MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Untung aku sakit


ILham langsung menahan istrinya. " Baik lah, Kita Ke pasar " Pasrah ILham seumur umurnya dia Sama sekali tidak pernah menginjakkan kakinya di tempat yang bernama 'Pasar' itu.


ILham kembali menghidupkan Mobilnya dan berjalan menuju ke Pasar.


Tiba Di pasar ILham terdiam sebentar melihat pasar Yang sangat padat.


" Om, Pintunya di buka dong" Kata Zira kesal karena suaminya hanya diam melihat keluar jendela mobil dan mengunci pintu mobilnya.


ILham membuka kunci Mobilnya saat mendengar suara Zira.


Mereka sama sama melangkah keluar dari Mobil. Saat Zira ingin melangkah masuk ke dalam pasar, Tiba Tiba ILham mencegah lengan istrinya.


"Jangan lewat situ, Banyak laki-laki di situ, Lewat sana saja" Kata ILham Menarik tangan istri.


Zira melepas pegangan tangan ILham di tangan nya dan kambali melangkah ingin masuk ke pasar. Lagi lagi ILham menahan tangan nya.


" Jangan di situ, Di Sebelah sini saja" Kata ILham lagi kembali menahan istrinya.


Zira masih diam dan menurut saja pada ILham.


Saat ingin melangkah masuk dari arah yang berbeda. ILham kembali menahan istrinya.


" Jangan di situ, Lihat pria juga sangat banyak di situ " Kata ILham menunjuk pada Pria pria yang separuh berbelanja, Dan separuhnya berjualan.


Zira menatap tajam pada ILham " Om apa apaan sih!! Udah kayak suami aku aja, main atur atur aku segala. Tadi di sana katanya banyak Laki laki, pindah ke sana bilangnya yang sama juga, Sekarang di sini masih bilang gitu juga. Maunya apa Sih ! Ya Wajar lah banyak laki laki, Kan mereka berjualan juga membeli, Ini kan pasar" Ketus Zira pada ILham Yang dari tadi terus mengatur nya dan tidak mengijinkan nya masuk ke dalam pasar.


Sssttttt Pedas sekali mulut nya. Seperti cabe rawit. Batin ILham meringis dalam hati.


" Mending kita belanja nya Di Mall saja, Bagaimana ? " Tawar ILham. Dia benar benar tidak rela jika istri sampai tidak sengaja bersentuhan pada laki laki lain.


Zira memutar bola mata malas dan melangkah masuk ke pasar tanpa peduli lagi pada ILham.


ILham yang tidak punya pilihan lain terpaksa mengikuti istrinya masuk ke dalam pasar.


Di dalam Zira sedang memilih milih bahan apa saja untuk jualan mereka di warung nanti.


Astagfirullah.. Berapa lama lagi aku harus di sini. Batin ILham. Untung dia memakai masker. Jika tidak, Pasti dari tadi lagi dia sudah berlari Keluar karena tidak tahan dengan berbagai aroma di dalam pasar.


Setelah Satu jam Zira berbelanja, Akhirnya dia sudah selesai dan melangkah bersama ILham ke mobil.


ILham membantu Zira masukkan barang belanjaan Zira ke dalam mobil. Setelah itu mereka juga masuk ke dalam mobil dan ILham kembali menjalankan mobilnya menuju Warung Mbok Kasih.


,,,


Aching ! Aching ! Aching !


ILham bersin bersin di mobil dan memarkir mobilnya di pinggir jalan. " Loh.. Om kenapa? " Tanya Zira mengambil tisu yang berada di mobil ILham. Entah sadar atau tidak Zira menempelkan tisu tersebut di hidung ILham dan mengusapnya. ILham tertegun dengan perlakuan Zira.


"Udah baikan Om? " Tanya Zira Dengan polosnya memegang bahu suaminya.


ILham menatap Bola mata Zira. Dia sangat merindui Istrinya dan ingin segera memeluk nya. Tapi dia juga khawatir jika sampai istrinya kenapa kenapa lagi seperti kemarin.


Kau Bagai kan mawar yang beracun, Hanya bisa di pandang, Dan tidak bisa di sentuh. Batin ILham.


"Om" Panggil Zira pada ILham yang termenung.


"Aku tidak apa apa" Jawab ILham menggeleng.


ILham kembali menghidupkan Mobilnya menuju warung.


,,,


" Mas Zaka, Aku ingin sekali melihat Zira Mas.. " Kata Zahra gelisah.


" Kan udah lihat siang tadi Sayang'' Jawab Ustadz Sulaiman meraih istrinya dan memeluk nya.


" Aku tidak puas Mas Zaka, Itu jauh banget.. Aku pengen melihat nya dari jarak dekat, Aku pengen memeluk nya Mas" Kata Zahra mulai menjatuhkan air matanya karena dia sangat merindui putri nya.


" Zahra.. Tahan perasaan mu sayang.. Kau mau putri kita kenapa-kenapa, Kau mau Zira tidak bisa mengingat kita Lagi, Bagi dia sedikit waktu dulu untuk mengenali Suaminya, Mas yakin pelan pelan dia akan mulai Mengingat ILham.." Kata Ustadz Sulaiman membujuk Zahra.


Zahra mengangguk pelan tanpa menghentikan Air matanya yang terus mengalir.


Ya Allah.. Ku serah kan semua dalam genggaman mu. Sembuh kan lah putri kami seperti sedia kala. Batin Ustadz Sulaiman berdoa dalam hati.


,,,


Aching ! Aching ! Aching !


ILham masih terus bersin bersin, Ternyata ILham demam.


"Tuan, Tuan membutuhkan sesuatu. Apa tuan Muda ingin saya hubungi nyonya Aara untuk datang kemari " Tanya Pak Din khawatir melihat tuannya.


Menghubungi Mommy. Batin ILham yang tiba tiba terlintas sebuah rencana di dalam otaknya.


" Pak Din. Pak Din hubungi Sekretaris Jack, Dan suruh dia bawa kemari Istri ku. Beritahukan padanya aku tidak mau dia gagal, Dan juga bawa mobil hati hati, Jika sampai istri ku tergores sedikit saja, Siap dia" Perintah ILham pada Pak Din.


Pak Din patuh dan Langsung melakukan yang di perintahkan oleh tuannya.


" Untung aku sakit, Kan ada alasan untuk membawanya datang kemari" Ujar ILham Tersenyum senyum sendiri. Dia bahkan lupa jika dia sedang sakit akibat terlalu senang.


,,,


Sekretaris Jack berdiri di depan warung Mbok Kasih Sambil menarik nafas dalam. Tuan muda Es kaku itu ada ada saja, Dia menyuruh ku untuk membawa nona Zira datang ke Mension nya, Apa kah tuan muda berfikir akan semudah itu, Itu sangat sulit untuk di lakukan.. hhhhhh Andai kan saja bukan karena gaji yang berlipat ganda, Aku ingin mengundurkan diri jadi sekretaris nya. Benar benar tuan menyebalkan. Batin Sekretaris Jack mengoceh Dalam hati.


Sekretaris Jack melangkah mendekati Warung mbok Kasih yang sudah mau tutup.


"Assalamualaikum" Salam sekretaris Jack.


" Waalaikumussalam " Jawab Nining yang sedang beres beres untuk menutup Warung.


" Apa Nona, Z... Maksudnya Nona KIA ada" Tanya sekretaris Jack.


" Ada Kak, Sebentar " Nining melangkah ke belakang unruk memanggil Zira.


Beberapa minit berlalu Zira keluar menghambur Jack" Ada apa ya cari saya ?" Tanya Zira heran melihat pria di hadapannya.


Sekretaris Jack tersenyum pada Zira." Maaf Nona, Apa nona bisa ke Mension Tuan saya sebentar " Kata Sekretaris Jack.


Zira menyerjit " Emang siapa tuan mu?" tanya Zira.


"Tuan Muda ILham nona"


Zira lagi lagi menyerjit. " Siapa ya.. Aku nggak pernah dengar nama orang itu. " Tanya Zira semangkin Bingung.


" Itu yang temani nona ke pasar pagi tadi" Jawab Jack menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Owh.. Om om itu, namanya ILham... Kenapa dia memanggil ku ke Mension nya" Tanya Zira.


Om Om ?. Batin sekretaris Jack menahan tawanya mendengar Zira memanggil Suaminya 'Om Om'