
Di mobil Zira hanya diam. ILham melirik pada Istrinya yang hanya Diam.
" Apa rumah mu masih jauh" Tanya ILham memecah keheningan di dalam mobil yang terasa sudah seperti kuburan.
" Tidak juga" Singkap Zira.
" Siapa nama Mu" Tanya ILham Lagi pura-pura tidak tau
" Kia" Jawab Zira masih singkat.
Kia?. Batin ILham.
" Mana suami mu.." Tanya ILham seperti ingin tertawa mendengar pertanyaan nya sendiri Pada istrinya.
Zira mengangkat bahu acuh" Tidak Tau" Jawab Zira Acuh.
"Terus, Kenapa kau bisa hamil jika kau tidak memiliki suami" Ujar ILham ingin mengetahui tentang istri.
" Aku juga tidak tau, Tiba tiba saja Aku hamil" Jawab Zira membuat ILham menahan tawanya.
" Kau Tidak cari ayah dari calon anak mu itu" Tanya ILham Merasa lucu.
Zira terdiam mendengar ucapan ILham.
" Berhenti, Di sini saja" Kata Zira tidak menjawab suaminya lagi.
ILham menghentikan mobilnya. " Di mana rumah mu" Tanya ILham menyusul pada Zira yang sudah membuka pintu dan keluar dari mobil.
" Tu" Tunjuk Zira pada warung yang sangat Munggil di hadapannya.
ILham Melihat pada warung Mbok Kasih. ILham sedih melihat istrinya yang tinggal di tempat sekecil itu. Apa lagi ILham tau Istrinya itu dari keluarga kaya raya di Mesir. Walaupun Zira hidup sederhana di Indonesia, Tapi tetap saja ILham merasa hatinya sakit melihat keadaan istrinya.
" Ada apa" Tanya Zira menarik tangannya dan memutuskan kontak matanya.
" Kau serius tinggal di sini, Kau tinggal dengan siapa di sini" Tanya ILham khawatir. Dia berfikir mana mungkin dia membiarkan istrinya jauh darinya dalam keadaan hamil seperti itu. Apa lagi penjahat yang ingin mencelakai istrinya belum di temukan.
Sebelum Zira menjawab. Mbok Kasih sudah menghampiri Zira dengan perasaan khawatir.
" Kia.. Dari mana saja Kia... Mbok mencari mu kemana mana.. Bahkan Mbok sampai di pasar mencari mu Kia. Mbok sangat khawatir... Bagaimana dengan keadaan mu " Tanya Mbok Kasih beruntun.
" Iya Mbak, Mbak dari mana sih... Kita khawatir dari tadi mencari Mbak Kia" Nimbrung Nining memeluk tubuh Zira .
Zira tersenyum manis" Mbak Tadi lupa jalan pulang. Jadi nyasar Dong." Bohong Zira tidak ingin membuat Mbok Kasih dan Nining Khawatir.
" Mbok kan sudah bilang tadi kalau Kia jangan pergi sendirian, Besok-besok jangan Bantah Mbok lagi"
Zira mengangguk " Sip Mbok. Aku masuk dulu ya Mbok" Pamit Zira dan langsung melangkah masuk mengabaikan suaminya.
"Kakak bukannya yang berada di depan Minimarket tempoh hari yang dompet nya terjatuh itu " Tanya Nining pada ILham. Dia masih ingat dengan wajah ILham.
ILham melihat wajah Nining dan langsung mengingat nya. Jadi wanita tempoh hari itu beneran Zira..Batin ILham.
" Iya" Jawab ILham singkat tersenyum Sangat tipis di wajah Dinginnya.
" Anda siapa ya, Bagaimana anda bisa berada Bersama Kia" Tanya Mbok Kasih yang dari tadi penasaran melihat pria Tampan yang mbok kasih perkirakan bukan orang sembarangan karena terlihat sangat mewah dari penampilan nya.
" Bisa kita bicara sebentar Mbok" Tanya ILham memanggil 'mbok' pada Mbok kasih seperti yang dia dengar panggilan Zira tadi.
Mbok kasih menyerjit kemudian mengangguk dan mengajak ILham masuk ke dalam warung nya. Zira Sudah berada di belakang Warung sedang membersihkan Tubuh nya.