
Deg !
ILham membeku saat melihat wajah Istrinya. Tanpa sadar ILham menjatuh kan ponselnya yang berada di tangannya.
" Zira. " Kata ILham Menyebut nama Istrinya.
Dua bulan Hidup di Kota, Kulit Zira sudah kembali ke asalnya. Karena dia tidak lagi pergi sungai untuk mencuci pakaian yang membuat nya berubah warna. Hanya pakaian Zira saja yang masih lusuh.
Tanpa aba aba ILham Langsung memeluk erat Tubuh Istrinya sambil menjatuhkan air matanya. Zira membeku saat mendengar suara Suaminya, Peluk kan ILham dan suaranya Sangat tidak asing bagi Zira.
Perlahan Zira mulai menyadari jika dirinya di peluk oleh pria asing. Zira menolak Tubuh ILham " Om siapa ya? Ada apa Om meluk meluk aku " Kata Zira menarik kasar lengannya yang di pegang oleh ILham.
" Zira, Ini aku Zira, Suami mu" Kata ILham kembali ingin meraih tangan Zira tapi dengan Secepat Kilat Zira menjauhkan tubuhnya dari ILham.
Zira memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit saat mendengar ILham Mengatakan Jika Dia adalah 'Suami' nya
" Menjauh!! " Teriak Zira karena ILham kembali mendekatinya. Zira merasa kepalanya seperti ingin pecah
" Zira, Kau Kenapa Zira, Ini Aku Suami mu Zira.." Kata ILham Lagi.
" Tidak !!! " Teriak Zira karena kepala nya terasa ingin pecah mendengar Ucapan Suaminya.
" Zi--- Belum habis ILham menyebut nama istrinya, Dia sudah terjatuh tidak Sadar kan diri.
Brukkkk
" Zira ! " Teriak ILham Dan langsung menangkap Tubuh istrinya Sebelum mendarat di lantai.
" Buruan Jack, Kita ke rumah Sakit" Perintah ILham Dan langsung membawa istri nya ke rumah sakit dengan Segera.
,,,
" Maaf Tuan Muda, Bisa kita bicara di ruangan Saya" Tanya Dokter yang tadi menangani Zira. Zira masih belum sadar kan diri dan sudah di pindah kan ke ruang VIP
ILham mengangguk Cepat dengan Wajah Yang sangat Cemas.
ILham dan Dokter tersebut masuk ke ruangan dokter itu.
" Dari hasil pemeriksaan saya, Istri Anda sedang hilang ingatan, Dan sepertinya nona pernah di suntikkan dengan sebuah Cairan ke dalam tubuhnya yang merosak ingatan Nona."
ILham sangat Kaget mendengar penjelasan Dokter. Bagaimana Bisa.. Siapa Yang melakukan nya. Batin ILham.
" Apa Istri saya Masih bisa di sembuh kan Dokter ?" Tanya ILham semangkin penasaran cemas marah Pada Orang yang tega melakukan perbuatan keji pada Istrinya. Semua bercampur aduk menjadi satu.
Dokter menari nafas berat" Saya sebagai dokter juga tidak yakin Untuk kesembuhan Istri anda tuan, Karena dari hasil pemeriksaan, Nona akan merasa sakit yang sangat berat di kepalanya jika mengingat sesuatu yang berkaitan masa lalu nona, Dan jika nona di paksa untuk mengingat masa Lalunya, Itu bisa berakibat Fatal, Karena akan membuat ingatan nona Lumpuh total seumur hidup dan tidak bisa mengingat lagi siapa dirinya." Jelas Dokter tersebut.
ILham tersentak kaget mendengar ucapan Dokter dan mengusap Wajahnya dengan perasaan yang sangat kusut." Apa yang harus saya lakukan dokter" Tanya ILham dengan raut wajah sedih.
" Jangan sekali kali memaksa nona untuk mengingat masa lalunya Tuan, Biarkan Nona sendiri yang mengingatnya, Karena jika masih di paksakan juga, Itu bisa membahayakan Nyawa nona, Dan kandungannya" Jelas Dokter melarang keras untuk membuat Zira mengingat masa Lalunya. Cairan yang di suntikkan Dani ke dalam tubuh Zira benar benar telah merosak Ingatan Zira.
" Kandungan ?? " Tanya ILham mengulangi perkataan dokter tersebut. ILham memang tidak menyadari kehamilan Zira karena terlalu bahagia bisa menemukan Istrinya, Dia tidak sadar dengan perut istrinya.
" Iya Tuan, Kandungan nona berusia Empat belas minggu" Jelas Dokter tersebut lagi.
ILham membeku mendengar ucapan Dokter dan mencerna nya. ILham tersadar jika Waktu yang di sebut kan oleh Dokter, Istrinya masih bersamanya. Itu Artinya Zira Sedang hamil Anak mereka berdua.
ILham sangat bahagia saat menyadari yang berada di kandungan Istrinya adalah anaknya, tapi dengan bersamaan dia juga Sedih karena istrinya sama sekali tidak mengingat apa pun.