
Amanda duduk di taman belakang rumah sambil menatap langit yang penuh bintang dan dihiasi bulan purnama. 'Evan.' gumam Amanda. Tanpa dia sadari sepasang mata seorang laki-laki tampak sedang mengawasinya, dia kemudian menghampiri Amanda.
"Manda." sebuah suara pun tiba-tiba membuyarkan lamunannya.
"Oh Reno, duduk Ren."
"Kamu lagi ngapain Manda?"
"Lagi liat bintang."
"Kamu suka liat bintang?"
"Iya Reno, kok kamu belum tidur?"
"Lagi ga bisa tidur Manda."
"Mau temenin aku ga?"
"Apa? Temenin?"
"Ya temenin ngobrol, aku lg gabut nih, bingung mau ngapain, Shakila juga udah di dalem kamar sama Rama. Tante Wina udah tidur."
"Boleh, boleh Manda." jawab Reno, dadanya pun berdesir mendengar kesempatan yang sangat dinantikannya tiba-tiba datang tanpa dia duga.
'Pucuk dicinta ulam pun tiba.' gumam Reno.
"Ya udah, aku ambilkan cemilan sama teh dulu ya untuk nemenin kita ngobrol."
"Oke." jawab Reno, bibirnya pun tersenyum begitu lebar.
Amanda lalu masuk ke dalam rumah, beberapa saat kemudian dia kembali keluar dengan membawa beberapa makanan ringan dan teh.
"Maaf Ren sedikit lama, aku ga tau tempat Tante Wina nyimpen teh jadi tadi cari-cari dulu di dapur."
"Oh gapapa Manda."
"Minum Ren, kamu pasti haus."
"Iya Manda " jawab Reno kemudian meminum tehnya. Sebuah senyuman pun tersungging di bibir Amanda.
***
Wajah Kamila yang masih begitu sendu terlihat malas membuka pintu, namun bel rumah yang terus-menerus berbunyi pun akhirnya membuat dia beranjak dari sofa. Hari ini, Kamila sendirian di dalam rumah, Anton sudah pergi ke kantor, sementara Brian juga sudah berangkat ke sekolah. Dua orang pembantunya pagi ini memang sedang Kamila suruh untuk berbelanja ke pasar, sehingga dengan terpaksa dia pun membuka pintu itu. Saat pintu dibuka, seorang anak kecil berusia 8 tahun dan wanita remaja langsung berhambur memeluknya.
"Amanda, Kevinnnn, kalian sudah pulang Nak." kata Kamila dengan sedikit berteriak, kebahagiaan pun memenuhi isi hatinya.
"Iya Ma."
"Kalian baik-baik saja kan?" tanya Kamila sambil memeluk Kevin dan berulang kali menciumnya.
"Tentu." jawab Amanda sambil tersenyum. Segurat kesedihan pun mulai menghiasi wajah Kamila kembali.
"Sayang, apakah Oma Fatma tahu jika kalian pulang ke Jogja?"
Amanda lalu menggelengkan kepalanya. "Lalu bagaimana jika mereka tahu Kevin sudah kembali ke rumah ini Manda? Nenek Fatma bahkan mengancam sesuatu hal yang begitu menakutkan sampai Papa pun tak bisa berkutik."
"Tenang Ma, semua sudah bisa Manda atasi." kata Amanda sambil terkekeh.
"Maksud kamu?"
"Video itu kan?"
"Iya video itu, bagaimana jika Reno menyebarkan video itu?"
"Mama jangan khawatir, Manda sudah berhasil menghapus video-video itu yang tersimpan di email milik Reno."
"Bagaimana bisa sayang?"
"Kan kemarin Manda udah bilang mau bantuin Mama buat selesaikan semua masalah ini, dan sekarang semua masalah udah beres Ma." kata Amanda sambil memeluk Kamila.
"Terimakasih sayang."
"Kakek Rusli?"
"Ya, bagaimana bisa?"
***
Flashback
Reno dan Fatma terlihat begitu bahagia meninggalkan kamar Kamila setelah mengancamnya dengan video porno Kamila dan Randi, sambil tertawa mereka lalu masuk ke dalam kamar mereka.
"Reno, Reno, kau memang anak Mama yang cerdas, karenamu rencana Mama berjalan begitu mulus."
"Kita yang beruntung Ma, aku ingat jika dulu Randi mengirimkan beberapa video me*umnya dengan seorang wanita, aku pikir wanita itu adalah wanita simpanan Randi, namun ternyata setelah aku melihat wajahnya, ternyata dia adalah Kamila hahahaha."
"Hahahaha bagus sayang, ternyata meski sudah meninggal, Randi masih bisa memberikan keuntungan pada kita."
"Iya Ma, saat Randi mengirimkan video ini padaku, memang aku tak berniat untuk membuangnya, dan ingin kujadikan sebagai koleksi, oleh karena itu aku menyimpan ini semua di dalam emailku. Namun ternyata video ini bukan hanya bisa dijadikan koleksi, namun juga akan membawa kita pada kekayaan Hahhahahhaha."
"Hahahaha , Reno kau tadi lihat kan, wajah Anton yang begitu marah serta Kamila yang sangat terpukul mendengar ancaman dari kita."
"Ya Ma, aku sebenarnya sangat ingin menghajar Anton saat dia mendorongku, namun aku sadar, aku pasti kalah jika berkelahi dengannya, karena postur tubuhku tak sebanding dengan Anton yang kekar."
"Sudahlah yang penting kita sudah menang, dan akan mendapatkan kekayaan berlimpah."
Dibalik pintu, Rusli yang mendengar pembicaraan mereka hanya bisa menggelengkan kepala, lalu menghampiri Amanda. Dia meminta maaf dan berjanji akan membantu untuk menolong Kamila.
"Kenapa Kakek mau menolong kami?" tanya Amanda.
"Kakek tidak mau makan uang hasil dari merampas hak orang lain Amanda, kekayaan itu adalah milik Kevin, dan kami tidak berhak untuk menikmatinya. Kakek sangat mengenal Reno dan Fatma, dia pasti akan menghambur-hamburkan kekayaan milik Kevin, kasihan Kevin jika hidup bersama mereka, lagipula sejak Kevin di dalam kandungan Kamila, bukankah Randi juga tidak mengakuinya? Lalu dengan seenaknya Fatma akan mengambil hak asuh Kevin. Kakek tidak akan membiarkan semua ini terjadi Amanda."
"Terimakasih Kakek." jawab Amanda.
"Sama-sama Manda, sekarang temuilah kedua orang tuamu dan katakan padanya jika kau akan membantunya."
"Iya Kek."
***
Malam hari setelah resepsi pernikahan Shakila selesai, Reno tampak mengendap-endap keluar dari rumah Wina, Rusli yang melihat gerak-gerik mencurigakan dari Reno kemudian mengikutinya. Setelah berjalan kurang lebih satu kilometer akhirnya Reno menghampiri seseorang yang berdiri di samping sebuah mobil berwarna hitam.
Reno kemudian melihat-lihat ke area sekitar tempat dia berdiri, setelah dirasa cukup aman dia lalu mengeluarkan sesuatu dari jaketnya, sebuah kantong plastik yang berisi beberapa kertas lalu dia berikan pada orang yang ditemuinya. Orang itu lalu membuka lipatan kertas itu yang berisi serbuk berwarna putih lalu memeriksa serbuk itu.
"Tenang aja bro, itu asli, semua barang gue bagus. Loe ga bakalan nyesel bisnis sama gue."
"Oke, gue percaya sama loe Ren, ini buat loe." kata laki-laki itu sambil memberikan satu bendel uang kertas berwarna biru.
"Sip, makasih banyak bro. Hubungi gue lagi kalo loe butuh, gue masih banyak stok."
"Oke Ren, gue cabut dulu, barang ini mau buat pesta sama anak-anak."
"Oke, hati-hati bro." jawab Reno sambil tersenyum menyeringai.
Setelah itu, Reno kemudian pergi menggunakan taksi online yang sudah dipesannya, sedangkan Rusli pulang kembali ke rumah Wina. Dia lalu menghampiri Amanda dan Wina yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Wina, Amanda, dimana Fatma?"
"Oh Tante Fatma sudah tidur, sepertinya hari ini dia begitu lelah " jawab Wina.
Rusli lalu masuk ke dalam kamarnya, kemudian mengunci pintu kamar itu dari luar untuk mencegah kemungkinan jika sewaktu-waktu Fatma terbangun, lalu dia kembali lagi menghampiri Wina dan Amanda.
"Amanda, Wina, aku sudah menemukan cara untuk membantu orang tuamu menyelesaikan masalah ini."
"Maksud kakek?"
"Lihat video ini." kata Rusli sambil memperlihatkan video di ponselnya. Amanda dan Wina pun melihat video di ponsel Rusli. Wajah Wina pun berbinar melihat video tersebut "Aku punya ide." kata Wina.
"Ide apa Tante? Apa aku perlu memberi tahukan pada Mama?"
"Tidak perlu Amanda, biar ini akan menjadi kejutan untuk Kamila. Kalian di sini sebentar, aku akan kembali lagi."