
"Nyonya Oma, Zira ijin sebentar ya untuk keluar, Zira hanya sebentar kok untuk membeli sesuatu" Kata Zira Pada Nyonya Oma yang sedang duduk bersantai di ruang keluarga. Selama satu Minggu di rumah nyonya Oma. Sarah benar benar tidak mengijinkan Zira keluar dari Rumah sesuai yang di beritaukan Pada ILham.
Sebelum Nyonya Oma menjawab Zira. Terdengar suara Seseorang memberi salam.
" Assalamualaikum Nyonya Oma... Im'Coming... " Salam Alham yang baru tiba dari Jerman pagi tadi.
" Waalaikumsalam" Jawab Oma Sarah menyambut tangan Alham yang sedang menyalaminya kemudian mencium kedua pipi cucunya.
Zira Tanpa sadar melihat wajah Alham dengan Intens. Apa Es balok itu jika tersenyum akan setampan ini.. Wah, Wajah mereka sangat mirip" Batin Zira masih menatap Alham.
" Matanya di jaga Kakak ipar, bukan Muhrim Soalnya bagaimana jika kakak ipar jatuh cinta pada pandangan pertama" Canda Alham tersenyum manis dan menaik turun kan alisnya melihat ke arah Zira.
Zira buru buru mengalih kan pandangannya dari Alham. "Kenapa kakak Ipar, Lagi bayangin ya jika Suami Kakak ipar Si kulkas berjalan itu tersenyum apa setampan aku, Hayo... Yang lagi kangen suami" Tambah Alham menggoda Zira.
" Ngaco.. Yang satu ngaco, Yang satu terlewat datar" Gumam Zira mengumpati si kembar kakak beradik.
" Aku mendengarnya kakak Ipar" Jawab Alham pada gumam Zira.
" Alham, Kapan kau kembali" Tanya Kusuma menghampiri cucunya. Kusuma baru dari kamar.
" Pagi tadi Kek " Jawab Alham menyalami Kakek Kusuma.
" Zira, Mau kemana " Tanya Kakek kusuma saat Melihat Zira sudah bersiap siap.
" Zira mau keluar sebentar Kek" Jawab Zira tersenyum manis pada Kakek Kusuma.
" Ya sudah, Suruh Alham saja untuk mengantar Mu.. Lagi pula ini kan sudah malam" Kata Kakek Kusuma.
" Tidak usah kek, Kak Alham juga kan baru tiba." Jawab Zira merasa tidak nyaman jika saudara kembaran suaminya itu mengantarnya.
" Tidak apa, Pergi sama Alham saja.. Sana Antar kakak ipar mu" Kata Sarah menyuruh Alham pergi mengantar Zira.
" Zip Nyonya Oma" Kata Alham.
Akhirnya Alham dan Zira Pamit untuk keluar bersama menggunakan Mobil Alham.
,,,
Di Mobil.
" Tidak ada yang berubah.." Jawab Zira seadanya saja.
" Hmmmm Benar kah... "Kata Alham.
" Apa Salfa sudah keluar dari Mension kak ILham? " Tanya Alham Lagi pada Zira.
Zira menyerjit" Keluar Dari mension kak ILham?. Kenapa dia harus keluar dari sana ?? Mbak Salfa Kan Istrinya kak ILham Juga " Jawab Zira heran mendengar pertanyaan Adik iparnya.
" Lah, Kakak Ipar belum tau ya jika Kak ILham Kan sudah menjatuh kan Talak Tiga pada Salfa." Ujar Alham.
Zira Kaget mendengar ucapan Alham.
" Jatuh talak Tiga? Kapan? " Tanya Zira dengan tingkat kekepoonnya.
" Udah hampir satu bulan, Sebelum kak ILham Berangkat pertama kali ke Taiwan" Jawab Alham memarkir Mobilnya di sebuah Apotik. Ternyata Zira Tadi meminta Izin pada Nyonya Oma, Dia ingin ke Apotik Karena dari kemarin dia terus bersin bersin.
" Mau beli apa di sini Kakakk Ipar " Tanya Alham.
" Dari kemarin aku sering bersin bersin. Jadi kau mau beli beberapa obat. sebentar ya, Kak Alham tunggu di sini saja" Kata Zira Dan langsung turun dari mobil Alham setelah di angguki Oleh Alham. Dia tidak bertanya lagi pada Alham tentang Salfa.
Saat Masuk ke dalam Apotik Zira merasa seperti ada yang sedang mengikutinya dari arah belakang.. Dia berasa seperti ada yang sedang memperhatikannya.
Apa cuma perasaan ku saja Ya.... Batin Zira.
Dia masuk membeli keperluannya di apotik. Saat keluar dari apotik Zira juga masih merasa hal yang sama seperti ada yang mengikutinya.
Zira hanya menyerjit kemudian melanjutkan langkah kaki nya kembali ke mobil Alham.
,,,
Pukul 12 Malam.
Zira sedang tertidur dengan sangat pulas. Tiba tiba sepasangan tangan kokoh menariknya ke dalam pelukannya dan memeluk hangat Tubuh Kecil Zira dan mencium pucuk kepalanya.
Zira terjaga dari tidurnya saat merasa ada yang memeluk Tubuh nya.