MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Ini semua gara² kak ILham


Ilham berbaring di dekat istrinya dengan wajah yang cemberut.


Zira melihat ke arah suaminya kemudian mengangkat satu alis nya saat melihat wajah cemberut suaminya, ketiga bayi kembar mereka sudah pada tidur.


" Ada apa kak? kok wajahnya di tekuk kek gitu" Tanya Zira melihat Wajah cemberut suaminya.


" Hah !! " Ilham menghembus kan nafas berat nya.


" Kenapa sih? " Tanya Zira semangkin bingung melihat tingkah suaminya.


" Sudah dua minggu tidak ada jatah dari mu baby" Kata ILham lemah.


Zira melongo melihat suaminya, sedetik kemudian Zira menertawai suaminya.


" Hahahahaha... Hanya karena jatah toh? Kirain apaan... Ada ada saja sih kak" Kata Zira di sisa tawa nya.


" Kalau begitu bagusnya aku menikah lagi kan, Agar ada untuk obat ngobatinnya" Jawab Ilham bercanda pada istrinya.


" Ya sudah, besok saja aku cariin wanita yang mau menikah ma kak Ilham, Setelah itu aku dengan si kembar terbang ke Mesir, Gimana? Adil kan.." Ujar Zila membalas suaminya.


ILham langsung menarik istrinya dan memeluk nya dengan erat " Enak saja mau bawa si kembar dan ninggalin aku di sini, kau itu sudah tidak bisa kemana mana lagi, kau kan sudah saing mati bersama ku baby" Kata Ilham mencium setiap inci wajah istrinya.


" Cih ! Bucin akut" Ejek Zira pada suaminya.


" Bucin, GR.. Udah lahiran bertambah GR, mau sudah sangat jelek, di pandang juga sama sekali tidak ada manis manis nya " Ilham kembali mengeluar kan kata kata yang membuat Zira menatap tajam ke arah nya.


" Apa kata mu Sayang" Tanya Zira.


" Kau sangat Jel---- Arkhhhhh" Teriak Ilham karena ternyata Zira menggigit dada bidang nya.


" Aduh baby, sudah sakit" Kata Ilham mendorong pelan kepala istrinya.


" Canda dikit aja nggak bisa " Kata Ilham mencolek pundak istrinya yang sedang merajuk.


" Udah, nggak usah colek colek, kalau kak Ilham mencolek lagi, Aku akan pergi besok ke Kairo beneran" Kata Zira kesal pada suaminya.


Ilham langsung berhenti mencolek istrinya dia sangat takut jika istrinya benar benar meninggal kan nya ke mesir.


,,,


" Hiks Hiks Hiks Ini semua salahnya kak ILham" Kata Zira menangis seperti anak kecil di lantai kamar nya.


Ilham mengacak rambut nya frustasi menghadapi Zira yang terus menangis dari pagi sampai sore.


" Udah dong baby.. Itu kan reski dari Allah kan" Kata Ilham frustasi membujuk istrinya.


" Ya bener reski, Tapi itu bagaimana itu... Ketiga kecebong mu masih pada kecil semua, Dan aku hamil Lagi Aaaaa Hiks Hiks ini semua gara gara kak Ilham" Kata Zira kembali menangis.


Bagaimana Tidak, Ketiga bayi nya baru berusia Enam bulan dan Zira ternyata hamil lagi berusia satu bulan.


" Sayang sudah ya.. " Bujuk Ilham mendekati istrinya ingin menarik tubuh istrinya dari lantai tapi langsung di tepis oleh Zira.


" Nggak usah nyentuh aku.. Aku lagi kesel sama kak Ilham" Kata Zira mengencang kan suara tangisan nya.


Ilham mengusap wajah nya dengan kasar menghadapi bayi besar yang menangis lupa untuk diam hanya karena dia hamil lagi.


" Bagaiman jika kita ambil baby sister saja untuk menjaga bayi bayi kita baby" Ilham sama sekali tidak berputus asa masih terus membujuk istrinya.


" Nggak, Nanti kak ILham tergoda lagi sama baby sisternya" Kata Zira masih sempatnya ngawur walau dalam keadaan dia masih menangis dan mengusap usap hidungnya sambil bersandar di kaki ranjang.