
Melihat istrinya pingsan, Anton lalu membopong tubuh Kamila ke dalam kamar, beberapa tamu undangan yang melihat mereka dengan tatapan penuh tanda tanya tak dia hiraukan. Kevin dan Brian tampak mengikuti kedua orang tuanya dengan cemas, dia kemudian memanggil Mba Murni dan Amanda untuk mengasuh Kevin dan Brian.
"Mama kenapa Pa?"
"Tidak apa-apa Amanda, hanya sedikit tidak enak badan, tolong jaga Kevin dan Brian dan biarkan mama beristirahat."
"Iya Pa." kata Amanda sambil keluar dari dalam kamar. Anton lalu mengambil ponsel milik Kamila. Saat Anton akan membuka ponsel tersebut, tiba-tiba dia mendengar suara Kamila.
"Mas."
"Kamila... Kamila.. kau sudah bangun sayang?"
"Mas." jawab Kamila lemas, air mata kembali mengalir di pipinya.
"Sayang, tenangkan dirimu."
"Mas, bagaimana aku bisa tenang jika masalah besar sedang kuhadapi saat ini."
"Tenangkan dirimu sayang, ceritakanlah apa yang telah terjadi, tidak ada siapapun di sini kecuali aku, saat kau pingsan aku langsung membawamu masuk ke dalam kamar ini."
Kamila lalu menangis. "Mas, ambilkan ponselku." Anton lalu mengambil ponsel Kamila, sebenarnya Anton sudah merasa curiga, karena Kamila berubah setelah dia membaca sebuah pesan.
"Mas lihat ini." kata Kamila sambil memperlihatkan beberapa video kepada suaminya. Kamila lalu menangis kembali, sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"KUR*NG AJ*R!!! BRE*GSEK!!! SIAPA YANG BERANI MELAKUKAN SEMUA INI, AKAN KUBUAT PERHITUNGAN DENGANNYA!!!"
"Mas, apa yang harus kulakukan?"
"Kamila sebaiknya kita harus pergi dari sini secepatnya, aku akan mengurus siapa dalang dibalik semua ini." Kamila lalu mengangguk lemas. "Aku akan berkemas sekarang juga Mas."
"Iya sayang."
Tiba-tiba pintu kamar mereka diketuk. Tampak Fatma dan Reno masuk ke kamar tersebut dengan senyum yang begitu lebar.
"Haiiii kalian mau kemana?"
"Bukan urusan anda Tante Fatma!"
"Tentu sekarang menjadi urusanku, karena kalian pasti akan pergi dengan membawa Kevin, sedangkan Kevin adalah cucuku, aku yang berhak mengurusnya."
"Jangan pernah bermimpi Tante Fatma."
"Tidak Anton, aku tidak sedang bermimpi."
"Tapi kami tidak akan pernah memberikan Kevin pada anda, anda tidak benar-benar menyayangi Kevin karena yang anda inginkan hanyalah harta yang Kevin miliki."
"Hahahaha kalian memang pintar aku memang tidak terlalu menyayangi Kevin, aku hanya butuh kekayaan yang dimilikinya. Hahahaha."
"Oleh karena itu, kami tidak akan memberikan Kevin pada anda!!"
"Benarkah? Bagaimana jika video ini kusebar hahahaha. Lihatlah video ini baik-baik Anton." kata Reno ikut menimpali. Kamila menangis kembali saat melihat video yang ada di ponsel Reno.
"Woooowww Tuan Anton, selain cantik tubuh istrimu memang bagus, lihatlah betapa Randi begitu menikmati tubuh istrimu, selain itu permainan Kamila juga begitu hebat. Hahaha."
Amarah Anton kian memuncak, sekuat tenaga dia mendorong tubuh Reno hingga jatuh terpental lalu menginjak ponsel milik Reno.
"DASAR B*ENGSEK!!! BIADAB KAMU RENO!!!"
"Hahahaha, Anton.. Anton, kamu pikir dengan merusak ponselku video Kamila dengan Randi bisa hilang? Aku masih menyimpannya Anton, aku menyimpan itu semua dalam email milikku, masih ada banyak video me*um antara Kamila dengan Randi yang belum kukirimkan, bahkan video pemerko*aan Kamila pun aku memilikinya. Hahahaha."
Kamila begitu terpukul mendengar perkataan Reno, tubuhnya ambruk dengan tatapan kosong. Anton lalu mendekat pada Kamila dan memeluknya. "Apa yang kalian inginkan?"
"Bukankah tadi sudah kubilang jika aku ingin hak asuh Kevin? Silahkan kalian akan kuberi waktu untuk berfikir, menyerahkan hak asuh Kevin atau kusebar video por*o Kamila dengan Randi. Hahahaha"
Anton lalu mengangkat tubun Kamila ke atas tempat tidur. "Sayang tenangkan dirimu, aku akan mengurus semua ini." kata Anton sambil menggenggam tangan Kamila dan membelai rambutnya.
Beberapa saat kemudian, Wina masuk ke dalam kamar. "Anton apa yang sebenarnya telah terjadi?"
"Tante Fatma Wina, dia sudah mengancam kami semua."
"Ancaman apa Anton? Kenapa Kamila menjadi seperti ini?"
"Reno, Reno memiliki video Kamila dengan Randi saat mereka berpacaran, Randi ternyata memang begitu br*ngsek, dia merekam saat mereka berhubungan badan, bahkan Reno juga memiliki video Randi saat meme*kosa Kamila "
"Benar-benar Bia*ab mereka semua! Anton maafkan aku, maaf karena aku telah mengundang kalian kesini, sehingga membuat hal buruk seperti ini menimpa kalian."
"Sudahlah Wina, ini sudah takdir."
"Anton, aku berjanji akan membantumu kalian mengatasi semua ini."
"Terimakasih banyak Wina, sekarang sebaiknya apa yang harus kita lakukan?"
"Anton, untuk sementara waktu kalian harus merelakan Kevin untuk hidup bersama mereka. Aku yang akan mengurus semua ini. Aku berjanji akan membantu mengembalikan Kevin pada kalian."
"Terimakasih banyak Wina. Sayang, tabahkan hatimu untuk berpisah sementara waktu dengan Kevin." Kamila hanya mengangguk mendengar kata-kata Anton, sambil mengusap air mata di pipinya.
"Kamila, tenangkan dirimu, aku akan membantumu mengatasi semua ini."
"Terimakasih banyak Win." jawab Kamila sambil mencoba tersenyum.
"Apakah kalian tahu dimana Reno menyimpan semua video itu? Apa video itu masih di ponselnya?"
"Tidak Wina, aku sudah merusak ponsel milik Reno, dia bilang pada kami jika semua video itu tersimpan di email milik Reno."
Wina lalu menyunggingkan senyumnya. "Baik, akan kubalas semua perbuatan mereka dan akan kubuat mereka minta maaf pada kalian."
"Baik Wina terimakasih."
"Sama-sama, aku keluar dulu, masih banyak tamu undangan yang harus kutemui. Tenangkan diri kalian."
"Iya Win."
Wina lalu meninggalkan Anton yang masih menghibur Kamila.
***
Reno dan Fatma berjalan masuk ke dalam kamar mereka dengan terkekeh. "Reno, Reno, kau memang anak Mama yang cerdas, karenamu rencana Mama berjalan begitu mulus."
"Kita yang beruntung Ma, aku ingat jika dulu Randi mengirimkan beberapa video me*umnya dengan seorang wanita, aku pikir wanita itu adalah wanita simpanan Randi, namun ternyata setelah aku melihat wajahnya, ternyata dia adalah Kamila hahahaha."
"Hahahaha bagus sayang, ternyata meski sudah meninggal, Randi masih bisa memberikan keuntungan pada kita."
"Iya Ma, saat Randi mengirimkan video ini padaku, memang aku tak berniat untuk membuangnya, dan ingin kujadikan sebagai koleksi, oleh karena itu aku menyimpan ini semua di dalam emailku. Namun ternyata video ini bukan hanya bisa dijadikan koleksi, namun juga akan membawa kita pada kekayaan Hahhahahhaha."
"Hahahaha kau tadi lihat kan, wajah Anton yang begitu marah serta Kamila yang sangat terpukul mendengar ancaman dari kita."
"Ya Ma, aku sebenarnya sangat ingin menghajar Anton saat dia mendorongku, namun aku sadar, aku pasti kalah jika berkelahi dengannya, karena postur tubuhku tak sebanding dengan Anton yang kekar."
"Sudahlah yang penting kita sudah menang, dan akan mendapatkan kekayaan berlimpah."
"Iya benar Ma."
Tanpa mereka sadari seseorang mendengar percakapan mereka di balik pintu.