
ILham kembali menghubungi Oma Dan Juga Pak Din Untuk menanyakan Zira Apa sudah ada di rumah atau Belum. Ternyata Zira masih Belum Pulang juga Ke Mension Nya Mau Pun Mension Kakek Kusuma.
ILham menggeleng Pada Umma Abi istrinya. Karena saat ini dia masih berada Di rumah mertuanya.
" Zira Belum kembali Umma, Abi" Kata ILham tidak bisa menyembunyikan kecemasannya.
Zahra langsung memegang lengan suaminya" Mas Zaka, Kemana Zira Mas" Kata Zahra dengan air mata yang sudah membendung.
" Sssttt.. Tenang dulu sayang.. Siapa tau saja motornya bermasalah di jalan" Kata Ustadz Sulaiman mencoba menenangkan Istrinya. Padahal dia sendiri juga sudah mulai Cemas.
" Abi, ILham pamit dulu mencari Zira di jalan, Siapa tau Motornya benar benar bermasalah" Pamit ILham.
" Iya, Abi juga ingin pergi mencari Zira" Kata Ustadz Sulaiman.
ILham mengangguk dan berlari ke mobil nya. Dia benar benar panik entah mengapa perasaannya berbisik seolah olah Istrinya tidak baik baik saja saat Ini.
ILham sudah mencari istrinya di mana mana jalan yang biasa di lalui oleh istrinya saat pulang ke rumah. Tapi tetap saja dia tidak menemui istrinya yang membuat ILham benar benar cemas.
" Kau di mana Zira.. Jangan Buat aku cemas " Ujar ILham dengan bola mata yang sudah berkaca kaca Masih terus mengemudi mobilnya mencari Istrinya.
,,,
Di sebuah Gubuk yang terbuat dari bambu Dan berhampiran dengan sungai dalam.
Tampak Zira yang baru membuka matanya." Argg Kepala ku sakit sekali" Gumam Zira mencoba menggerakkan tubuhnya tapi ternyata kedua kaki dan tangannya sedang di ikat.
Tiba tiba masuk seorang Pria ke dalam menemui Zira Membawa sebuah suntik yang sudah di taruh sebuah cairan.
" Kau Siapa.. Mau apa kau, Kenapa kau menangkap Ku" Tanya Zira melihat pada pria bertopeng di hadapannya.
Dani tidak menjawab Zira. Dia menghampiri Zira dan langsung menyuntik Zira menggunakan Cairan Yang berada dalam suntikan tersebut.
" Apa yang kau lakukan bajingan !! Apa yang kau suntikkan ke dalam tubuh Ku !! " Teriak Zira Memberontak.
Drrrtttt Drrrttt Drrrttt
Dani menghubungi Mamanya.
" Mana gadis itu. Kau tidak apa apa kan gadis itu kan" Tanya Mama Nya.
" Mama Jangan ngaco, Aku tidak sebejat Itu. Mau ku apakan Gadis ini Ma " Jawab Dani kesal pada Mama nya yang menuduhnya yang tidak tidak.
" Bunuh Dia, Bakar dia di gubuk Itu" Jawab Wanita tersebut.
" Ma, Itu terlalu kejam Ma, Mama Apa apaan Sih ma" Kata Dani tidak berani melakukan yang di perintah kan oleh Mama nya.
" Baik lah, Kalau begitu, Gantikan saja pada wanita yang kau gilai itu, Bagaimana jika yang mama Bunuh Ada lah Dia" Ancam Mamanya Menggunakan Wanita yang Dani cintai.
" Mama Benar benar keterlaluan.. Jangan sekali kali mama Apa apa kan dia Ma" Sentak Dani memarahi Mama nya.
" Cih !! Wanita itu memang membawa pengaruh buruk dalam hidup mu, Selama Kau Mengenalinya, Kau sudah banyak membantah Ucapan mama" Jawab Wanita tersebut.
" Baik Lah, Aku akan ikuti perintah Mama, Tapi jangan sekali kali Mama Mengganggu Nya"
" Terserah" Wanita tersebut langsung mematikan Ponselnya.
Dani berfikir apa kah dia akan membunuh Zira atau bagaimana. Karena Dani juga tidak memiliki Keberanian melakukan Yang Di perintah kan oleh Mama nya.
Tiba Tiba Terdengar Deru mobil Anak buah mamanya dari kejauhan. Dani Buru buru masuk ke dalam gubuk mengangkat tubuh Zira yang sudah tidak sadar kan diri akibat cairan yang dia suntikkan ke dalam tubuh Zira tadi. Dani membawa Zira keluar dari gubuk kemudian menyembunyikan Tubuh Zira. Dan langsung membakar Gubuk sebelum anak buah Mamanya Tiba.
Karena takut ketahuan oleh orang suruhan Mamanya. Dani terpaksa membawa Zira ke Air terjun yang tidak Jauh dari gubuk tersebut.
Dani melihat sebentar Wajah cantik Zira. " Maaf, Semoga kau bisa selamat" Kata Dani membuka ikatan Zira Dan mendorong Zira ke dalam Sungai yang sangat dalam bersama air yang mengalir sangat deras.
Kalau pun kau selamat. Kau akan memulai kehidupan mu dari awal lagi. Karena kau tidak akan ingat siapa dirimu. Tambah Dani dalam hati.