
Assalamu'alaikum ... readers online tercintahku.
Makasih banyak akak mei ucapkan. Kalian nungguin up Yusha dan Niar. Tapi, berat hati akak mei jabarin alasan kenapa akak mei gak crazy up lagi.
Cerita ini sudah akak mei pindahin ke Apl sebelah.
Loh ... kok begitu akak mei? akak mei jahat! Gak nepatin ucapan!
Maaf, beribu maaf. Jawabanku karna terpaksa. Hampir 5 bulan akak mei ngedur jadwal dan tanpa hasil apapun. Kita butuh kuota, butuh untuk cek kesehatan, dsb.
Akak mei berusaha sabar nunggu sampai bab 59 berharap ada kebijakan. Namun, harus menelan kekecewaan. Jadi, tolong maafkan dan maklumi ya, readers.
Tapi kabar baiknya, cerita Niar dan Yusha bukan pindah ke apl berbayar kok. Di sana, kalian tetep bisa baca gratis sampai tamat. Sama seperti di sini hanya pakai kuota data saja. Jika akak mei bohong, kalian bisa minta pertanggung jawabanku.
Yang masih penasaran dengan kisah mereka, kalen boleh ikutin akak mei ke sana🤭 tapi, akak mei gak maksa, karna ada alasan ram hp kecil gak bisa download apl lagi. Gak Apa, akak mei cuma nyari keberuntungan di pf lain. Nanti, kalau di sana sudah signed, cerita yang di sini bakal akak mei ganti dengan cerita baru. Belum tau judulnya apa dan kapan. Soalnya akak mei ngajuin 2 tempat, jika 2-2nya keterima, maka semakin sibuk tamatin Niar sama Yusha. Dan Justin Hudson dengan Deschara Mega (Treatrical Wedding) di dream.
Insyaallah, akak mei gak ninggalin kalian seutuhnya, akak mei tetap sempetin di sini bersama Gibran dan Aisyah (Bidadari untuk pria pendosa) Cerita itu sudah ada kesepakatan dengan pihak Noveltoon akan ada kebijakan baru, makanya mereka gak ikut di boyong kemana-mana. Mereka tetep di sini sampai tamat.
*Jika usaha yang kita lakoni segenap jiwa, mempertaruhkan orang-orang sekitar sebagai korban egoisnya waktu dan kita tanpa menikmati hasil, maka lambat laun akan menghadirkan kelelahan dan menyerah.*
Yang penasaran, boleh ikut akak mei ke apl FICTUM (APLIKASI GRATIS TANPA KOIN) hanya saja di sana belum up karena belum selesai atur berkas, tapi sudah pasti pindah ke sana. Nama pena di sana ganti akak mei, bukan mei_mei.
Sekali lagi, mohon maaf ya 🙏🙏🙏
Kisah ini akan akak mei rombak dengan cerita baru. Mulai dari judul, isi cerita semua baru. Kalian boleh baca ulang cerita dari bab pertama. Kalau tidak, ya, tidak apa. Kapan mulai up cerita baru? jika cover berubah berati cerita ini sudah akak mei ganti.
Sepenggal kisah baru pengganti Niar dan Yusha.
Judul: Penyigi Rindu
Sadewa Bagaskara, setiap kali menunggu seseorang di Dermaga Sanubiru netra tajamnya selalu menemukan pemandangan berbeda tentang keberadaan sosok gadis yang berhasil mencuri perhatiannya.
Takdir membawa Sadewa bersua singkat dengan ia yang membuat rasa penasarannya membumbung tinggi. Gadis manis berpakaian sama dan selalu menyepi di tempat paling ujung dari Dermaga Sanubiru. Terlihat gurat kesedihan membingkai garis wajah ayunya. Menyiratkan suatu kesakitan yang terpendam.
Pertama tak ada yang berati, hingga pertemuan sekian kali mampu mengulik kehidupan seorang gadis yang baru diketahui bernama Akiane Prameswari. Gadis penyimpan teka-teki tentang keberadaannya di Dermaga Sanubiru.
Akiane gadis berbeda. Keceriaan, senyuman, kosa kata telah banyak melebur bersama penantiannya. Gadis bertubuh mungil tapi memiliki mata indah itu ingin menyendiri walau berada di tempat keramaian. Menganggap sekitar hanya panorama kelengkapan alam semesta, tidak memperdulikan hiruk pikuk manusia lain. Yang ada hanya rindu dan penantian yang tak tahu arah ujung.
Waktu dan pertemuan mengubah perasaan Sadewa, pria berwajah oval itu menaruh perasaan terhadap Akiane, gadis keras hati dan dingin tak ingin tersentuh. Bertekad ingin mengembalikan semuanya yang telah melebur. Mengganti luka dengan ukiran sajak indah. Namun, ia mendapat tantangan besar untuk meluluhkan perasaan Akiane yang selalu berteguh pada pendiriannya, tidak akan memberikan rindunya untuk lelaki lain.
Ditolak berkali-kali tak membuat Sadewa menyerah, justru semakin gencar menunjukan suatu arti perasaan. Mendampingi Akiane dan memberikan gambaran tentang penantian yang tak berujung hanya seperti waktu yang sia-sia.
Bangkit dari terjatuh bukan hal buruk. Tak bertakdir bukan suatu alasan untuk menumpuk pilu.
Mengajarkan bagaimana membuka mata, bangkit untuk melupakan bayangan yang hanya berbalut lara. tersenyum dan melambai pada jalan kenangan.
Mampukah Sadewa menjadi si Penyigi untuk Akiane? Atau pada akhirnya sigi itu akan padam dan semakin menggali kelipatan sebuah rindu.