MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Ke mension Ilham


" Bagaimana Nona Kia, Apa kita bisa berangkat sekarang" Tanya Sekretaris Jack.


Zira menyerjit." Untuk apa aku mau ke sana... Aku juga tidak mengenal Tuan Mu dengan Baik" Kata Zira menolak untuk Ke mension ILham.


" Tapi Nona, Karena anda tuan saya demam, Karena Tadi siang tuan muda menemani Anda ke Pasar" Jelas Sekretaris Jack menyalahkan Zira atas demam tuannya Agar Zira mau ikut dengannya ke Mension Tuannya. Karena Jika sampai Zira tidak ikut dengannya ke mension Suaminya, Bisa Bisa dia akan di marahi besok di kantor dan mengatakan jika dia tidak becus. Fikir Jack mengingat tuan dinginnya.


Zira membolakan kedua bola matanya mendengar sekretaris Jack yang menyalahkannya karena tuannya sakit.


Buk !


" Argg " Ringis Sekretaris Jack Karena Dia juga mendapat kan tinju Zira di lengannya.


" Enak aja Loh, Tuan Mu yang sakit, Tapi salahannya ke aku.. Asal anda tau ya, Tuan mu sendiri yang memaksa untuk ikut dengan ku Tadi, Aku juga tidak memanggilnya kali. Udah Arh, Mengganggu saja" Kata Zira membalikkan tubuhnya ingin melangkah masuk ke dalam.


" Nona, Tolong saya Nona, Tuan Muda akan Menghukum saya Besok di kantor jika sampai nona Kia tidak mengikuti saya Malam Ini ke Mension tuan muda nona" Kata sekretaris Jack memelas Pada Zira.


Zira kembali membalikkan tubuhnya melihat ke arah Sekretaris Jack " Apa sih mau nya tu Om Om Itu.. Lagian Aku juga bukan Dokter kali bisa nyembuhin dia jika dia sakit. Dan juga aku bukan Muhrim nya. Mana Bisa aku ke sana, Bagaimana Jika dia apa apain aku, Ogah Arh.." Kekeh Zira benar benar tidak ingin ke Mension Suaminya.


Apa Nona Muda... Bukan Muhrim... Drama Apa lagi ini... Bukan Muhrim dari hongkong Nona, Bayi di perut Nona Itu milik Benih Tuan muda ILham.Batin Sekretaris Jack mengusap wajahnya frustasi ingin bicara apa pada tuan mudanya jika Zira tidak mau ke Mensionnya malam Ini.


Mbok Kasih yang kasihan melihat Sekretaris Jack, Menghampiri Zira mencoba untuk membujuknya.


" Maaf Neng Kia. Bukan seharusnya lebih baik Neng Kia Ke sana Saja dulu, Siapa tau tuan mereka benar benar membutuh kan Pertolongan neng Kia. " Bujuk Mbok Kasih pada Zira.


Zira menarik nafas. Kemudian mengangguk pelan. Karena dia merasa tidak enak jika membantah Mbok Kasih yang sudah seperti Orang tuanya sendiri.


Sekretaris Jack Dan Zira akhirnya berangkat ke mension ILham.


,,,


Beberapa minit berlalu Sekretaris Jack Dan juga Zira sudah tiba di halaman Mension ILham yang sangat Luas.


Zira terdiam melihat Mension mewah di hadapannya. Kenapa aku merasa Tidak Asing dengan Rumah Ini. Batin Zira.


Sekretaris Jack membuka Pintu Mobil dan mempersilakan Zira untuk masuk ke dalam Mension.


Sepanjang perjalanan Masuk ke dalam Mension ILham, Zira merasa sangat tidak Asing dengan mension suaminya. Kenapa Aku merasa seperti pernah Tinggal di sini. Batin Zira lagi.


Tiba Di ruang keluarga Mension ILham. Zira melihat Foto pernikahan ILham yang sangat besar bersama dengan seorang wanita bercadar. Itu Adalah foto pernikahan mereka berdua. ILham memang sudah menaruh Gambar pernikahan Mereka di ruang keluarga beberapa bulan yang Lalu.


ILham ada di lantai dua sedang mengawasi Zira. Dia ingin melihat Seperti apa reaksi Istrinya saat tiba di mensionnya.


Zira memegang kepalanya yang terasa Pusing. Zira mulai merasa sakit pada Kepalanya saat bayang bayang wajah suaminya yang sudah mulai jelas melintasi alam bawah sadarnya.


ILham yang tau jika Zira tidak baik baik saja buru buru berlari ke bawah dan menyebut nama Kia.


" Kia" Panggil ILham Agar bayang bayang ingatan alam bawah sadar Zira Buyar.


" Hah ! " Zira tersadar dan langsung melihat Ke arah Suaminya. Zira menatap dalam wajah Tampan suaminya. Dia merasa Jika bayang bayang yang sering mengganggu nya selama ini sangat Mirip dengan Pria Di hadapannya.