MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Malu


" Nanti saja Kak" Jawab Zira Dengan suara seraknya saat mendengar suaminya membangun kan nya.


" Kau belum sarapan Baby" Goda ILham pada Istrinya dengan memanggil nya 'Baby'


Zira langsung menduduk kan diri nya dengan semangat Empat lima. " Baby? Manis banget suami ku.. Baik Lah, Aku akan membersih kan tubuh ku, Kemudian Sarapan" Kata Zira bersemangat mencium pipi suaminya sekilas dan melangkah ke kamar mandi.


ILham tersenyum melihat istrinya yang sangat menggemas kan.


Setelah itu ILham Melangkah ke ruang ganti dan menyiap kan istrinya gaun yang longgar Dan juga Jilbabnya. Tidak lupa dengan kaos kaki yang tipis Untuk istrinya Beserta **********.


Zira keluar dari kamar Mandi Dan langsung memakai Pakaiannya Yang di siap kan Oleh Suaminya. Dan Lagi lagi mencium Pipi suaminya kemudian Mengucap Kan 'Terima kasih'


,,,


Di Mini market.


Nining tadi Keluar Untuk Membeli Pembalut Alias tuala Wanita. Dia sedang datang bulan Dan pembalut nya hanya tinggal satu yang terakhir dia gunakan.


" Tinggi Banget.. " Kata Nining dari tadi mondar mandir ingin meraih pembalut yang sangat tinggi.


" Di coba lagi deh" Nining Mengangkat kakinya ingin meraih pembalut yang masi lumayan Tinggi.


Tiba tiba Sebuah Tangan Kekar meraih pembalut tersebut dan memberi kannya pada Nining.


" Kau Membutuh kan Ini" Kata Pria tersebut Memberi kan Nining pembalut.


Nining mengangkat pandangannya dan melihat pria tinggi putih dan sangat tampan dengan wajah yang Khas Arab yang kental.


Blusshhh


Wajah Nining memerah seperti keping rebus karena seorang pria yang mengambil kannya Pembalut.


" I Iya.. Terima kasih.. " Kata Nining gugup berusaha menutupi rasa Malunya.


Ustadz Alzam tersenyum Tipis Saat sadar Gadis kecil di hadapannya sedang merona karena Malu dia mengambil Kan nya pembalut. Dia adalah Ustadz Alzam Sodara Kakak laki laki Zira, Tapi mereka tidak saling mengenal Karena Zira memang belum mempertemu kan mereka.


" Sama sama.. " Jawab Ustadz Alzam.


" Saya permisi" Kata Nining buru buru meninggal Kan Ustadz Alzam.


Tiba di kasir ternyata Nining lupa membawa Uang yang Nining menepuk jidat nya saat dia mengingat jika dia melupakan uangnya di meja Rias. " Astagfirullah" Kata Nining.


Nining sangat malu" Maaf Mbak, Aku terlupa membawa Uang ku tadi, Di cancel Aja Mbak, Maaf" Kata Nining merasa malu.


Siapa Suruh buru buru, Ini kan akibat Nya, Malu maluin. Batin Nining tersenyum Canggung.


" Biar saya yang bayar" Tiba tiba terdengar suara bariton dari punggung Nining.


Nining membalikkan sedikit tubuhnya dan melihat pada Pria tersebut.


Ternyata dia adalah Ustadz Alzam. " Tidak Usah Kak. Di Cancel aja Mbak " Kata Nining merasa tidak enak. Apa lagi dia tidak mengenali Ustadz Alzam.


" Tidak apa, Hitung saja sama ini sekalian" Kata Ustadz Alzam memberikan beberapa barang milik nya pada Kasir. Setelah Kasir menghitung semuanya Alzam memberikan Kartunya pada Mbak Kasir untuk membayar tagihannya.


" Terima Kas--- Ucapan Nining terpotong oleh ucapan Ustadz Alzam.


" Nanti saja kau berterima kasih, Ikut aku ke mobil ku, Aku akan mengantar mu pulang Kata Ustadz Alzam.


" Tidak usah Kak" Jawab Nining cepat.


" Kau ingin pulang berjalan kaki? Tapi tidak apa, Hitung hitung olah raga" Sindir Usradz Alzam menahan Tawanya Yang dia sembunyi kan. Dia tau pasti gadis itu lupa Jika dia tidak punya uang sama sekali. Fikir Ustadz Alzam melangkah ke mobilnya.


" Aku melupakan Satu pion Itu.." Gumam Nining Berlari pelan Mengikuti Punggung Ustadz Alzam.


Buk !


Nining menabrak Punggung Ustadz Alzam saat Tiba tiba dia menghentikan Langkah kakinya.


" Ada apa kau mengikuti ku" Tanya Ustadz Alzam Pura pura tidak tau.


" I Itu.. Rumah suami mbak Zira sangat jauh dari Sini" Lirih Nining Merasa Sangat malu untuk yang kedua kalinya di hadapan pria yang tidak dia kenali di hadapannya.


Alzam lagi lagi menahan tawanya yang tidak di sadari oleh Nining. " Baik Lah Ayo, Aku akan Mengantar mu pulang" Jawab Alzam.


" Ter---


" Stock saja terima kasih mu" Ujar Alzam yang kembali memotong ucapan Nining.


Setelah itu Alzam Mengantar Nining untuk pulang ke mension ILham.