MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Sindiran


" Nggak tau.. Bagaimana lipstik itu berada di situ" Tanya Ilham bingung melihat Lipstik yang merah dan terang di baju nya.


" Kakak nggak tau, apa pura pura nggak tau kak " Tanya Zira pada suaminya dengan wajah datar.


Ilham menyerjit " Kau menuduh ku selingkuh? " Tanya Ilham menatap istrinya.


" Kakak sendiri yang bilang itu, aku hanya bertanya tentang lipstik ini, mana mungkin ini ada menempel di sini jika bukan wanita yang menempel kannya kan " Kata Zira kembali menatap suaminya.


Ilham terdiam dan mengingat ingat bagaimana bisa ada lipstik menempel di bajunya. Tiba tiba dia teringat dengan wanita yang terjatuh semalam di acara tepat di dada bidang nya, Ilham akhirnya tau kemana datang nya lipstik itu.


" Owh, mungkin itu lipstik semalam wanita yang terjatuh dan tidak sengaja menabrak ku, kurasa itu milik nya " Jawab Ilham kembali melihat ke arah istrinya.


" Kalau hanya menabrak tidak mungkin parfum nya bisa setajam ini rasa aromanya yang menempel di baju kak Ilham " Kata Zira lagi yang sangat tidak mempercayai ucapan suaminya.


Wanita semalam itu memang sengaja menyemprot kan parfum ke baju nya kemudian berpura pura menabrak Ilham berniat menggoda nya, tapi sayang Ilham hanya diam dan menatap nya datar kemudian melangkah pergi meninggal kan wanita itu.


" Apa maksud ucapan mu itu Zira, kau sedang menuduh ku hm? " Tanya Ilham pada istrinya.


Zira diam berusaha menangkan hatinya. Setelah itu dia meninggal kan suaminya dan melangkah pergi dari hadapan suaminya membawa baju Ilham masuk ke dalam ruang ganti dan kembali menyimpanya.


Ilham masih memandangi punggung istrinya yang masih berwajah datar.


Zira menggendong bayinya satu dan Ilham menggendong dua turun ke lantai bawa untuk sarapan. Tapi Zira masih mendiami suaminya, dia masih tidak puas hati dengan penjelasan yang dia dengar dari mulut suaminya.


" Pagi 3 AR... Udah pada bangun ni " Kata Nining menghampiri Ilham dan mengambil salah satu dari kedua anak nya yang dia gendong.


" Kau tidak sarapan Ning? " Tanya Zira.


" Udah kok mbak, maaf aku sarapannya lebih dulu, karena pengen menjaga si 3 AR nya " Jawab Nining tersenyum manis.


" Tidak apa, terima kasih Ning " Ujar Ilham tersenyum pada Nining.


Nining membentuk nol pada tangannya dan mengacung kan pada Ilham. " Santai saja kak " Jawab Nining tersenyum.


" Ya sudah, kami sarapan dulu ya " Ujar Zira tersenyum pada Nining yang juga sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah.


" Sippp "


Ilham dan Zira melangkah ke dapur setelah menitik bayi bayinya pada Nining.


Di meja makan.


Zira menyiap kan sarapan untuk suaminya tapi masih dengan wajah datarnya.


Ilham menarik nafas dalam saat sadar jika istrinya tidak mempercayai penjelasannya tadi di kamar.


Zira duduk dan mulai memakan makanan nya. " Kau masih marah " Tanya Ilham pada istrinya.


" Untuk apa aku marah, bebas kok jika kakak mau menikah lagi juga tidak masalah, kan sebelumnya juga kak Ilham memiliki istri dua, kak Ilham juga cukup mampu kan meski punya istri lebih dari lima " Jawab Zira menyindir suaminya terang terangan. Karena Zira memang bukan wanita yang bisa menahan diri jika sesuatu yang tidak dia sukai.