MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
jogging


Zira terbangun saat mendengar suara Azan subuh berkumandang.


Zira membuka matanya dan melihat dirinya yang berada di atas ranjang.


Zira mendudukkan dirinya mengedar kan pandangannya mencari keberadaan suaminya. tapi dia sama sekali tidak melihat keberadaan ILham di dalam kamar. Ternyata ILham sudah berangkat ke masjid Setengah jam yang lalu.


Kemana dia. Aishhhh ngapain juga aku mencari mahkluk dingin itu. Batin Zira Mengutuki dirinya karena tanpa sadar mencari keberadaan suaminya.


Zira melangkah masuk ke dalam kamar mandi dan membersih kan tubuhnya. Setelah selesai Zira keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk.


Zira tiba tiba menepuk jidatnya sendiri" Aku kan tidak memiliki pakaian Ganti" Gumam Zira.


Zira melangkah masuk ke ruang ganti dan berniat mencari pakaian suaminya untuk dia pakai.


Zira menemui seluar Jongger dan Baju Long Sleeve. " Ternyata baju baju nya banyak yang bisa aku gunakan" Gumam Zira tersenyum senang karena dia memang suka memakai baju yang kebesaran.


Zira memakai baju suaminya kemudian melaksanakan solat Subuh menggunakan mukena yang dia gunakan semalam sewaktu solat Isyak.


,,,


Pukul setengah tujuh Zira keluar dari kamar suaminya dan turun ke bawah menuju dapur berniat untuk mencari sarapan karena dia belum sarapan. ILham juga belum pernah pulang selama pergi subuh tadi.


Nonya Oma yang berada di meja makan bersama suaminya langsung menatap tajam pada Zira. " Kau baru bangun" Kata Sarah melototi Zira.


Zira hanya menyengir pada nyonya Oma Suaminya." Sepertinya ILham memang harus menikah lagi" Jawab Oma Sarah.


" Iya, Oma Benar, Nikah kan saja kak ILhamnya cari yang kuat Mentalnya untuk menghadapi Cucu dingin Oma itu" Gumam Zira.


" Apaan sih Mah... " Kata Kusuma menegur istrinya yang sering mara marah pada Cucu menantunya.


" Mas Diam Saja... Ini memang bukan cucu menantu idaman aku " Ketus Sarah pada suaminya.


" Kemari kau" Tambah Sarah memanggil Zira yang masih berdiri.


Zira melangkah dan langsung mendudukkan dirinya di kursi yang berhampiran dengan Oma Sarah.


Sarah mengambil Piring yang sudah berisikan sarapan dan juga susu hangat.


" Ni, Di makan.. Biar kau tidak kurus dan orang tua mu tidak mengatakan kami tidak memberi mu makan " Angkuh Sarah menolak piring dan susu ke hadapan Zira.


Kusuma menggeleng melihat tingkah istri" Ya Ellah Mah... Apa susahnya sih kalau sayang kata sayang, kalau suka kata suka, kalau perhatian berkata lembut lembut" Ujar Kusuma menyindir Istrinya yang marah marah tapi ternyata sudah menyiap kan sarapan untuk cucu menantunya dan berniat membawanya naik ke atas tapi karena Zira sudah turun jadi dia membatalkan niatnya kemudian memanggil Zira sarapan.


Sarah melototi Suaminya yang kembali menahan tawanya melihat Sarah. Kusuma sangat mencintai Istrinya itu walau pun mereka sudah menjadi kakek dan Oma tapi perasaan cinta nya pada istri angkuhnya tidak pernah berubah sedikit pun, apa lagi sikap Sarah yang sangat menyayangi keluarganya walau pun cara dia menunjukkan kasih sayangnya itu sedikit berbeda dari Cara orang orang yang lainnya.


Zira pun memakan sarapanya. Selesai sarapan Zira Pamit pada Kekak dan Oma suaminya untuk berjogging. Kebetulan hari ini adakah akhir pekan. dia ingin sedikit bersantai karena selama Zira menikah dia sudah sangat lama tidak pernah melatih tubuhnya.


Zira keluar dari mension dan mulai lari pagi. Zira tanpa sadar ternyata sudah sangat jauh dari mension Kakek Kusuma. Dan sampai di sebuah taman yang banyak anak anak bermain.


Zira menginstirahat kan dirinya di kursi yang berada di taman sambil menarik nafasnya melihat anak anak kecil yang bermain dam di temani ibunya.


Zira tanpa sadar tersenyum melihat anak anak yang lucu lucu di hadapannya.


Tiba-tiba sebuah tangan kokoh menyodorkan Zira Air Aqua di samping nya. Zira melihat Orang yang menyodorkan nya air minum bola matanya bertemu dengan bola mata pria di samping nya.