
Samar samar Zira merasa seseorang mengangkat tubuhnya. Tapi dia sama sekali tidak bisa membuka kedua bola matanya. Dia merasa seperti seluruh tubuhnya terasa mati dan tidak berfungsi. Zira merasa tubuhnya lumpuh semua. Tapi dia masih bisa merasa pergerakan orang yang mengangkat tubuhnya. Dia juga dapat mendengar semua yang berada di sekelilingnya.
Zira merasa tubuhnya di letak kan ke tanah. Setelah itu, Dia juga mendengar seperti sesuatu yang terbakar. Zira kembali merasa tubuhnya kembali melayang karena seseorang mengangkat nya.
Entah orang itu membawanya kemana Setelah itu Zira merasa tali yang mengikat tangan dan Kakinya di lepas.
" Maaf, Semoga kau bisa selamat" Kata seseorang tersebut. Zira dapat mendengar suaranya tapi tidak bisa membuka matanya mau pun menggerakkan tubuhnya.
Perlahan Seseorang itu mendorong tubuh Zira ke dalam Air yang sangat dalam Dan dingin. Zira merasakan tubuhnya sangat kedinginan dan tidak bisa bernafas. Tubuhnya Di bawa Arus Sungai yang sangat deras dan merasa tubuhnya terjatuh di air terjun yang membuat kepalanya terhempas di sebuah batu dan akhirnya dia tidak sadar kan diri.
" Arkhhhhhh "Zira berteriak dan terbangun dari mimpinya Dengan nafas yang tidak beraturan. Untung teriakannya tidak membangun kan Mbok Kasih dan juga Nining.
Setelah Perasaannya tenang. Zira mengedar kan pandangannya di kamar yang terletak di belakang warung tersebut.
" Aku di mana " Ujar Zira memegang kepalanya yang terasa pusing.
Zira tidak sengaja menyentuh perut nya yang sudah membesar di usia empat bulan.
" Aku hamil.. Kak ILham mana.. Kenapa aku bisa berada di sini" Gumam Zira" Bukannya terakhir kali motorku mogok di jalan,Dan seseorang memukul ku dari belakang, Kemudian mengikat ku juga dia memberi kan tubuhku suntikan yang membuat aku merasa lumpuh" Gumam Zira.
Zira berusaha keras mengingat semua yang terjadi padanya. Perlahan semua mulai berputar di benak Zira seperti sebuah Filem. Dari mulai dia di buang ke dalam Sungai, Di selamat kan oleh Mbok kasih, Hamil, Ke Kota Dan bertemu dengan suaminya, Ke mension suaminya dan suaminya yang sering mengunjunginya di warung Mbok kasih.
" Jadi aku hilang ingatan... " Gumam Zira mengelus elus perutnya.
" Abi, Umma, Kak Zila, Kak Alzam, Aku sangat merindui kalian semua.." Gumam Zira menjatuh kan air matanya.
Zira akhirnya tersadar selama beberapa bulan hilang ingatan. Terima kasih ya Allah, Kau sudah menyadar kan aku semula. Batin Zira kembali membaring kan tubuhnya dan mengusap usap perutnya.
,,,
Keesokan harinya Zira sudah bersiap siap untuk membuka warung. Dia berniat untuk datang ke rumah Abi dan Ummanya setelah selesai membantu Mbok kasih membuka warung.
Zira tiba tiba menghampiri Mbok kasih dan langsung memeluk erat tubuh Mbok kasih. Mbok kasih bingung dengan sikap Zira Padanya.
" Ada apa Neng Kia.. " Tanya Mbok Kasih menepuk nepuk bahu Zira.
" Makasih Mbok... " Ujar Zira menjatuh kan air matanya dia sangat bersyukur karena Allah mengirim orang seperti Mbok kasih yang mau menolong dan menyayanginya tanpa membedakannya dengan Nining anak kandungnya.
Aku akan Membawa Mbok kasih tinggal bersama Ku.. Mbok kasih tidak perlu lagi bersusah payah seperti ini. Batin Zira juga memeluk Nining yang berada di dekat nya.
" Ada apa Sih Mbak" Tanya Nining yang juga Ikut Bingung dengan tingkah Zira.
Zira menggeleng" Aku Nggak apa apa. Mbak mau sarapan saja" Kata Zira mengusap air matanya tersenyum manis yang membuat Mbok kasih dan juga Nining saling pandang bingung melihat tingkah aneh Zira.
" Ya udah Mbak, Sana sarapan, Nining udah siap kan Di meja" Kata Nining pada Zira.
Zira tersenyum Lembut " Makasih" Ujar Zira di angguki oleh Nining.
Zira melangkah ke meja dan langsung sarapan. Tiba tiba ILham duduk di hadapan Zira dan membawa buah buahan di tangannya seperti biasa.