
Malam hari Zira sudah bersiap siap Untuk berangkat ke rumah Mertuanya. Karena ILham memberi tau kan pada nya jika Malam ini Mereka akan menginap Di sana.
Zira masih Tidak mau berbicara pada Suaminya. Dia menyalah Kan Suaminya tentang kehamilannya yang kembar tiga sekali gus.
" Kau sudah Siap " Tanya ILham Pada Istrinya dengan lembut. Zira Hanya mengangguk.
" Ya sudah, Mari kita berangkat" ILham Menarik Pelan tangan Istrinya.
Zira juga mengikuti suaminya tanpa menolak nya.
Mereka Langsung berangkat ke Villa Daddy Aggam Dan Mommy Aara.
Beberapa Minit Berlalu ILham dan juga Zira sudah Tiba Di
Villa Mommy Aara dan Langsung Masuk Ke dalam Villa.
" Assalamualaikum " SalamZira dan Juga ILham bersamaan.
" Waalaikumsalam" Jawab Nyonya Oma Dan Juga yang lainnya. Ternyata mereka semua berkumpul Di Villa Aara saat mendengar berita kehamilan Zira yang sedang hamil kembar Tiga Nyonya Oma dan Suaminya Langsung bergegas Ke Villa Aggam dan Aara.
" Akhirnya kalian Tiba Juga.. " Kata Aara menyambut kedatangan menantu dan Putranya.
ILham dan Zira menyelami Mereka satu persatu. " Kemari ZI Duduk di dekat Nyonya Oma" Kata Zahra Memanggil Zira.
Zira Melangkah Mendekati Sarah dan duduk di dekat nya.
Sarah Langsung Mengusap Perut Zira. " Tidak Lama Lagi Ke tiga Cicit Ku akan lahiran" Kata Sarah Tersenyum senang.
" Ya Mom, Sangat Sehat " Jawab Zira Tersenyum Pada Mommy Aara.
" Syukur Lah. ILham, Jaga Istri mu dengan Baik, wanita hamil Itu tidak lah Mudah " Kata Aggam Memberi tau kan putranya.
" Iya Dad" Singkat ILham.
Kusuma Hanya Diam dan tersenyum melihat Cucu nya Sudah kembali Bersatu dengan Istrinya setelah Terpisah selama beberapa Bulan.
" Banyak Kan Makan Buah Buahan, Agar bayinya Sehat, Dan Juga Cerdas. " Kata Kusuma Pada Cucu Menantunya.
Zira mengembang kan senyuman nya Pada Kakek Kusuma Kemudian menggeleng " Ya Kek" Jawab Zira.
" Dad, Sebenar nya ada yang ingin ILham tanya kan pada Daddy " Kata ILham Tiba tiba Pada Daddy nya dengan wajah Yang serius.
Daddy Aggam menyerjit" Ingin Tanya Apa Ham. Kata Kan Saja" Jawab Daddy Aggam.
" Baik Lah Dad, Ham Langsung ke intinya saja. Apa Daddy Punya musuh Sebelum nya Dad, Maksud Ham, Mungkin Sewaktu Daddy Masih Muda " Tanya ILham Menyampai kan Keinginan nya yang sudah beberapa Hari ini dia ingin mempertanya kan pada Daddy nya.
" Kenapa kau bertanya Seperti Itu pada Daddy mu Ham" Nimbrung Kakek Kusuma. Sedangkan Sarah, Aara, Dan Zira Hanya diam dan Menyimak Pembicaraan Mereka Bertiga yang Mulai Terdengar Serius.
ILham pun mulai mencerita kan Tentang yang terjadi pada Istrinya beberapa bulan lalu. ILham Juga Memberi tau kan Pada Daddynya tentang Orang yang menculik Istrinya. Terakhir memberi tau kan tentang Salfa Dan Suami Salfa Yang Anak dari seorang Napi dan Lahir Di penjara. Bukan Tanpa alasan ILham Memceritakan Semua Itu, Firasat ILham Mengata Kan Jika Semuanya sepertinya saling berkaitan.
" Maka Itu ILham Bertanya Pada Daddy, Siapa tau Saja Daddy memilik Musuh Sebelum nya" Tanya ILham.
Kusuma dan Aggam Saling pandang. Begitu Pun Aara juga Sarah. Fikiran Mereka berempat Langsung Tertuju pada Rossa, Karena Hanya Rossa yang Pernah Hadir dalam kehidupan Aggam. Di mana Rossa Berakhir Di penjarakan dan Aggam Memberat kan Kasus Rossa Yang membuat Rossa harus Mendekam di penjara.