Orang Tua Untuk Bayiku

Orang Tua Untuk Bayiku
Rahasia yang Terbongkar


Fatma tampak mengendap-endap mendekati Shakila yang tengah asyik duduk sambil memainkan ponselnya.


"Kamu lagi ngapain Shakila, sepertinya asyik sekali."


"Oh ini lagi balas chat nya Rama Nek."


"Semoga kalian langgeng ya Nak, bisa seperti Tante Kamila dan Om Anton, tuh mereka mesra banget, Nenek aja iri lihat mereka " kata Fatma sambil tersenyum.


"Tante Kamila dan Om Anton juga ga semudah itu mencapai kebahagiaan mereka loh Nek, kisah cinta mereka itu terjal dan berliku." kata Shakila dengan begitu polosnya.


"Maksud kamu sayang?"


"Mereka juga pernah bercerai selama sepuluh tahun karena Tante Kamila difitnah Ibunya Om Anton, terus baru nikah lagi sekitar tujuh tahun yang lalu, seusia anak ketiga mereka, Brian." kata Shakila, wajahnya sedikit terlihat sedih.


"Kamu kenapa Shakila? kenapa jadi sedih? maafin nenek jika kata-kata nenek ada yang menyinggung ya sayang."


"Gapapa Nek, Shakila cuma inget kejadian masa lalu, yang bikin Mama terpuruk."


"Oh maafkan Nenek Shakila, Nenek tidak tahu. Lantas apa itu ada hubungannya dengan Kamila?"


Shakila pun mengangguk pelan. "Nek, Kevin adalah adik sedarah Shakila."


Fatma begitu terkejut mendengar kata-kata Shakila, keringat dinginpun seketika keluar dari tubuhnya, namun dia berusaha tetap terlihat tenang agar Shakila tidak curiga padanya. "Maksud kamu Nak?"


"Apa Nenek siap kalau Shakila cerita semua ini?"


"Tentu Shakila, Nenek akan siap menerima semua kebenaran yang telah terjadi."


"Tante Kamila adalah cinta pertama Papa Randi."


DEGGGGGG


Hati Fatma rasanya begitu sesak mendengarnya. 'Jadi, dia wanita yang pernah diceritakan Randi saat berada di Jawa?' batin Fatma


"Nenek, apa Nenek baik-baik saja?"


"Tentu, lanjutkan saja ceritanya."


"Saat Tante Kamila sudah bercerai dengan Om Anton, Papa mendekati Tante Kamila lagi dan berbohong padanya jika Papa belum menikah. Tante Kamila memang begitu polos, dengan mudahnya terbujuk oleh rayuan Papa, hingga akhirnya Tante Kamila hamil. Namun Papa begitu jahat, saat tahu Tante Kamila hamil dia mencampakkannya dan secara tidak langsung telah membunuh Ibu Tante Kamila dengan cara memperalat Mama, semua keluarga Tante Kamila marah, dan dia diusir dari rumah. Yang lebih parah, Papa juga sudah menculik dan memperkosa Tante Kamila, kemudian membuangnya di hutan belantara, sungguh begitu jahat perbuatan Papa. Namun Tante Kamila masih bisa selamat dan ditolong oleh seseorang, dialah yang mengadopsi Kevin. Orang tua angkat Kevin adalah orang yang begitu kaya raya, namum nahasnya mereka mengalami kecelakaan dan meninggal sehingga Kevin diasuh kembali oleh Tante Kamila yang sudah menikah lagi dengan Om Anton. Dan semua warisan suami istri tersebut jatuh pada Kevin."


"Shakila, jadi Kevin itu juga cucu Nenek?"


Shakila pun mengangguk. Fatma lalu memandang Kevin dengan derai air mata. "Nek." kata Shakila.


"Maaf, nenek cuma sedih, sejak awal melihat Kevin, nenek seolah-olah melihat Randi dalam dirinya."


"Ya nek, dia memang anak kandung Papa. Maaf jika Shakila mengatakan ini semua, namun Papa memang telah begitu jahat pada Mama dan Tante Kamila, sehingga saat itu Nenek dan Kakek ikut terkena imbasnya."


"Tidak apa Nak, maafkan Papamu ya sayang, Nenek tidak tahu jika Randi sejahat itu pada kalian semua." kata Fatma sambil terisak.


"Sudah Nek, semua sudah berlalu, Mama juga sudah bangkit dari keterpurukannya, kami sudah lama memiliki kehidupan baru tanpa Papa." kata Shakila sambil memeluk Fatma. Fatma pun mengangguk dan tersenyum menyeringai dalam pelukan Shakila.


"Shakila, nenek istirahat dulu ya, kepala nenek sedikit pusing."


"Iya nek, beristirahatlah, besok kita sudah memulai rangkaian prosesi pernikahan."


"Iya Nak, Nenek masuk kamar dulu."


Fatma lalu bergegas masuk ke dalam kamar dan menemui suaminya. "Papa..."


Rusli yang sedang asyik menonton televisi pun dibuat kaget olehnya. "Mama kenapa sih?"


"Papa, benar kan apa kata Mama kalau Kevin itu darah daging Randi."


"Kamila dan Anton pernah bercerai, dan saat mereka bercerai Kamila dan Randi pernah menjalin hubungan sehingga lahirlah Kevin. Berita baiknya Pa, Kevin pernah diangkat oleh seorang suami istri yang kaya raya, dan semua hartanya diberikan pada Kevin."


"Yang benar Ma."


"Tentu saja benar."


"Jadi Kevin juga cucu kita?" kata Rusli, matanya pun sedikit berkaca-kaca.


"Papa, kok jadi sedih sih."


"Papa terharu Ma."


"Ga usah pake sok-sokan terharu, yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya agar kita bisa ikut merasakan harta warisan Kevin dari orang tua angkatnya."


"MAMAAAA!!!"


Acara memasak barbeque telah selesai dan semua orang telah masuk ke kamar mereka masing-masing. Malam ini Amanda akan tidur bersama Shakila karena tiba-tiba Anton datang dan tidak mau mengganggu kedua orang tuanya. Brian dan Kevin pun telah tertidur dengan begitu lelap.


"Mas, ada yang ingin kubicarakan."


"Apa sayang?" kata Anton sambil mendekap tubuh Kamila.


"Apa Mas tadi lihat ada sepasang suami istri paruh baya yang duduk di dekat Shakila?"


"Ya, memang ada apa dengan mereka sayang?"


"Mereka adalah Tante dan Om Randi, Mas."


"Jadi kenapa?"


"Aku takut mereka tahu siapa Kevin yang sebenarnya, karena Kevin begitu mirip dengan Randi, aku takut mereka curiga Mas. Kamu tahu sendiri aku sudah tidak ingin berurusan dengan masa laluku."


"Tak ada yang perlu ditakutkan sayang jika ada aku disini, aku akan selalu melindungi kalian."


"Terimakasih Mas."


Kamila lalu memeluk suaminya, kemudian Anton pun mulai menc*umi tubuh istrinya. "Eh, Mas tunggu dulu, sepertinya ada yang terlewat."


"Hah, apa sayang?"


"Bagaimana tadi perjalananmu dengan Chyntia?"


"Nothing special hahhahahhaha, dia begitu marah dan kesal padaku."


"Memang apa yang sudah kau lakukan padanya Mas?"


"Cuma menukar kursi pesawat ku dengan Bianca, lalu sepanjang perjalanan dia hanya ditemani oleh Bianca, dan ketika kami sampai di hotel, aku tidak ikut turun untuk menginap bersama mereka tapi pergi ke Bandara untuk menemuimu disini."


"Hahahaha dasar kamu Mas, angan-angan Chyntia untuk menikmati perjalanan bersamamu gagal dong?" ledek Kamila.


"Begitulah, dan sejak siang, aku sudah menghubungi Wina dan mengatakan jika aku akan datang malam ini, dia pun mengirimkan alamat rumahnya padaku."


"Jadi Wina sudah tahu kamu akan datang Mas? kenapa di bercerita padaku?" kata Kamila dengan sedikit kesal.


"Aku yang menyuruh Wina untuk tidak menceritakan semua padamu, bukan lagi kejutan namanya jika kamu tahu kedatanganku."


Anton lalu mulai menerjang tubuh istrinya. Lalu bibi*nya kian sibuk mengu"lum bibi* Kamila. "Aku mencintaimu sayang, aku tak ingin jauh darimu meski sebentar saja."


"Aku juga mencintaimu Mas, dan begitu merindukanmu." kata Kamila saat Anton melepas bibi* istrinya dan sibuk memainkan b*ah dad* milik istrinya.


"Aku juga sayang." kata Anton sambil menanggalkan pakaian istrinya dan memeluk dan mencu*bu tub*h polos Kamila.