MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Deg !


Zira dan Zila Bertemu di mobil Zila. karena Zila memang memakai mobil. Zira membuka baju gamisnya dan juga mengganti jilbabnya memakai pakaian yang seperti penampilan nya yang sesungguhnya.


'' Ra, bagaimana kehidupan mu di Rumah suami mu'' tanya Zila merasa bersalah pada sang adik karena dia merasa karena dirinya nya lah Zira terjebak pernikahan bermadu bersama ILham.


" Aku baik baik saja kok.. udah, tidak usah di fikir kan Sis " jawab Zira Sudah selesai mengganti pakaiannya dan membuka cadarnya. " Hah... aku bisa bernafas lebih nyaman.." kata Zira menarik Nafas.


" Seperti nya kau tidak baik baik saja Ra" Kata Zila dengan raut wajah sedih melihat adik yang seperti tersiksa karena harus berperan dua kepribadian dan menghadapi Suami dingin nya serta madu nya yang pasti Zila fikirkan sangat sulit.


" Apaan sih Sis.. Gak asik deh.. aku baik baik saja... Lagi pula aku Senang kok bermadu.. aku bisa mengerjai wanita Angkuh itu. hahahaha " Ujar Zira Berusaha menyenangkan hati sang kakak, dia tau pasti kakaknya juga sering memikirkan nya.


" Mana ada bermadu itu senang Ra, kau jangan bercanda.. " Jawab Zila.


" Udah deh kak. aku pamit dulu, aku mau langsung ke Cafe soalnya tadi Umma kata ada pesanan yang mau di antar. daaaa Sis... Assalamualaikum " Ujar Zira keluar dari mobil kakak nya naik ke motor dan langsung melaju ke Cafe Umma nya.


,,,


Kantor ABADIJAYA group.


Kenan duduk termenung di sofa ruangan ILham.


" Ada apa Dengan wajah lu bro.. kayak lagi datang bulan aja... " Ejek Alham pada Kenan yang terlihat banyak diam tidak seperti biasanya. Alham memang sudah tiba dari Jerman dua minggu lalu.


Saat ini mereka bertiga Alham, ILham dan Kenan berkumpul di ruangan ILham di kantor.


" Aku baik baik saja.. " jawab Kenan lemah.


" Kayak putus cinta aja lu" Jawab Alham lagi. ILham seperti biasa hanya diam.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan.


Tok Tok Tok


" Masuk'' kata ILham.


"Assalamualaikum Maaf, apa di ruangan ini yang memesan makan siang " tanya Zira yang membuka pintu ruangan ILham.


" Waalaikumussalam Iya, aku yang memesannya " jawab Alham.


"Zira" kata Kenan saat melihat Zira.


" Eh, kak Kenan... "Jawab Zira tersenyum pada Kenan.


"Loh, kok cadar mu di buka lagi" tanya Kenan tersenyum pada Zira.


" I itu.. A aku lupa memakai nya" jawab Zira gugup sambil menyengir dan berusaha menghindari tatapan ILham. Zira sadar jika ILham sedang menatapnya. tentu saja ILham tau jika gadis di hadapannya itu adalah Zira istrinya. Nama nya aja Zira.


" Zira? Bukannya gadis yang di nikahi kak ILham namanya Zira Ya ?" tanya Alham heran.


Kenan menyerjit karena Kenan memang tidak hadir di upacara pernikahan ILham tempoh hari." maksudnya " tanya Kenan penasaran.


" Aku buru buru.. karena aku masih memiliki pesanan lagi. Kak Kenan aku pamit ya" Potong Zira cepat pada ucapan Alham dan buru buru ingin keluar dari ruangan ILham.


"Sebentar gadis bodoh " Terdengar suara bariton dari ILham. Zira langsung membeku di hadapan pintu ruangan ILham. ILham berdiri dari duduknya mendekati Zira.


Gadis bodoh ?. batin Alham dan Kenan kemudian mereka saling pandang.


Tak ! tak ! tak !


Deg ! Deg ! Deg !


Suara langkah sepatu ILham bersamaan dengan detak jantung Zira yang berdebar debar dan sangat tegang.


ILham mendekati Zira dan berdiri tepat di hadapan Zira " Bukannya makan itu belum di bayar" tanya ILham Menatap Zira yang menunduk.


"Ah, i iya... A aku lupa " gugup Zira tidak berani mengangkat pandangannya.


ILham mengambil uang dua ratus ribu rupiah lalu dengan lancangnya memasukkan ke dalam saku seluar Zira.


Zira membola kan kedua bola matanya saat sadar jika ILham dengan iseng nya sedikit meraba paha Zira dari sakunya.


Kenan dan Alham lagi lagi saling pandang dengan heran karena ini pertama kali ILham terlihat mau berinteraksi dengan lawan jenisnya selain Salfa pacarnya dulu dan sekarang sudah menjadi istrinya.