MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Lihat aku


Sarah kembali menatap tajam pada cucu menantunya." Hamil anak Ayam.. Ya hamil anak suami mu lah, Masak hamil Anak Kambing " Jawab Sarah Ketus pada Zira yang membuat Kusuma lagi lagi tertawa ngakak melihat Oma mertua dan Cucu menantu yang satu angkuh, yang satu bar bar.


" Bagaimana mau hamil nyonya Oma... Suami ku Aja ngak mau Nanam benih nya di Rahim aku... Masak Mau minta Suami Jiran yang nanamnya" Kata Zira Ceplas ceplos berniat mengerjai Suami nya agar di marahi Oleh nyonya Omanya.


Uhuk uhuk uhuk


Kali ini ILham lagi yang kembali Terbatuk mendengar ucapan Zira yang mengadukan nya pada Omanya.


Zira buru buru menolak air pada ILham dan dengan wajah tanpa dosa.


"Apa !!! " Teriak Sarah menatap tajam pada ILham.


" T Tidak nyonya Oma.. Zira hanya bercanda.. Benar Kan Zira.." Kata ILham yang menyorot tajam Zira.


" Enggak Kok Nyonya Oma.. Aku enggak Bohong "Jawab Zira Kembali memojokkan ILham.


Gadis ini........ Awas Kau...... Geram ILham dalam hati karena Zira benar benar mencari gara gara dengan nya.


" Temui Oma nanti di ruang kerja Daddy mu" Perintah Oma Sarah.


Sssssttttt. Ringis ILham dalam hati. Karena dia pasti akan di ceramahi Hingga dua Jam atau lebih.


,,,


Selesai Makan malam ILham Benar benar di ceramahi Oleh nyonya Oma nya di ruang kerja Daddynya yang berada di Mension Oma Sarah. ILham benar benar geram pada Zira yang mengadukan nya pada Nyonya Oma nya.


Setelah dua Jam ILham melangkah masuk ke dalam kamarnya. Zira ternyata sedang berada di toilet.


Drrrtttt Drrrtttt Drrrtttt


ILham melangkah mendekati Ponsel istrinya dan melihat Ada tiga panggilan yang tidak di jawab.


Sam. Batin ILham yang melihat nama itu.


Drrrtttt Drrrtttt Drrrtttt


Ponsel Zira kembali berdering dengan Nama yang sama. ILham mengangkat panggilan Sam.


"Hello Assalamualaikum.. Awak kat Mane ni Wak... Dari tadi saye call call, Asal awak baru jawab Erk.." Tanya Sam beruntun pada ILham yang dia anggap Zira.


ILham langsung menutup panggilan Sam dan melangkah mendudukkan dirinya di sofa yang berada di dalam kamarnya. ILham benar benar marah tapi dia coba untuk menguasai dirinya.


Tidak lama Zira juga keluar dari Toilet. " Siapa Pria yang menghubungi mu " Tanya ILham pada Zira.


Zira terdiam sebentar dan melihat Ponselnya yang berada di tangan suaminya.


" Pria siapa " Jawab Zira terlihat cuek pada Suaminya.


ILham yang memang sudah geram dengan tingkah Zira berdiri dari duduknya menghampiri Zira dan langsung memegang kasar dagu Zira, Tapi Zira hanya diam tidak melawan sedikit pun.


" Sudah ku katakan ! Jangan coba coba menyelingkuhi ku ! Apa kau juga J***l*****g sama seperti Salfa" Bentak ILham pada Zira masih memegang dagu Zira.


Tak !


Zira menepis tangan ILham yang mencengkram Dagunya. " Apa kau fikir semua wanita itu sama ! Kau yang kenapa ! Kak ILham itu kerjaan nya marah, Marah, Dan Marah saja ! Apa kakak tidak bisa bicara baik baik.. Apa kakak lupa ! Kakak itu nikahin aku hanya karena ingin balas dendam ! Terus apa peduli kak ILham ! " Zira juga ikut Emosi dan meneriaki ILham.


ILham tersentak mendengar ucapan Zira. Zira melangkah ke sofa meninggalkan ILham yang masih mematung " Kak ILham itu egois... kak ILham itu tidak membutuhkan pendamping untuk mendampingi hidup kakak.. Wanita itu tidak ada artinya bagi kak ILham... Kakak terjebak dengan perasaan Cinta kakak Yang pernah di sakiti oleh Mbak Salfa... Tersakiti sehingga yang ada di fikiran dan hati kakak itu hanya ingin balas dendam, Sehingga kakak Rela mengorbankan orang lain untuk ambisi kakak.. Lihat aku kak ILham... Lihat aku.... Aku juga manusia.. Aku juga istri yang membutuhkan kasih sayang dari seorang suami yang tidak menganggap ku... Aku juga bisa sakit... Aku bukan robot, Aku bukan Manekin.... Jika kakak memang tidak membutuhkan aku, Lepaskan aku kak ILham... Jangan menyiksa ku Untuk terikat di sisi kakak" Kata Zira dengan suara yang bergetar hebat menahan sebak yang memburu di dadanya mengeluarkan unek unek yang bersarang di dalam hatinya sambil menangis.