MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Bohong


Zira menatap Dalam Wajah suaminya.


" Kia" Panggil ILham Lagi menyadar Kan Istrinya.


Zira tersadar dan menggeleng kan kepalanya kemudian kembali melihat Ke arah Suaminya.


" Ada apa Om memanggil ku kemari" Tanya Zira melihat Suaminya.


" Tunggu tunggu, Tadi katanya Dia" Tunjuk Zira Pada Sekretaris Jack" Om sedang sakit, Terus kenapa Om ada di sini" Tambah Zira penuh selidik.


ILham jadi gelagapan tidak tau ingin bicara apa.


" Maaf Nona, Tadi tuan Muda sudah memanggil saya untuk mengambil kannya air minum, Tapi saya Tidak mendengarnya,Maka Itu tuan muda turun ke bawah untuk memanggil saya. Maaf kan saya Tuan Muda" Sahut Pak Din berbohong pada Zira untuk menyelamat kan tuannya dari pertanyaan istrinya. Pak Din juga meminta Maaf pada tuannya Untuk mempermulus kebohongannya.


" Tidak mengapa pak Din " Jawab ILham dengan wajah datarnya. Padahal dia sedang ingin tertawa mendengar ucapan Pak Din yang sangat terampil berbohong.


Tiba tiba semua lampu di mension ILham mati.


" Loh Loh Loh... Ini lampunya kok mati semua" Kata Zira tanpa sadar memegang lengan suaminya karena gelap.


ILham tersenyum tipis saat Zira memegang langannya di dalam gelap.


" Ada apa ini Jack " Tanya ILham pada sekretaris Jack.


" Sepertinya sedang mati listrik Tuan Muda" Jawab Sekretaris Jack." Saya juga pamit pulang Tuan" Tambah Sekretaris Jack.


" Hm " Dehem ILham menjawab Sekretarisnya sambil menghidup kan lampu ponselnya.


" Eh.. Jangan di tinggal akunya... Enak aja Udah bawa aku kemari, Sekarang mau di Tinggal aja.. " Sewot Zira saat Mendengar Sekretaris Jack pamit untuk pulang.


" Jack Buru buru, Istri nya sedang hamil besar di rumahnya, Apa lagi ini kan mati Listrik, Kasihan Istrinya. Jadi dia tidak bisa mengantar mu'' Jawab ILham yang membuat Sekretaris Jack melongo.


Istri? Hamil Besar? Aduhh... Aku masih perjaka di kata punya istri hamil besar lagi. Batin Jack.


" Iya kan Jack" Tambah ILham Bertanya pada Sekretaris Jack yang hanya terlihat samar samar Karena gelap.


" I Iya... " Jawab Jack Gugup Menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Terus aku bagaimana Dong" Tanya Zira Lagi.


" Kalau Begitu saya pulang dulu tuan muda" Ujar Jack buru buru memotong ucapan Zira dan Langsung melangkah pergi sambil menghidup kan Ponselnya.


" Antar aku pulang dong Om"Kata Zira pada ILham Yang masih berdiri di dekatnya. Zira merasakan Panas Pada lengan suaminya.


" Om Panas banget" Zira mengangkat tangannya dan menempel kan di jidat suaminya " Panas Banget.. Kenapa Tidak Di kamar saja Om.. Mari aku hantar saja ke kamar Om.." Ucap Zira tidak tega pada ILham yang sangat panas.


ILham mengangguk kemudian menyatuh kan jari jarinya pada jari jari Istrinya. Zira ingin menarik tangannya. Tapi entah mengapa dia merasa nyaman menerima sentuhan pria di sebelahnya itu.


ILham menarik pelan tangan Zira naik ke lantai atas dengan hati hati, Karena gelap apa lagi saat ini Zira sedang mengandung Calon Bayi Mereka berdua.


Tiba di kamar. Zira menyuruh ILham untuk berbaring. Zira juga mengambilkan Obat untuk suaminya dan memberikannya untuk meminum nya. Zira tidak sadar jika di kamar suaminya ada air minum, Jika dia sadar pasti Dia tau jika Pak Din Tadi sedang berbohong.


" Bagaimana dengan ku om.... " Tanya Zira pada ILham yang sudah selesai meminum obat.


ILham Tidak menyahuti istrinya, Dia sengaja berpura pura tidur agar Zira tidak meminta untuk pulang.


Merasa ILham tidak menyahutinya, Zira mendekat kan cahaya ponsel ILham ke wajahnya. Berniat mengecek suaminya apa dia sudah tidur.


" Lah.. Tidur... Jadi aku bagaimana Dong.. Aishhhh Kenapa aku bisa terjebak di rumah Om Om Ini Sih.." Kesal Zira.


Zira berdiri dan membawa Ponsel suaminya berniat mencari sofa atau apa lah di kamar itu untuk dia tidur malam ini. Karena dia juga tidak tau mau kemana jika dia keluar dari kamar suaminya, Zira takut sesat di mension megah itu. Fikir Zira.


Zira melihat sebuah Sofa Panjang yang berada di dalam kamar suaminya. Dia mendudukkan dirinya di Sofa masih memegang ponsel ILham.


" Aku tidur di sini aja deh.. Mana Mungkin juga dia macam macam sama aku, Dia kan sedang sakit" Gumam Zira merebahkan Dirinya di sofa.


Zira melihat Layar Ponsel Suaminya. Ternyata di layar Ponsel ILham adalah Foto pernikahan mereka juga. " Mana Istrinya.. Kok enggak ada.." Batin Zira melihat Wanita bercadar di dalam Foto Tersebut. Zira kembali menyimpan ponsel ILham dan bersiap untuk tidur. Hanya beberapa saat Saja Zira sudah tertidur sangat pulas.


ILham yang sadar jika Istrinya sudah tertidur. Membangun kan dirinya turun dari kasur dan menghampiri istrinya mengangkat pelan tubuh istrinya naik ke ranjangnya.


Zira sama sekali tidak sadar Ilham memindahkannya. Karena dia memang sudah sangat mengantuk dan juga Lelah. Semenjak Usia kandungannya hampir masuk bulan ke empat, Zira merasa sering kelelahan, Mungkin karena Bayi yang dia kandung kan bukan hanya satu.


ILham merapikan tidur istrinya. " Kenapa kau tidur di sofa, Kau bisa Terjatuh, Dan itu akan Membahayakan calon bayi kita Gadis Bodoh" Kata ILham Mengusap lembut perut.


ILham sangat bahagia karena akhirnya dia bisa mengusap Perut istrinya. Tiba tiba dia merasa Bayi di dalam perut istrinya sedang bergerak.


💕💕💕


Maaf 🙏para reader. Di sini sudah beberapa hari ini hujan berturut turut. Dan jaringan juga terganggu😁


Semalam Up satu tapi karena jaringan Erro, Eh tekan dua kali, Dua juga yang Up wkwkwkwkwkw🤣