Orang Tua Untuk Bayiku

Orang Tua Untuk Bayiku
EPILOG


"Ma.. Maafkan Reno Ma."


"Dasar bodoh kamu, kenapa kamu tidak pernah bisa berubah Reno?"


"Maaf Ma, Reno ga tau kalau Amanda akan menjebak Reno."


"Tidak usah banyak alasan, kamu memang bodoh Renoooo."


"Ehammm." kata Wina saat melihat Fatma dan Reno yang masih bertengkar.


"Eh Wina." jawab Fatma malu-malu.


"Tante Fatma, lihat ini." kata Wina sambil memperlihatkan sebuah video transaksi narkoba antara Reno dengan seseorang.


"Emmm..E.. Wina darimana kau bisa mendapatkan itu?" tanya Fatma gugup.


"Itu tidak penting Tante Fatma, jika kau ingin Reno tetap aman tolong kalian jangan pernah usik kehidupan kami lagi, terutama kehidupan Kamila."


"E.. E.. Tante minta maaf Wina, kami akan pergi dari rumah ini." kata Fatma gugup.


"Silahkan Tante, dan kau Reno jika kau tidak mau kulaporkan ke polisi tolong sudahi bisnis haram itu. Kau dan papamu, Om Rusli bisa bekerja di perkebunanku tapi tolong jauhi bisnis haram itu dan kalian berdua berubahlah menjadi manusia yang lebih baik, kalian tidak akan pernah mendapat apa-apa jika hidup seperti ini terus menerus!!"


"Baik Mba Wina, jadi mulai besok saya sudah bisa bekerja di perkebunan?"


"Ya, dan kalian tidak usah kembali lagi ke rumah kalian yang dulu, kalian tinggal saja di rumah dinas di dekat perkebunan yang dulu di tempati oleh Randi."


"Terimakasih banyak Win." kata Rusli dari arah belakang.


"Eh Om Rusli, iya Om, Wina tau rumah kalian di sana sudah tidak layak, jadi kalian tinggal saja di rumah perkebunan."


"Terimakasih banyak Wina, terimaksih." sahut Rusli lagi, dia lalu berjalan mendekati Fatma.


"Kau seharusnya malu akan perbuatanmu Ma, kau dan Randi sudah banyak menyakiti Kamila dan Wina, tapi lihat apa yang Wina lakukan pada kita? Dia masih begitu baik mau menampung kita dan memberikan kita pekerjaan."


Fatma hanya terdiam mendengar perkataan Rusli, dia lalu melirik Reno yang sedang mendekat ke arah Wina.


"Mba Reno minta maaf ya, tolong sampaikan maaf Reno juga pada Mba Kamila dan keluarganya."


"Iya Reno, yang terpenting sekarang kamu sudah berubah, mulailah kehidupan yang lebih baik Reno." kata Wina.


"Win, kami pamit dulu ya, besok kami bisa langsung bekerja kan Win?"


"Iya Om Rusli, tentu kalian bisa langsung mulai bekerja besok."


"Tante minta maaf Win, tante janji tidak akan pernah mengganggu kehidupan kalian lagi." ucap Fatma sambil tertunduk.


"Sekali lagi terimakasih, kami pamit Wina." kata Rusli sambil menarik Fatma yang masih tertunduk dan tidak berani menatap wajah Wina.


"Iya, kalian hati-hati di jalan."


***


"Kejutan." teriak Kamila saat Anton masuk ke dalam rumah.


"Kevin, kamu sudah pulang sayang?" tanya Anton sambil memeluk Kevin.


"Iya Pa."


"Bagaimana dia bisa pulang Kamila?"


"Tanyakan pada putri sulungmu, dia yang merencanakan semua ini, dia benar-benar pintar, sama sepertimu Mas." kata Kamila sambil melirik Amanda.


"Hahahaha tentu, siapa dulu papanya."


"Lalu bagaimana caranya kalian berdua bisa mengelabuhi Reno dan Tante Fatma?"


"Ceritanya panjang Pa, nanti kalau kita udah selesai makan malem Manda ceritain."


"Ya udah yuk kita makan dulu. Setelah ini Papa janji, Papa akan selalu menjaga kalian semua, kita adalah satu keluarga yang tidak boleh terpisahkan. Janji!!"


"JANJIII." jawab mereka serempak.


"Mas, terimaksih." kata Kamila sambil mengecup pipi Anton.


*END*


Catatan Penulis


Sekian kisah ini ya readers, othor minta maaf jika masih banyak berbagai kekurangan dari segi cerita atau penulisan 😊🙏


Othor cuma mau ngucapin banyak terimakasih pada para pembaca yang ga pernah absen komen dan kasih like buat cerita ini, apalah arti othor tanpa kalian.


Salam sayang untuk kalian semua dimanapun kalian berada.. Big hug for all 🤗💞