Orang Tua Untuk Bayiku

Orang Tua Untuk Bayiku
Kebakaran Jenggot


Amanda lalu membuka ponsel milik Reno kemudian masuk ke akun email miliknya. Dia lalu menghapus semua foto dan video yang tersimpan di akun email milik Reno sampai Amanda benar-benar yakin tidak ada satupun foto-foto ataupun video yang tersimpan, dia lalu meletakkan ponsel itu di sofa, tepat di samping tubuh Reno.


Amanda lalu menghampiri Wina yang ada di dalam kamarnya. "Tante, Amanda sudah berhasil."


"Bagus Manda, lebih baik kau dan Kevin secepatnya pergi dari rumah ini sebelum mereka semua sadar. Kamu sudah mengemasi barang-barangmu kan?"


"Iya Tante, sebentar Manda mau bangunkan Kevin terlebih dahulu."


"Tidak usah Manda, ini sudah tengah malam, biar Tante yang menggendong Kevin ke dalam mobil, kau cukup mengambil barang-barangmu dan memasukkannya ke dalam mobil."


"Baik Tante." kata Amanda, lalu dia masuk ke dalam kamar dan mengambil semua barang-barang miliknya dengan Kevin. Wina dan Kevin yang masih tidur terlelap pun sudah menunggu di dalam mobil.


"Sudah semua Manda?"


"Iya Tante."


"Jalan Pak Ridho, kita ke Bandara."


"Baik Nyonya."


Amanda lalu melambaikan tangan pada Shakila yang mengantarnya sampai ke depan rumah. Dia tidak ikut mengantar Amanda ke Bandara untuk mengawasi Reno dan Fatma.


"Manda, kita mampir di hotel dekat Bandara dulu ya sayang, kamu dan Kevin beristirahatlah sebentar di sana menunggu jam penerbangan kalian."


"Iya Tante. Terimakasih sudah banyak membantu Amanda dan Mama, Tante."


"Sama-sama Amanda, ini semua juga terjadi karena Tante, jadi Tante harus ikut bertanggung jawab." kata Wina sambil menggenggam tangan Amanda.


Pukul enam pagi, Amanda dan Kevin sudah ada di dalam pesawat. Amanda melihat Kevin yang tampak begitu bersemangat dan bahagia bisa pulang ke rumahnya.


"Kau senang Kevin?"


"Ya Kak, nanti kan Kevin mau ketemu mama sama papa, juga Brian yang nakal." kata Kevin sambil sedikit mencibir.


"Hahahaha."


Dua jam penerbangan, Amanda dan Kevin habiskan dengan penuh canda dan tawa. Amanda sangat bersyukur akhirnya dapat melalui semua masalah ini.


"Kita sampai." kata Amanda saat berdiri di depan pintu rumah. Dia lalu memencet bel beberapa kali namun tidak ada jawaban. 'Kok sepi sih.' gumam Amanda. Beberapa saat kemudian, dia mendengar langkah kaki membukakan pintu.


"Amanda, Kevinnnn, kalian sudah pulang Nak."


"Iya Ma."


"Kalian baik-baik saja kan?" tanya Kamila sambil memeluk Kevin dan berulang kali menciumnya.


"Tentu." jawab Amanda sambil tersenyum. Segurat kesedihan pun mulai menghiasi wajah Kamila kembali.


"Sayang, apakah Oma Fatma tahu jika kalian pulang ke Jogja?"


"Lalu bagaimana jika mereka tahu Kevin sudah kembali ke rumah ini Manda? Nenek Fatma bahkan mengancam sesuatu hal yang begitu menakutkan sampai Papa pun tak bisa berkutik."


"Tenang Ma, semua sudah bisa Manda atasi." kata Amanda sambil terkekeh.


"Maksud kamu?"


"Video itu kan?"


"Iya video itu, bagaimana jika Reno menyebarkan video itu?"


"Mama jangan khawatir, Manda sudah berhasil menghapus video-video itu yang tersimpan di email milik Reno."


"Bagaimana bisa sayang?"


"Kan kemarin Manda udah bilang mau bantuin Mama buat selesaikan semua masalah ini, dan sekarang semua masalah udah beres Ma." kata Amanda sambil memeluk Kamila.


"Terimakasih sayang."


"Iya Ma, semua ini juga bantuan Kakek Rusli."


"Kakek Rusli?"


Amanda lalu menceritakan semua yang dilakukan mereka untuk mengelabuhi Reno dan Fatma. Kamila pun tertawa mendengar cerita dari Amanda.


"Kami memang anak yang pintar Manda." kata Kamila sambil memeluk putrinya.


***


Sementara di rumah Wina, Fatma terbangun saat matahari sudah memancarkan sinarnya dan mengintip dari celah-celah jendela.


'Sudah siang.' gumam Fatma, dia lalu melirik ke sampingnya, tampak Rusli juga sudah tertidur begitu lelap.


"Pa, bangun Pa sudah siang."


Rusli lalu membuka matanya. "Mama baru bangun?"


"Iya Pa, sepertinya tadi malam Mama tidur begitu lelap sampai kesiangan gini." kata Fatma dengan sedikit bingung.


'Yes, berhasil.' gumam Rusli sambil tersenyum.


Fatma lalu melangkahkan kakinya ke luar dari kamar. Tampak Wina dan Shakila sedang sarapan di ruang makan. "Eh Tante Fatma sudah bangun?" tanya Wina.


"Ayo sarapan Nek." kata Shakila ikut menimpali. Fatma lalu berjalan ke arah meja makan untuk ikut sarapan karena perutnya terasa begitu lapar.


"Sepertinya Tante Fatma tidur lelap sekali sampai bangun sesiang ini."


"Iya Win, mungkin Tante sedikit kelelahan karena ikut mengurus pernikahan Shakila, kepala Tante juga terasa pusing."


"Wah kalau Tante merasa kelelahan lebih baik Tante istirahat saja kembali setelah sarapan, mungkin Tante juga kurang enak badan." kata Wina sambil melirik ke arah Shakila dan tersenyum nakal.


"Iya Win, sepertinya begitu. Eh ngomong-ngomong dimana Kevin dan Amanda, kok Tante belum melihat mereka."


"Entahlah Tante, Wina juga tidak tahu."


Fatma lalu terlihat panik mendengar kata-kata Wina, dia lalu bergegas beranjak pergi dari meja makan meninggalkan sarapannya.


"Tante mau kemana? Sarapannya dihabiskan dulu Tante." kata Wina sambil terkekeh.


Fatma lalu masuk ke dalam kamar Amanda, tapi ternyata kamar itu sudah kosong. Dia lalu membuka lemari yang ada di kamar itu, namun tak ada satu helai pun baju yang tersisa.


"Kurang ajar, berani-beraninya mereka kabur dariku." kata Fatma sambil sedikit berteriak.


"Reno, mana Reno." Fatma kemudian berlari ke kamar Reno, namun saat dia melewati ruang keluarga, Fatma melihat Reno masih tertidur dengan begitu pulas di atas sofa.


"Renoooo." kata Fatma sambil berteriak. Namun Reno masih saja tertidur. Fatma kemudian berteriak lagi sambil menjewer telinga Reno.


"Aduhhhhhhh... Aduhhhhhhh apa-apaan sih, Reno lagi tidur kok tiba-tiba dijewer sih?" kata Reno dengan sedikit kesal.


"Renoooo, Amanda dan Kevin kabur, mereka sudah tidak ada di rumah ini!!!"


"Mana mungkin Ma, tadi malam saja Reno masih ngobrol sama Amanda di sini."


"Tapi mereka sekarang sudah tidak ada di rumah ini Reno, kalau tidak percaya lihat saja kamar mereka, kamar mereka sudah kosong."


Reno yang masih setengah sadar hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya. "Renoooo kenapa kamu diam saja? Cepat kirimkan video itu lagi pada Kamila untuk mengancamnya agar mereka tidak berani macam-macam lagi pada kita."


"Iya Ma, sebentar." kata Reno sambil mengambil ponsel miliknya.


Beberapa kali Reno mengotak-atik ponselnya, namun dia tidak menemukan file video Kamila yang disimpannya. Wajah Reno lalu terlihat panik dan pucat, sementara Fatma masih terus berteriak di sampingnya.


"Reno, ayo cepat kirimkan video itu pada Kamila, kenapa kamu cuma diam saja Reno."


"Maaa.." kata Reno dengan begitu takut.


"Kenapa?" tanya Fatma


"Video itu sudah tidak ada di ponsel Reno Ma." jawab Reno dengan sedikit gugup.


"RENOOOOO BAGAIMANA INI SEMUA BISA TERJADI."


Wina dan Shakila yang bersembunyi di balik tembok menahan tawa sambil sedikit terkekeh melihat tingkah mereka yang seperti kebakaran jenggot.