
ILham tersenyum tipis Saat Istrinya menertawakannya.
" Kita ke rumah sakit besok Ya, Untuk memeriksa kandungan mu.. " Ujar ILham. Zira mengangguk kemudian memeluk suaminya dengan posesif.
" Tidur lah.." Kata ILham.
" Hm" Jawab Zira dan langsung terlelap.
Dia tidak berubah sama sekali. Batin ILham karena Zira masih saja seperti dulu, Jika dia berkata Ingin Tidur, Maka Dia langsung Tertidur.
,,,
Keesokan Harinya ILham sudah siap dengan pakaian Kantor nya.
" Lah.. Kak ILham mau kemana Kak" Tanya Zira memeluk Pinggang Suaminya.
" Mau Ke kantor Setelah mengantar mu ke rumah sakit " Jawab ILham Mencium Sekilas Pucuk Kepala Istrinya.
"Aaaa Romantis Banget Sih Suami Kulkas Ku ini" Ujar Zira mencium pipi suaminya Yang sedang merapi kan Rambutnya.
" Udah.. Nggak usah rapi Banget.. Nanti ada Yang tertarik, Kak ILham minta Nikah Lagi" Sewot Zira kembali memberantakan rambut suaminya.
ILham langsung tertawa Mendengar ucapan Istrinya yang sangat Posesif semenjak ingatan nya Kembali.
" Hahahahaha.. Kau lucu sekali " Kata ILham Mencubit pipi Chubby istrinya.
" Arh, Ternyata Cinta memang membangong kan ya. Batu aja bisa meleleh" Ledek Zira Pada Suaminya.
" GR Lagi.. Emang siapa yang kau maksud" Elak ILham Tidak ingin mengakui Perasaan nya pada Istrinya.
" Cie... Yang lagi malu Malu.. Kramas yuk" Ajak Zira menaik Turun Kan Alisnya pada Suaminya.
" Jangan becanda Zira.. Aku mau ke kantor, Tengah hari nanti ada rapat penting" Jawab ILham Manolak Ajakkan Istrinya sambil tersenyum.
" Tapi aku memaksa soal nya" Ujar Zira menarik Tangan Suaminya ke ranjang dan mengajak nya bercinta di pagi hari, Padahal Suaminya Baru saja Sudah Bersiap.
,,,
Villa Aggam.
" Mas... Kenapa ILham tidak datang kemari Mas, Bukannya Ingatan Istrinya sudah kembali ya Mas" Tanya Aara pada suaminya.
" Kan Baru kemarin sayang Ingatan Istrinya sudah kembali, Tadi dia juga ada menghubungi Mas, Katanya Malam nanti dia akan ke sini dan menginap Di sini sayang" Jawab Aggam Tersenyum Lembut Pada Istrinya.
" Loh, Kok ILham hanya menghubungi Mas sih" Kesal Aara karena Putranya hanya menghubungi Daddynya dan tidak menghubunginya. Aara Dan Aggam juga sudah tau jika yang menikah dengan ILham Ada lah Zira, Bukan Zila. Begitu pun dengan Nyonya Oma Dan juga kakek Kusuma, Mereka berdua juga sudah mengetahuinya saat Zira menghilang.
" Tadi putra mu memang menghubungi Nomor mu, Hanya Saja kau lagi di toilet jadi Mas Yang angkat sayang" Jelas Aggam pada Istrinya.
" Jadi Kenapa baru ngomong sekarang Mas" Ujar Aara gemes mencubit lengan suaminya.
" auw, Sakit Sayang.. Maaf, Mas Lupa tadi" Jawab Aggam menyengir.
" Kebiasaan Deh"
"Kan Sudah Tua sayang.. " Ucap Aggam tersenyum manis.
,,,
Mension ILham.
" Zira.. Bangun.. Sarapan Dulu " Kata ILham membangun kan istrinya yang tertidur pulas dalam selimut dengan keadaan polos setelah memaksa suaminya bercinta pagi tadi. Bahkan Sekarang bukan lagi waktu sarapan, melain kan waktunya untuk makan siang karena sudah menunjukkan Pukul Setengah Sebelas.
Zira tidak bergerak sedikit pun. ILham kembali melihat Arloji di tangan nya ternyata rapat nya setengah jam Lagi.
ILham terpaksa menghubungi Sekretaris Jack Untuk mengganti kan nya mengada kan Rapat. Karena dia juga tidak ingin meninggal kan istrinya dalam ke adaan yang belum sarapan.
ILham kembali menghampiri istrinya dan membangun kan nya. " Zira.. Bangun... Kau belum sarapan.. Kasihan dedek bayinya" Lembut ILham membangun kan istrinya sambil mengusap usap lembut wajah istrinya.