
Rumah sakit.
Zira Baru saja Selesai Di periksa Oleh Dokter. Dan Melangkah Keluar. ILham Menggandeng Istrinya Berjalan Dengan Pelan.
" Kau Tunggu di sini Dulu ya. Aku mau Ke toilet Sebentar" Kata ILHam Dengan Lembut Menduduk Kan Istri nya Di kursi ruang Tunggu.
Zira mengangguk" Jangan Lama Kak" kata Zira.
" Iya, Hanya sebentar" Jawab ILham Tersenyum Pada Istrinya kemudian Melangkah Ke toilet.
Tidak Berapa lama Seorang Wanita yang Sedang Hamil Berusia Delapan Bulan Lewat Di depan Zira. Zira Menyerjit Seperti mengenal wanita Itu.
" Mbak Salfa. Iya, Itu Kan Mbak Salfa" Gumam Zira.
" Mbak Salfa" Panggil Zira Pada Salfa.
Salfa Mengalih kan Pandangannya dan Melihat Pada Zira Yang Juga Sama Seperti diri nya yang sedang mengandung.
" Zira" Panggil Salfa Tersenyum Pada Zira dan menghampiri Zira.
" Wah, Benar Mbak Salfa, Kirain Tadi aku salah Liat Mbak." Ujar Zira Tersenyum senang karena Bisa Bertemu Dengan mantan Madu nya.
Salfa Mendudukkan Dirinya Di sebelah Zira" Kau Sendiri? " Tanya Salfa Ramah.
" Tidak, Aku dengan kak ILham. Tapi dia Ke Toilet Sebentar" Jawab Zira.
" Kau Sudah Hamil Ternyata" Ujar Salfa Lagi.
" Iya. Itu kandungan Mbak Salfa Udah Berapa Bulan ya" Tanya Zira.
" Delapan Bulan. Kalau Kamu" Tanya Salfa Juga.
" Enam Bulan Mbak"
"Loh, Kok Besar nya sama kayak Punya Ku ya" Heran Salfa Melihat perut Zira yang sama Besar dengan kandungannya Padahal Kehamilan mereka Berbeda Dua Bulan.
" Ya Mbak, Itu Karena Aku sedang hamil Anak Kembar tiga Mbak" Jawab Zila.
" Owh Pantesan " Jawab Salfa.
Tiba tiba Terdengar suara Dani Memanggil nama Salfa. Dani baru saja dari kasir menyelesai kan pembayaran nya.
Deg !
Zira tertegun mendengar Suara Dani yang memanggil Salfa. Dia Sangat Mengingat Suara Dani Yang Telah membuang nya ke dalam sungai.
Walau Pun kejadian itu sudah Berlalu beberapa Bulan yang lalu. Tapi Zira masih sangat mengingat dengan Jelas suara Dani yang meminta Maaf Pada nya Kemudian Mendorongnya ke dalam Sungai Secara Perlahan.
Zira mengangkat Pandangannya Dan menatap Bola Mata Dani Dengan Dalam. Dani juga Menatap Zira.
Apa dia mengetahui Ku. Batin Dani Memutus Kan Kontak Mata nya bersama Dengan Zira.
" Aku sudah Selesai, Mari Kita pulang" Kata Dani Pada Salfa.
Zira Masih terdiam " Zira, Aku pamit Dulu" Kata Salfa Izin pamit Pada Zira.
" Ya Mbak, Hati hati Di jalan " Kata Zira. Saat Mereka Ingin melangkah Pergi, Zira Kembali Menghenti Kan langkah Kaki mereka berdua.
" Mbak Salfa. Bisa Beri kan Aku nomor Ponsel Mbak Salfa" Tanya Zira.
" Tentu saja" Jawab Salfa Mencari ponsel nya di tas nya tapi Tidak Menemukan Ponsel nya. " Seperti nya aku terlupa membawa Ponsel Ku dari rumah. " Kata Salfa. Karena dia juga tidak Hapal Dengan Nomor Yang bari saja dia pakai.
" Hubungi nomor ini saja jika Kau Mencari Salfa" Kata Dani memberi kan Zira Nomor Ponsel nya yang sering dia bawa bawa di saku nya.
" Terima kasih''
ππππ
Buat Undian ni. Yang Mana Yang mau di terbit kan Dulu setelah Novel MADU tamat. Siapa Yang paling banyak Undiannya. Maka itu yang Di terbit Kan Lebih Dulu.
DERETAN UNDIAN π€π€π€π
Alzam&Nining.\= Alurnya mengandungi sedikit PENANTIAN ya. Di antara Alzam yang harus Kembali ke Mesir dan meninggal Kan Nining Yang Sudah Di jodoh kan Dengannya. setelah Nining tumbuh Dewasa Berusia 18 tahun menjelma menjadi gadis cantik yang Mengagumkan Baru mereka di pertemukan Lagi selama tiga tahun Alzam di mesir, Saat itu Nining sudah Kuliah.
Alham&Nana. \= Kisah Mereka Berdua Ini mengandung Kisah Yang menyedih Kan. Karena Alham Tidak mencintai Nana dan Sangat Mengabai Kan Nana. Pernikahan Mereka Berdua Ada lah Pernikahan Yang terpaksa Karena sebuah Kesalah Pahaman.
Daffa&Riska. \= Pernikahan Kilat Karena Daffa terpaksa harus Mengganti Kan Kenan Yang lari dari pernikahannya. Dan juga Daffa Tidak Mencintai Riska. Beda Dengan Riska Yang sangat Mencintai Daffa. Tapi Daffa Masih Menghargai Riska Sebagai Istrinya Dan tetap memperlakukan Riska dengan Baik.
β€οΈβ€οΈ