
" Kak ILham tidak mampir dulu" Tanya Zira pada suaminya saat mereka sudah tiba di depan Rumah Abi Sulaiman.
" Tidak usah.. Aku ke kantor dulu, Ingat pesan ku" Kata ILham.
"Iya, Nggak bisa naik di lantai atas, Kalau Mau Istirahat di bawah saja " Ucap Zira meniru kata Kata suaminya.
" Pintar.." Jawab ILham tersenyum dan memberikan tangan nya untuk bersalam dengan istrinya. Setelah Zira mencium punggung tangan suaminya. ILham kembali menjalankan mobil nya.
Setelah kepergian ILham. Zira kembali menghubungi Dani untuk mengajak nya bertemu. Setelah itu Zira Memesan Taksi Online dan menuju lokasi yang sudah dia kirim untuk bertemu dengan Dani. Zira tidak Sadar jika Suaminya sedang mengikuti nya. ILham memang sengaja melakukan itu. Karena dia tau Jika istrinya ingin menemui seseorang.
,,,
Beberapa minit berlalu Zira sudah tiba di sebuah taman. Dia memang sengaja mengajak Dani untuk menemui nya di taman .
Zira Melangkah dan duduk di kursi. ILham juga sudah berada di sana tapi tidak di sadari oleh Zira.
" Maaf Kan Aku" Tiba-tiba Terdengar Suara Dani dari punggung Zira yang meminta maaf. Dani melangkah dan mendudukkan dirinya di ujung kursi yang Zira duduk.
" Kenapa kau melakukan itu, Kau tau, Aku bisa saja terbunuh oleh kelakuan mu, Dan kau tau, Karena mu aku Harus terpisah dari keluarga dan Juga suamiku " Jawab Zira.
" Aku tidak punya pilihan lain.. Tapi jika kau mau melaporkan ku, Silakan, Aku tau aku sudah melakukan kejahatan, Tapi ku mohon setelah istri ku melahirkan.. Salfa anak yatim, Dan jika kau memenjarakan ku sekarang, Siapa yang akan Menjaga istri ku, Jadi aku memohon pada mu, Tunggu sampai istri ku melahirkan dan kau bisa melaporkan ku ke polisi." Kata Dani terdengar memohon pada Zira.
" Apa kau sangat mencintai Mbak Salfa ?" Tanya Zira.
"Dulu tujuan ku mendekati Salfa hanya untuk menghancurkan hubungan nya dengan suami mu, Tapi setelah aku berhasil mendekati nya, Aku terlupa dengan misi ku, Dan aku Benar benar mencintai nya. Dan jika kau bertanya apa aku benar-benar mencintai nya. Iya, Aku sangat mencintai nya, Kehadiran nya perlahan mengubah Sikap buruk ku yang seorang Cassanova. " Jawab Dani.
"Jadi apa yang kau lakukan itu semua karena permintaan mama mu?" Tanya Zira lagi.
Dani terdiam. Walau pun dia tidak menyukai mamanya, Tapi dia tidak tega jika mamanya harus di penjarakan lagi, Mengingat mamanya Baru saja bebas lima tahun lalu.
" Kenapa kau diam. Apa semua itu atas perintah ibumu " Tanya Zira lagi.
" Iya" Jawab Dani Pasrah. Karena dia juga takut jika Mamanya kembali melakukan kerja gila yang pernah dia lakukan yang akan merugikan Orang lain.
Zira menarik nafas dan Berdiri dari duduk nya " Semoga Kau bahagia dengan Mbak Salfa, Hidup lah lebih baik lagi, Dan Jangan sekali kali kau melakukan kejahatan lagi, Jika kau melakukan nya, Maka Aku sendiri yang akan melaporkan mu" Kata Zira menggantung ucapannya.
" Terima kasih telah menyelamatkan ku, Ya Walau pun cara mu juga hampir membunuh ku, Tapi aku bersyukur kerena kau masih berfikiran sehat. Jaga lah Mbak Salfa jika kau memang mencintai nya." Kata Zira Melangkah pergi meninggalkan Dani. Dia memilih memaaf kan dari pada memenjarakan Dani karena kasihan pada Salfa. Lagi pula bagi Zira, Dani juga telah menyelamatkan nya. Iya Walaupun dengan cara yang membahayakan.
Baru saja Zira melangkah menjauhi Dani. Di hadapan nya sudah ada suaminya yang berdiri menatap nya.