mereka lalu bergegas masuk ke dalam rumah dan menemui Kamila. "Mila, gimana keadaan rumah?"


"Tenang saja Win, semua beres, sebentar lagi dekorasi selesai dan masakan juga sudah siap, tadi ada beberapa kekurangan bahan tapi aku dan Amanda sudah melengkapinya, kami tadi pergi ke pasar sebentar untuk membelinya."


"Terimakasih banyak Mila, untung ada kamu, kamu tahu sendiri kan sanak saudaraku kurang bisa diandalkan." kata Wina sambil berbisik.


"Iya aku tahu Win, eh Mas Anton mana?"


"Oh, itu di depan lagi ngobrol sama Om Rusli."


DEGGGG


Kamila begitu terkejut mendengar kata-kata Wina. "Mila kamu kenapa?"


"Oh gapapa Win."


"Tenang saja Mila, Om Rusli itu orang yang baik, berbeda dengan istrinya, Tante Fatma. Sttttt." kata Wina sambil menempelkan jari telunjuknya di depan bibirnya.


Kamila pun mulai terpancing mendengar kata-kata Wina. "Memangnya Tante Fatma gimana Win? Apa dia pernah berbuat hal yang buruk juga padamu?"


"Mila, kita harus berhati-hati dengan Tante Fatma, karena dia sama liciknya dengan Randi, dia juga dulu menutupi semua kebusukan Randi yang memiliki banyak wanita simpanan di belakangku. Dia melakukan itu semua agar tetap hidup enak di rumah ini Mila, makanya saat aku mengetahui semua kejahatan Randi, dia kuusir dari rumah ini."


"Lalu bagaimana dengan Om Rusli?"


"Dia orang yang baik dan penyayang Mila, sedari dulu dia juga begitu menyayangi Shakila. Emh, tapi ada satu lagi, anak tunggalnya yang bernama Reno. Reno adalah anak buah Randi, dia ikut dalam jaringan peredaran narkoba bahkan juga menjadi pecandu. Saat ini Reno masih ada di Panti Rehabilitasi, karena satu tahun yang lalu, dia tertangkap masih menjadi pecandu dan pengedar karena masih melanjutkan bisnis milik Randi."


"Mba Wina."


Saat Wina dan Kamila masih asyik membicarakan Fatma, tiba-tiba sebuah suara memanggil Wina. Wina lalu menengok ke belakang, dia begitu terkejut saat melihat sosok Reno sudah berdiri di depannya.


"Ree.. Reno."


"Iya Mba, Mba Wina apa kabar?"


"Baik Ren, seperti yang kamu lihat."


"Kamu gimana Ren? Kapan kamu keluar dari Panti Rehabilitasi?"


"Kemarin sore Mba, saat Reno pulang ke rumah, rumah sedang kosong, dan ada tetangga yang bilang jika Papa sama Mama ada di sini, jadi Reno langsung ke rumah ini. Reno ga nyangka Mba, Shakila bisa secepat ini bertemu jodohnya."


"Iya Ren. Alhamdulilah."


"Ngomong-ngomong, Shakila mana Mba? Reno udah lama ga ketemu Shakila."


"Oh, itu lagi di taman, sedang ngobrol sama Amanda. Dan ini Tente Kamila, Mamanya Amada."


Mendengar nama Amanda disebut, hati Reno bergetar. Senyum pun tersungging di bibirnya.


Reno lalu mendekat pada Kamila kemudian mengalaminya. "Mba, Reno mau ketemu sama Shakila dulu ya."


"Iya Ren, kamu temui saja Shakila, dia pasti merindukanmu karena kalian sudah lama tak bertemu."


"Iya Mba, Reno ke taman dulu ya." Wina lalu mengangguk.


Kamila lalu mencolek tangan Wina. "Win, jadi itu anak Tante Fatma yang baru saja kamu bicarakan?"


"Iya Mila, duh aku ga tau ternyata dia sudah keluar dari Panti Rehabilitasi, dan ada di rumah ini. Mila, lebih baik kamu istirahat dulu saja, biar badanmu jauh lebih segar saat acara pengajian nanti sore."


"Iya Win, aku juga mau suruh Kevin dan Brian tidur siang dulu."


Kamila lalu masuk ke dalam kamar, sedangkan Wina tampak mengawasi Reno yang kini sedang bersama Shakila dan Amanda. Wajah Wina menyiratkan rasa cemas meski Shakila terlihat begitu bahagia bisa bertemu kembali dengan Reno.


Di salah satu pojok taman rumah, Reno yang asyik berbincang dengan Shakila sesekali melirik pada Amanda, namun Amanda seperti tidak memedulikan kehadiran Reno di depannya. Amanda hanya berkenalan sekilas saat Reno baru saja datang, bahkan Amanda terlihat begitu sibuk dengan ponselnya. Berulangkali Reno mencoba menarik perhatian Amanda, namun Amanda tidak bergeming.


"Okay Manda."


Reno lalu duduk di samping Shakila. "Amanda itu sebenarnya siapa sih?"


"Oh, dia anak tante Kamila, teman Mama dari Jawa."


"Oh, lalu Evan itu siapa?"


"Evan, pacar Amanda, dia kuliah di Singapura, makanya mereka jarang ketemu."


"Oh."


"Kamu kenapa tanya-tanya Ren? Jangan-jangan kamu suka ya sama Manda? ciye ciye."


"Eh apaan sih Shakila, masa suka sama anak kecil gitu. Ya udah aku mau ke kamar dulu ya, mau istirahat."


Shakila lalu mengangguk, dan kembali mengobrol dengan Amanda karena Amanda sudah menghampirinya lagi.


'Bre*gsek kamu Manda, saat ada aku, kamu begitu cuek lalu tiba-tiba pergi untuk mengangkat telepon, setelah aku pergi kamu datang lagi pada Shakila, kamu mau menghindariku kan Manda? Lihat saja akan kubuat kau bertekuk lutut padaku.' gumam Reno.


"Renoooo." lamunan Reno buyar saat tiba-tiba Fatma sudah ada di sampingnya.


"Mama, apa-apaan sih? Ngagetin Reno aja deh."


"Kamu kemana aja sih Ren? Tiba-tiba ngilang gitu aja!"


"Reno cuma ngobrol sama Shakila Ma, kan udah lama ga ketemu." kata Reno sambil melirik Shakila dan Amanda sambil tersenyum melihat kecantikan Amanda.


"Ren, kamu ngapain senyum-senyum sendiri? Jangan-jangan kamu suka ya sama Manda?"


Reno hanya tersipu malu. "Beneran Ren? Aduh Renooo!!!!"


***


Kamila berbaring di atas tempat tidur dengan Kevin dan Brian yang telah terlelap di sampingnya. Anton pun masuk ke dalam kamar kemudian menghampiri istrinya.


"Sayang."


"Mas, ada hal penting yang ingin kubicarakan."


"Ada apa sayang? Sepertinya kamu terlihat begitu cemas."


"Mas, Tante Fatma baru saja membicarakan suatu hal buruk padaku."


"Apa sayang? Hal buruk apa? Tadi aku baru saja, berbincang-bincang dengan Om Rusli, tapi dia sepertinya orang yang baik dan tidak membicarakan hal yang tidak-tidak padaku."


"Ya Mas, menurut Wina Tante Fatma dan Om Rusli itu berbeda. Om Rusli itu begitu baik dan penyayang, tidak seperti Tante Fatma yang yang licik dan suka memanfaatkan keadaan, sifatnya mirip seperti Randi."


Anton lalu tertawa mendengar nama Randi disebut kembali oleh istrinya. "Ihhh kamu kok malah ketawa, aku serius Mas."


"Hahahaha aku cuma merasa lucu melihatmu masih saja takut dengan sesuatu hal yang berkaitan dengan Randi."


"Mas, aku serius, bahkan Tante Fatma mengancam akan mengambil alih hak asuh Kevin dengan berbagai cara."


Anton lalu tersenyum dan memeluk istrinya. "Sayang, dengarkan aku, aku tidak akan pernah membiarkan seorang pun berbuat tidak baik pada keluarga kita, aku akan melindungi keluarga kita sayang. Sudah kewajibanku untuk melindungi kalian semua."


"Terimakasih Mas." kata Kamila sambil memeluk suaminya kembali.


Dibalik tembok tampak Fatma sedang mengendap-endap masuk ke dalam kamar Shakila.