
Tiba-tiba sebuah tangan kokoh menyodorkan Zira Air Aqua di samping nya. Zira melihat Orang yang menyodorkan nya air minum bola matanya bertemu dengan bola mata pria di samping nya.
Dia adalah ILham. Ternyata ILham juga sedang berjogging. Tadi saat pulang dari masjid dia naik ke kamarnya. Tapi dia tidak melihat Zira di dalam kamar. Ternyata Zira sedang berada di Balkon kamar, Zira juga tidak menyadari keberadaan ILham. ILham mengganti pakaiannya kemudian pergi lagi untuk berjogging.
Kembali pada ILham dan Zira.
Zira kembali mengalihkan pandangannya ke depan tanpa mengambil Air yang di beri kan oleh ILham. Dia juga mengabaikan keberadaan suaminya.
ILham mendudukkan dirinya di sebelah Zira. " Baju siapa yang kau pakai " Tanya ILham pura pura tidak tau dan sengaja Memulai pembicaraan pada istrinya yang dia tau jika istrinya sedang mengabaikannya.
Zira langsung melihat pada bajunya. " Baju Abang abang penjual cakar" Jawab Zira asal karena dia benar benar bete sama suaminya.
ILham langsung menahan tawanya mendengar ucapan Zira yang mengatainya penjual 'Cakar'
" Apa kau sudah membeli baju itu dari abang penjual cakar yang kau maksud" Tanya ILham juga ikut meladeni ucapan istrinya.
" Ya Sudah, Aku buka saja untuk ngembaliinnya" Jawab Zira ingin membuka bajunya.
" Silakan" Jawab ILham santai.
" Ck " Decak Zira menatap kesal pada suaminya." Ngapain kak ILham di sini" Tanya Zira dengan nada yang tidak bersahabat.
" Apa ada larangan aku tidak bisa di sini" ILham malah kembali bertanya pada istrinya.
" Terserah " Kata Zira kembali berdiri dari duduknya dan melanjut kan berjogging. ILHam juga berdiri dan ikut berjogging bersama istrinya.
" Ngapain Ngikutin Sih" Ketus Zira.
" Emang Ada larangan ikutin Istri sendiri" Tanya ILham bercanda tapi masih dengan wajah datarnya.
Aneh ma ni Orang, Entah seperti apa ekspresinya sedang bercanda atau serius, semua ekspresi wajahnya itu terlihat sama saja, 'Datar' kayak ngak pernah bahagia saja. Batin Zira melihat wajah ILham yang sering terlhat datar.
" Kau sedang mengumpati ku" Tanya ILham sedikit mendekat kan dirinya pada Zira dan masih berjogging.
" Tidak" Jawab Zira cuek.
Drrttt Drrttt Drrttt
Tiba tiba ada sebuah mobil yang melaju dan seperti sengaja ingin menabraknya.
" Kak ILham !! Awas !! " teriak Zira dan langsung menarik tubuh suaminya menghindari mobil tersebut. Mobil itu juga langsung melaju dengan kencang meninggalkan mereka berdua yang terjatuh dengan tubuh Atletis ILham menimpa tubuh kecil Zira.
" Kau tidak apa apa " Tanya ILham ILham Buru buru menarik dirinya dari tubuh Zira.
Zira menggeleng" Tidak, Hanya saja aku sepertinya keseleo " Jawab Zira memegang kakinya yang terasa sangat sakit akibat keseleo semasa Menarik ILham tadi.
ILham langsung mengecek Kaki istrinya dengan hati hati." Apa sakit" tanya ILham di angguki oleh Zira.
ILham memunggungi Zira " Naik lah, Aku akan membawa mu Pulang nanti di rumah Nyonya Oma baru di periksa lagi" Ujar ILham menyuruh Zira naik di punggung nya.
" Nggak Usah kak, Di sini itu sangat jauh Dari Mension Oma" Jawab Zira.
" Naik Zira, Atau kau mau tidur si sini, Aku juga tidak membawa Mobil, jadi hanya seperti ini jalannya." Kata ILham masih memunggungi Zira.
" Tapi aku berat Loh kak, Aku kuat Ngemil" Ujar Zira Sambil menahan kakinya yang terasa sakit.
Gadis ini... Sempat sempatnya. Batin ILham menggeleng.
" Naik lah Zira... " Kata ILham lagi.
" Baik " Zira mengambil posisi ingin naik di punggung suaminya.
" Bisa ? " Tanya ILham.
" Ya Kak" Jawab Zira dan langsung naik di punggung suaminya.
ILham berdiri saat Zira sudah naik di punggung nya.
" Apa berat Kak" Tanya Zira memeluk Leher Suaminya.
" Apa kau berniat membunuh ku" Tanya ILham karena Zira menyekik nya.
Zira buru buru melonggarkan pelukannya pada suaminya.