
ILham mulai menceritakan tentang siapa dirinya, Bagaimana dia bisa berpisah dengan Zira, Serta istrinya yang hilang ingatan akibat ulah orang jahat. ILham juga tidak Lupa menceritakan pada Mbok kasih tentang keadaan istrinya saat ini.
Mbok kasih sangat kaget mendengar cerita ILham" Astaghfirullah... Siapa yang sangat jahat melakukan itu pada neng Kia, Eh, Neng Zira maksudnya " Kata mbok Kasih menggeleng. ILham memang sudah memberitahu kan pada mbok kasih nama sebenar istrinya.
"Itu juga sedang dalam siasatan Mbok.... Dan Bagaimana mbok bisa menemukan istri saya " Tanya ILham.
" Neng Zira Kami temukan di Pinggir sungai dalam keadaan hanyut, Di kaki dan tangan Neng Zira ada bekas ikatan tali, Seperti nya sebelum Neng Zira di hanyutkan, Neng Zira nya sudah di sekap oleh para penjahat itu " Jelas Mbok kasih.
ILham sangat geram mendengar cerita Mbok Kasih yang mengatakan istrinya di ikat dan di hanyutkan di sungai. Untung saja istri ku tidak mati lemas. Aku akan mencari kalian sampai ke lobang cacing sekali Pun. Batin ILham mengepalkan kedua tangannya.
Setelah itu ILham pamit pada Mbok kasih.
ILham Melangkah keluar dan langsung menghubungi sekretaris Jack
" Hello tuan muda"
" Kau siap kan orang untuk mengawasi rumah yang baru saja aku hantarkan lokasinya. Siap kan sekarang juga " Perintah ILham.
" Baik tuan" Patuh Sekretaris Jack.
" Dan cari juga informasi tentang Salfa saat ini, Sekalian informasi tentang kekasih nya juga" perintah ILham ingin memulai mencari pelaku nya dari Salfa.
" Siap tuan" Sekretaris Jack Langsung melaksanakan yang di perintahkan oleh tuannya setelah ILham menutup panggilan nya.
ILham juga menghubungi Mommy Daddy nya dan keluarga Istrinya memberi tahukan jika dia sudah menemukan Zira dan menceritakan keadaan istri nya saat ini seperti apa.
Zahra dan ustadz Sulaiman sangat bahagia bercampur sedih mengetahui putri bungsu nya masih hidup. Ya walau pun dalam keadaan yang tidak di inginkan.
ILham juga meminta pengertian pada mereka semua agar jangan memaksa kan diri dulu untuk menemui Zira karena takut dengan keadaan Zira yang bisa saja terjadi hal yang tidak di inginkan.
Mereka semuanya mengerti dengan keadaan Zira saat ini.
Setelah itu ILham kembali ke mension nya Saat orang suruhannya sudah tiba untuk mengawasi warung Mbok Kasih.
,,,
Keesokan harinya. Zira sedang duduk dan Sarapan di meja yang berada di warung.
Tiba-tiba ILham duduk di depan Zira dengan membawa banyak sekali buah buahan.
" Hai" Sapa ILham pada Zira.
ILham tersenyum tipis " Waalaikumussalam. Ini buat mu, Anggap saja Sebagai tanda permintaan maaf ku sudah menginjak sayur mu kemarin " Ujar ILham.
Zira Tanpa malu mengambil salah satu buah tersebut langsung memakan nya. ILham lagi lagi tersenyum sangat tipis saat Zira sama sekali tidak menolak pemberiannya.
" Mbok mau kemana Mbok" Tanya Zira saat melihat Mbok kasih Sudah siap siap ingin ke pasar karena Kemarin Zira kembali tidak membawa apa apa.
Mbok kasih tersenyum pada Zira dan ILham." Mbok mau ke pasar Neng Kia, Mau beli bahan" Kata kasih.
" Biar aku saja Mbok" Jawab Zira.
" Jangan Neng, Nanti Neng Zira nyasar lagi, Bagaimana "
" Biar aku saja yang temani Kia Mbok " Timpal ILham membuat Zira menatap Horor pada ILham. Zira malas sekali Dekat dekat dengan ILham suaminya yang dia juluki 'Om' Itu.
'" Tapi-----
" Tidak apa apa Mbok. " Potong ILham yang sudah tau apa yang ingin di ucap kan Mbok Kasih.
" Baik Lah "
Zira dan ILham akhirnya berangkat ke pasar.
,,,
Di jalan ILham mengemudi mobilnya ke Mall dan berniat berbelanja di sana saja.
" Loh, Kok kita ke sini " Tanya Zira saat mobil ILham sudah parkir di depan Mall.
" Kita belanja di sini saja"
" Tidak, Di pasar saja"
"Di sini Aja Kia."
"Tidak, Di sini tu mahal banget Om, Ya udah aku turun aja, Biar aku sendiri ke Pasar" Kekeh Zira.
ILham langsung menahan istrinya. " Baik lah, Kita Ke pasar " Pasrah ILham seumur umurnya dia Sama sekali tidak pernah menginjakkan kakinya di tempat yang bernama 'Pasar' itu.