
'' Nanti aja tanyanya Kak, Sini remot nya" Zira ingin mengambil remot televisi yang suaminya sembunyikan di punggungnya.
ILham semangkin menjauh kan Remot Dari istrinya yang Membuat Zira bertambah Kesal pada Suaminya.
" Baik lah.. Apa yang kak ingin tanya kan" Tanya Zira memperbaiki posisi baring nya di atas lengan suaminya.
"Aku ingin bertanya tentang penculikan Yang menimpa Mu. Apa kau mengingat apa saja yang berlalu Waktu Kau di culik " Tanya ILham Pada Zira Dengan Wajah Yang serius.
Zira Terdiam mengingat ingat apa yang sudah terjadi padanya beberapa bulan yang lalu.
" Aku tidak dapat melihat wajah Orang yang menculikku, Karena dia menggunakan Topeng.., Tapi yang Aku ingat, Orang itu menangkap dan menyekap ku di sebuah tempat yang asing bagi ku. Dia juga memberi ku suntikan Yang membuat semua tubuh ku terasa lumpu dan mati. Setelah itu aku tidak bisa membuka kedua bola mataku karena tubuhku terasa mati"
" Setelah beberapa Minit Pria itu memberi ku suntikan, Dia datang lagi pada ku dan mengangkat tubuh ku Membawa tubuh ku keluar dari tempat penyekapan Itu.. Setelah itu aku mendengar suara sesuatu seperti terbakar, Tapi aku tidak tau apa yang terbakar Itu. Pria itu kembali Mengangkat tubuh ku dan membawa ku ke pinggir sungai kemudian mendorong tubuh ku ke dalam sungai yang sangat dalam. Tapi sebelum dia mendorong ku, Dia berkata."
" Maaf, Semoga kau bisa selamat"
" Aku mendengar dengan jelas dia mengatakan itu Kak ILham. Firasat ku berkata jika orang itu tidak jahat, Dan sepertinya Ada yang memaksanya untuk melakukan Kejahatan Yang Dia Lakukan Pada Ku" Jelas Zira panjang Lebar.
" Bagaimana Kau Bisa yakin jika Orang itu tidak Jahat Zira, Dia jelas jelas mendorong mu ke dalam Air dan menenggelam kan mu.. " Kata ILham Yang emosi mendengar cerita istrinya.
" Benar kak, Ku rasa dia membuang ku ke dalam Air itu sepertinya dia tidak punya pilihan lain, Ku rasa dia melakukan Itu hanya Untuk menyelamatkan Ku.. " Ucap Zira sangat Yakin Jika Pria yang menculik nya bukan lah Pria jahat, Melainkan ada sesuatu yang mendesak pria itu sehingga berani melakukan kejahatan dengan mecelakainya.
" Terserah lah seperti apa pun orang itu, Bagi ku dia tetap di hukum jika sampai aku menemuinya" Kata ILham Benar benar tidak terima dengan semua yang orang jahat itu lakukan Pada Istrinya.
" Tapi bagaimana jika dia benar melakukan itu semua karena terpaksa kak, Apa kakak tetap ingin memenjara kan orang itu" Tanya Zira.
" Tentu Zira.. Aku tidak bisa membayang kan jika terjadi Apa apa Dengan Mu waktu itu.. " Ujar ILham merapi kan Anak rambut Istrinya.
" Apa kak ILham sudah mencintai ku? Hayo... " Canda Zira menunjuk wajah suaminya dengan tersenyum jahil.
" GR.. Emang ada gitu laki laki yang mau sama wanita modelan nya seperti kau ini" Ledek ILham Pada Istrinya.
" Beneran ni gak Mau sama Aku.. Aku cantik Loh" Jawab Zira mengedip ngedip kan bola matanya.
" Uwek, Cantik Dari Hongkong" Jawab ILham bercanda pada istrinya.
" Ralat Sayang.. Bukan Dari hongkong, Tapi dari mesir.. Aku kan Orang Arab" Bisik Zira mengerjai suaminya dengan nada mendesah.
Deg ! Deg ! Deg !
Glek !
ILham menelan saliva nya dengan susah payah saat Zira menggodanya.
Zira menyentuh dada suaminya kemudian tertawa terbahak bahak. " hahahahahahaha... Cie..... Yang lagi berdebar debar, Kata nya nggak mau, Eh ternyata Kura kura dalam perahu, pura pura Tidak Mau. Hahahahahahah" Ledek Zira menertawai suaminya sehingga terbahak bahak.
ππππ
Hai Semua para riader. Jika ingin tau info Novel Zila dan Kenan.
BIARKAN CINTA YANG BERBICARA.