
Setelah melalui perjalanan selama satu Jam Akhir mereka tiba di gubuk Mbok Kasih.
Saat tiba di sana Gubuk Mbok kasih sudah Habis terbakar. Hanya sebagian Rumahnya yang tersisa. Mereka sangat kaget melihat rumah tempat mereka berteduh sudah terbakar sebahagian. Kerena orang orang di desa itu juga terlambat menyadari kebakaran Di rumah Mbok Kasih.
Ternyata semasa pergi dari rumah Di dapur Mbok kasih masih ada sedikit api. Dan tidak sengaja tertiup angin semangkin lama semangkin membesar yang membuat Rumah Mbok kasih terbakar.
" Bagai mana ini.. Di mana Lagi kita akan Tinggal" Kata Mbok Kasih sambil menangis.
Zira memeluk Mbok kasih Dan juga ikut menangis. " Maaf Kan aku Mbok, Ini semua gara gara aku yang terpaksa Mbok hantar ke Klinik. " Kata Zira dengan perasaan yang merasa bersalah.
Mbok Kasih mengusap Air matanya Kemudian Menggeleng." Tidak Kia, Ini sudah Di takdir kan seperti ini.. Jangan bicara seperti Itu" Jawab Mbok Kasih.
Tapi Zira tetap masih merasa bersalah. Penduduk desa itu sangat Iba melihat Mbok kasih.
" Mbok, Ke rumah Aku saja Dulu, Nanti baru di fikir kan bagaimana Sulusinya" Kata Buk Lastri Mengajak Mbok Kasih Untuk Tinggal di rumah nya dulu.
Buk Lastri memang yang paling dekat Dengan Mbok Kasih di Desa Itu.
Dengan perasaan tidak enak Mbok kasih terpaksa tinggal buat sementara Waktu di rumah Buk Lastri. Karena sudah tidak memiliki rumah lagi.
,,,
Malam Hari di rumah Buk Lastri.
" Mbok, Apa Mbok Kasih Tidak mau tinggal di kota, Kebetulan di sana ada teman yang lagi nyari orang untuk menyewah warung nya, Kan Mbok kasih pintar masak bakso, Bagaimana Jika Mbok kasih tinggal di sana saja.. Soalnya Warung itu juga memiliki tempat tinggal di belakang yang masih berhubungan dengan warung tersebut. Ya tapi gitu lah, Lumayan Munggil" Saran Buk Lastri tersenyum pada Mbok kasih.
Mbok kasih terdiam memikir kan ucapan Buk Lastri.
" Itung itung, Siapa tau Kia juga berasal dari kota, Kan bisa ketemu keluarga nya nanti, Dari pada di sini, Kasihan kan dengan Kia Yang lagi hamil, Pasti suaminya sedang mencarinya" Tambah Buk Lastri lagi.
" Besok Juga boleh kalau Mbok Kasih mau. Tapi perjalanan mungkin memakan waktu seharian. Apa bisa Kia naik Bus sejauh Itu, Kia kan lagi hamil, Jadi mungkin bawaannya akan sering mual dan pusing" Kata Buk Lastri kemudian bertanya pada Zira.
Zira tersenyum dan Mengangguk" InsyAllah Boleh Buk" Jawab Zira.
,,,
" Paman, Apa sudah ada sedikit petunjuk tentang keberadaan Zira. Dan tentang kasus Zira paman" Tanya ILham pada Paman Radit kakak Umma Zahra kepala kepolisian. ILham memang sengaja berkunjung ke rumah Paman Radit untuk mempertanyakan tentang istrinya.
Paman Radit menggeleng" Belum ada.. Tapi Paman sangat yakin jika Zira tidak kecelakaan, Melainkan Sengaja Ada yang mencoba mencelakai Zira" Jawab Radit menarik nafas berat. Karena dia juga sangat menyayangi ponakannya.
" Apa tidak ada cara lain lagi Paman untuk menemui keberadaan Zira." Tanya ILham lagi yang terlihat sangat sedih.
" Yang Sabar, Terus lah berdoa semoga Zira baik baik saja. Paman yakin kita akan menemui Zira Tidak Lama Lagi. " Ujar Paman Radit Menepuk nepuk Bahu ILham.
" Ini Semua salah ku.. Seharusnya aku lebih berhati hati lagi saat seseorang yang hampir menabrak ku, Tapi aku terlalu Lalai" kata ILham Menyalahkan Dirinya sendiri tanpa sadar kembali menjatuhkan Air matanya.
" Tenang kan Hati mu, Minta sama Allah Untuk keselamatan Istri Mu. Semua akan Kembali seperti semula. Paman Yakin itu " Ujar Radit lagi menguat Kan ILham Pria yang terkenal dingin itu kini berubah draktis semenjak kehilangan istrinya.
💕💕💕💕💕
🤗🤗🤗Hai Para Reader makasih ya sudah mau kasih tau bunda tentang nama Klinik yang berada di Indoneisa.
Dan juga soal kehamilan Zira Itu Bunda benar benar salah nulis. Mau nulis Itu Lima Minggu, Eh kenapa jadi Tiga minggu. Untung Ada Komentar yang ngingatin kesalahannya.🙏🙏🙏makasih ya☺️☺️☺️☺️
Penduduk Indonesia mah, Walau netizennya terkenal bar bar. Tapi Bunda bangga pada Indonesia, Karena datangnya suara suara merdu dan tahfiz tahfiz qur an itu datangnya dari indonesia. Semangat indodesia💪💪💪☺️