
ILham semangkin curiga dengan wajahnya melihat respon orang-orang di meja makan.
ILham menduduk kan dirinya sambil mengangkat satu alisnya melihat Alham terbahak bahak.
" Apa yang Lucu Alham" Tanya ILham menatap tajam pada Alham yang menertawai nya.
" Ehem, Tidak ada kak" Jawab Alham berdehem dan menghentikan tawanya saat Kakaknya menatap tajam ke Arahnya.
Kusuma dan juga Sarah kembali melanjut kan sarapannya.
Alham melihat ke arah Zira dengan masih menahan tawanya yang dia sembunyikan dari ILham karena takut pada Kakak nya jika dia di marahi.
Zira yang sadar Alham melihat ke Arahnya langsung mengedip kan satu matanya pada Alham Seolah mengatakan 'Diam aja'
ALham mengangguk pelan melanjut kan semula sarapannya.
Selesai sarapan Zira mengantar Suaminya keluar mension. Di Luar sudah ada sekretaris Jack yang menunggu Tuannnya.
" Kak, Aku pamit ke Cafe Umma Ya, Udah Satu minggu aku tidak membantu Umma Di Cafe." Ijin Zira Tersenyum manis Pada Suaminya, Berharap agar suaminya mengijin kannya untuk keluar.
ILham terdiam sebentar dan menatap datar istrinya. " Tidak" Jawab ILham ingin melangkah ke mobilnya Tapi dengan cepat Zira memeluk pinggang suaminya dengan Erat.
" Ayo lah kak ILham.. Aku pengen banget ke Cafe Umma..." Kata Zira memohon dan mengerat kan pelukannya di pinggang suaminya.
" Zira, Apa yang kau lakukan Zira, Kau membuat aku sesak, Kenapa kau begitu kuat" Ujar ILham Mencoba melepas pelukan Istrinya.
Beberapa pelayan dan tukang kebun yang melihat kemesraan mereka langsung tersenyum apa lagi Zira yang terus merengek dengan Wajah ILham yang sangat lucu.
" Ayolah Kak ILham.. Sebentar saja... Please.." Rengek Zira mengedip ngedip kan matanya kemudian menaruh dagunya di dada bidang suaminya.
" Ti---
Cup !
" Zi---
Cup !
" Makasih.. " Jawab Zira mencium pipi suaminya dan juga punggung tangannya lalu berlari masuk ke dalam bersiap untuk pergi Cafe Ummanya.
ILham tersenyum tipis melihat punggung Istrinya" Dasar gadis Bodoh.." Gumam ILham senyum senyum sendiri kemudian melangkah ke mobilnya yang sudah di buka oleh sekretaris Jack sambil menahan tawanya melihat wajah Tuan muda nya.
ILham masuk ke dalam Mobil dan mereka berdua langsung berangkat ke Kantor. Karena lucu dengan tingkah Istrinya ILham lupa dengan niatnya tadi yang ingin melihat cermin jika tiba Di mobil nya.
,,,
Beberapa Minit berlalu akhirnya ILham sudah tiba di kantor. ILham Langsung melangkah masuk ke dalam kantor nya.
" Selamat pagi tuan.... Muda...." Ucap Karyawan yang berpapasan dengan ILham sambil menahan tawanya.
Begitu pun dengan karyawan lainnya yang berpapasan dengan tuan mudanya pasti langsung menahan tawanya melihat Wajah CEO mereka.
Jack sebenarnya ingin memberitahukan pada tuan mudanya tentang wajah tuannya. Tapi dia tidak memiliki stock keberanian, Terpaksa dia memilih untuk diam saja.
Tiba Di ruangan Nya ILham langsung mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya.
" Jack, Kau bawa kemari semua berkas berkas yang mau di tandatangani. " Kata ILham mulai menyibukkan tanganya di meja kerjanya.
" Baik tuan" Patuh Jack dan langsung melangkah keluar dari ruangan ILham menuju ruangannya yang tidak jauh dari rungan Tuan mudanya.
Beberapa minit berlalu akhirnya ILham kembali mengingat wajahnya.
Dia berdiri dan melangkah ke sebuah Cermin yang tidak jauh dari meja kerjanya.
Saat melihat cermin,ILham membolakan kedua bola matanya melihat lehernya yang di penuhi dengan tanda pemilikan Zira.
" Ziraaaaaaaaaaa !!!!!!!!!!!!! " Teriak ILham marah melihat wajahnya di cermin yang sudah di jahili oleh istrinya.