
Kamila masih menangis di dalam kamar di temani oleh Anton. Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam kamar mereka. "Amanda, kok kamu disini, Kevin dan Brian dimana?"
"Tenang aja, mereka lagi tidur di kamar Tante Wina."
"Pa, Ma, Manda mau minta sesuatu dari Papa dan Mama."
"Apa sayang?"
"Selama Manda masih liburan, Manda mau menghabiskan sisa liburan di sini bersama Kevin."
"Kamu tau darimana kalau Kevin akan tinggal di sini?"
"Apa sih yang Manda ga tau." jawab Amanda sambil memeluk Kamila.
"Mama jangan nangis lagi dong, ada Manda di sini, Manda janji akan selalu membahagiakan Mama dan Papa."
'Tenang saja Pa, Ma, Manda juga akan membantu kalian untuk mendapatkan hak asuh Kevin kembali.' gumam Amanda.
"Iya sayang."
"Sekarang Mama sama Papa istirahat saja, jangan terlalu banyak berfikir, biar Manda yang menyelesaikan masalah Mama dan Papa " kata Amanda sambil terkekeh.
"Bisa apa kamu anak kecil. Hahahaha." kata Anton sambil mencubit kedua pipi Amanda.
"Lihat saja besok Pa, Ma. Manda keluar dulu ya mau bantuin Tante Wina."
"Iya sayang."
***
Kamila berkali-kali memeluk Kevin, air mata masih mengalir di pipinya meski semalaman dia telah menangis, namun rasa sakit dan sedih masih menguasai isi hatinya.
"Kevin sayang, untuk sementara Kevin tinggal di sini dulu ya sama Tante Wina dan Kak Manda. Besok kalau urusan Mama dan Papa udah selesai, Mama ke sini lagi untuk jemput Kevin."
"Iya Ma, Kevin pasti kangen sama Mama, Papa, dan Brian."
"Iya Nak, kamu yang sabar ya, doakan Mama agar secepatnya menjemputmu."
'Jangan harap.' gumam Fatma.
"Sebaiknya aku masuk saja, malas lihat orang-orang yang hidupnya banyak drama kaya mereka." kata Fatma.
Wina lalu memeluk Kamila. "Kamu yang sabar ya Kamila, aku janji akan membantumu mengembalikan Kevin. Bersabarlah sebentar."
"Iya Win terimakasih banyak. Aku pamit dulu ya, titip Amanda dan Kevin."
"Iya Kamila, anggap saja Kevin sedang berlibur di rumahku."
"Iya Win, permisi. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, hati-hati di jalan Mila."
Kamila, Anton dan Brian lalu masuk ke dalam mobil menuju ke Bandara untuk pulang ke Jogja. Wina lalu menuntun Kevin masuk ke dalam rumah bersama dengan Amanda dan Shakila. Fatma yang melihatnya lalu mendekat pada Wina.
"Berikan Kevin padaku Wina, mulai saat ini Kevin adalah tanggung jawabku."
Mendengar kata-kata Fatma, Kevin lalu bersembunyi di balik tubuh Wina. Namun Fatma menarik tangannya. "Kemari Kevin, ayo sama nenek." kata Fatma dengan senyum menyeringai. Kevin yang ketakutan hampir saja meneteskan air matanya.
"Kemari Kevin, ayo ikut nenek, sebentar lagi kita akan pulang ke rumah nenek. Oh tidak, sebaiknya kita membeli rumah baru Kevin, rumah yang lebih besar dibandingkan dengan rumah ini." kata Fatma sambil terkekeh.
"Tidak akan kubiarkan kau membawa Kevin." kata Wina.
"Apa katamu Wina? Hak asuh Kevin akan jatuh ke tanganku. Jadi aku berhak membawanya pergi dari rumah ini Wina."
"Ayo Kevin sayang, kita berkemas, kita akan pergi ke rumah nenek." kata Fatma.
"Cukup Nek, tidak akan kubiarkan Kevin pergi dari rumah ini! Kevin adalah anak kandung Papa, dan dia adalah adikku, aku lebih berhak mengasuh Kevin dibandingkan kalian semua yang ada di sini." kata Shakila.
"Hah, enak saja kau berbicara seperti itu Shakila."
"Memang kenyataannya seperti itu, dia adalah adik tiriku, kami memiliki darah yang sama yaitu darah daging Papa Randi, sedangkan kalian tidak ada yang memiliki hubungan sekuat aku dan Kevin dengan Papa Randi."
kata Shakila sambil tersenyum.
"Iya Shakila, terimakasih." jawab Amanda sambil tersenyum.
"Jangan berani menentangku Shakila, atau video milik Kamila ini akan kusebar sekarang juga, aku tinggal menyuruh Reno untuk menyebarkannya, lalu dalam sekejap hidup Kamila pun hancur. Hahahaha, bukan hanya itu tapi perusahaan milik Anton juga pasti akan hancur karena tidak mungkin ada yang mau bekerja sama dengan pengusaha yang istrinya memiliki skandal dengan laki-laki lain."
"Hahahaha jadi Tante sedang mengancam kami?"
"Tentu saja Wina." jawab Fatma sambil tersenyum menyeringai.
"Bagaimana jika video ini pun kusebar?" kata Shakila sambil memperlihatkan sebuah video yang berisi tentang Reno yang sedang melakukan transaksi jual beli narkoba semalam.
"Sekarang Shakila tanya pada nenek, kemana Reno tadi malam setelah pesta pernikahan usai? Sepertinya Shakila tidak melihat keberadaan Reno di rumah ini."
"I...I.. Itu."
"Kemana Nek?" kata Shakila sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Dasar kalian kur"ng aj*r, berani-beraninya kalian mempermainkanku."
"Kami tidak mempermainkanmu Tante Fatma, kaulah yang lebih dulu membuat permainan ini."
"Dasar bre*gsek kalian semua." kata Fatma sambil masuk ke dalam kamar. Melihat Reno yang sedang tertidur, emosi Fatma kian memuncak.
"Renooooo."
"Ada apa sih Ma, pagi-pagi udah teriak-teriak, Reno kan baru tidur, kan Mama tahu sendiri tadi malam Reno main sama temen-temen Reno."
"Reno, saat ini kita dalam situasi yang berbahaya."
"Mama gimana sih, sebentar lagi kita kan jadi orang kaya."
"Jangan mengkhayal Reno."
"Bukankah kenyataannya seperti itu? Kita kan sudah menang dari Kamila, dan itu semua berkat Reno."
"Iya sebelum keadaan berubah dan berbalik menjadi bumerang untuk kita."
"Maksud Mama?"
"Kamila dan Wina sepertinya sudah berkomplot untuk mengembalikan lagi Kevin kepada Kamila. Bahkan Shakila sekarang sudah berani menentang mama."
"Apa??? Shakila?"
"Ya, gara-gara Shakila kita gagal membawa Kevin pergi dari rumah ini."
"Memang apa yang telah dilakukan Shakila Ma?"
"Ini semua juga gara-gara kamu Reno! Sekarang mama tanya, kamu dapat uang darimana bisa membeli minuman-minuman mahal yang tadi malam kau minum bersama teman-temanmu?"
"Emh.. Itu.."
"Katakan Reno, darimana kau dapat uang untuk membeli minuman seperti itu?"
"Itu uang Reno Ma, uang simpanan milik Reno."
"Jangan bohong Reno, kau sudah berjualan obat-obatan itu lagi kan? Katakan pada mama yabg sejujurnya."
"Iya Ma, tadi malam Reno menjual sisa stok sabu-sabu yang masih Reno simpan di salah satu tempat rahasia milik Reno. Sebelum ke rumah ini, Reno mengambil barang itu terlebih dulu untuk Reno jual."
"RENOOOOO!!! TAHUKAH KAMU KARENA KEBODOHANMU ITU RENCANA KITA GAGAL UNTUK MENDAPATKAN HAK ASUH KEVIN!!!!"
"Apa maksud Mama?"
"Shakila memiliki video saat kau sedang melakukan transaksi Reno dan dia mengancam akan memberikan video itu pada polisi jika kita menyebar luaskan video milik Kamila."
"Benar-benar kurang a*ar, darimana Shakila memiliki video itu?"
"Itu yang masih mama pikirkan, pasti seseorang di rumah ini sudah memata-matai ku."
"Itu juga yang mama pikirkan."