
Zira melangkah ke meja dan langsung sarapan. Tiba tiba ILham duduk di hadapan Zira dan membawa buah buahan di tangannya seperti biasa.
Zira mengangkat kepalanya dan menatap dalam wajah suaminya.
" Ada apa " Tanya ILham Heran Dengan tingkah istrinya. ILham tidak sadar jika istrinya sudah mengingat semuanya.
Dia sudah tidak sekaku dulu lagi. Batin Zira.
Zira tersenyum dan menggeleng" Kak ILham Sudah sarapan" Tanya Zira kembali menyuapi sarapannya.
Deg!
Kak ILham?. Batin ILham menatap Intens Wajah Istrinya. Karena itu adalah nama yang dia juluki suaminya.
" Kau memanggil ku apa tadi " Tanya ILham memastikan pendengarannya tidak salah.
" Kak ILham kan panggilan yang lebih keren dari pada 'Om' " jawab Zira Santai.
Ku kira dia benar benar sudah mengingat ku. Batin ILham bersedih. Tapi tiba tiba dia kembali mendengar suara istrinya.
" Maaf ya kak. Jika kakak di tertawai di kantor karena ulah ku, Aku sepertinya sangat keterlaluan Becandanya." Kata Zira meminta maaf pada suaminya dengan wajah yang merasa bersalah.
ILham berkaca kaca melihat istrinya. " Kau Sudah mengingat ku" Kata ILham tanpa sadar menjatuh kan air matanya.
Zira mengangguk.ILham berdiri dari duduknya menghampiri istrinya dan langsung memeluk Erat tubuh istrinya melepas kan rindu yang bersarang di dalam dadanya.
Zira membalas pelukan suaminya sekuat Tenaga Zira tidak ingin menjatuh kan Air matanya di hadapan Suaminya. Tapi tetap saja Zira tidak bisa menahan Air matanya.
" Aku sangat merindui mu.." Kata ILham masih terus memeluk Istrinya.
" Apaan sih kak nangis nangis segala, Lebay Deh.. "Ujar Zira meninju pelan bahu suaminya dengan air mata di kedua pipi Chubbynya.
ILham melepas pelukannya dan mengusap Air mata istrinya. " Kau sudah sangat jelek karena gemuk" Canda ILham tersenyum lembut.
ILham tertawa melihat istrinya " Aku cuma Becanda... Istriku ini kan selalu cantik " Canda ILham.
Zira menatap tajam Suaminya yang menggoda nya.Kemudian mendekat kan wajah nya di telinga suaminya dan membisiknya" Kak, Wajah Datar kakak yang juga jelek itu kemana kak" Sindir Zira membalas suaminya sambil menahan Tawanya.
ILham bukannya marah dia malah mengembang kan senyumannya dan merangkul bahu istrinya.
" Apa kau pernah memeriksa kandungan mu" Tanya ILham mengusap sayang Perut istrinya.
Zira menggeleng" Aku tidak memiliki uang untuk mengeceknya" Jawab Zira Jujur karena dia memang tidak memiliki Uang untuk mengecek calon bayi mereka.
" Neng Kia sudah sadar Neng " Tanya Mbok Kasih menghampiri Zira dan juga ILham bersama Dengan Anaknya.
Zira mengembangkan senyumannya " Ya Mbok... Makasih Mbok untuk semuanya" Jawab Zira mengusap lengan Mbok kasih yang berdiri di dekatnya.
" Syukur lah Mbak, Jika Mbak Sudah sadar" kata Nining ikut terharu dan menjatuhkan Air matanya.
Zira berdiri dan merangkul Nining Gadis yang sudah dia anggap seperti adik kandungnya sendiri" Kenapa kau bersedih.. " Tanya Zira.
" Mbak pasti ingin kembali ke rumah Mbak Zira." Sedih Nining.
Zira tersenyum manis dan menarik lembut hidung nining " Aku akan membawa mu dan mbok kasih bersama ku, Jadi kau tidak perlu khawatir... Aku juga akan mendaftar mu untuk kembali melanjutkan sekolah mu.., Dan nanti jika kau sudah lulus, Kau juga bisa memilih ingin kuliah di mana saja yang kau mau. Pokok nya bebas" Ujar Zira membuat Nining tersenyum senang.
" Beneran Mbak" Tanya Nining Antusias karena dia memang ingin kembali melanjutkan sekolah nya.
" Beneran Dong.. Masak aku berbohong. Ya Nggak Kak ILham" Tanya Zira menaik Turun kan Alisnya pada suaminya.
"Benar..." Jawab ILham tersenyum pada Nining. Padahal senyuman ILham itu sangat mahal, Tapi kerena Nining dan Mbok Kasih Yang sudah menyelamatkan istrinya. Akhirnya ILham juga sudah menganggap mereka seperti keluarga nya sendiri.
" Terus bagaimana dengan Biaya nya Neng Zira" Nimbrung Mbok kasih.
"Mbok kasih tenang.. Kan ada Si Abang Bos, Serah kan Saja padanya.. Uangnya banyak kok" Kata Zira tertawa dan kembali menaik turun kan Alisnya pada suaminya yang tersenyum senang melihat nya sudah seperti dulu.