
ILham membuka kedua bola matanya dan buru buru memeriksa Ponselnya. Ternyata Sebentar Lagi Azan maghrib.
" Astaghfirullah.. " Gumam ILham mendudukkan dirinya dari kasur istrinya. Ternyata Zira sudah tidak berada di sebelahnya.
ILham merinsut turun dari kasur dan buru buru membersih kan tubuhnya Bersiap siap untuk sholat maghrib. Selesai membersih kan tubuhnya. Ternyata Zira sudah menyiap kan Baju untuknya di ruang ganti.
ILham tersenyum Tipis saat Melihat Istrinya sudah menyiap kan pakaiannya.
Selesai bersiap ILham melangkah turun ke lantai bawah. Dia berniat untuk Sholat di masjid.
Tidak sengaja dia melihat istrinya yang berada di meja makan sedang memakan cemilan. ILham menghampiri Istrinya.
" Kenapa tidak membangun kan aku.. Dan kenapa kau tidak memakai Jilbab. " Tanya ILham Terdengar tidak sekaku dulu lagi Sambil meraih ikat rambut istrinya dan merepikan rambut Zira.
" Terima kasih.. " Kata Zira tersenyum Manis pada Suaminya."Kak ILham Tidurnya enak Banget, Jadi aku tidak membangun kan kak ILham " Kata Zira masih sibuk dengan berbagai cemilan di hadapannya.
" Kau terlihat sangat suka ngemil.. " Tanya ILham mendudukkan diri nya di sebelah kursi istrinya.
" Aku ini raja nya ngemil Abang tamvan.. Hanya saja aku dapatnya suami yang tidak peka, Dan lebih parahnya, Dia bahkan tidak tau apa saja Hobi ku.. Ck Ck Ck... Miris Miris " Jawab Zira terang terangan di depan Suaminya.
ILham jadi bungkam. Dia bingung ingin menjawab Apa, Karena selama ini dia memang tidak pernah peduli pada Istrinya.
" Ma-----
Belum selesai ILham menyelesai kan ucapan Maafnya. Terdengar suara Azan berkumandang.
" Astagfirullah.." Ucap ILham menepuk Jidatnya karena dia sudah terlambat akibat mampir dengan istrinya.
" Makanya... Siapa suruh nggak langsung ke masjid aja, Pake mampir di sini lagi ngegosip" Kata Zira menertai Suaminya yang buru buru melangkah keluar dari dapur.
" Aku ke masjid dulu sebentar... Jangan Telat solatnya" Kata ILham sambil berjalan keluar.
Saat Tiba Di depan Pintu Zira kembali bli memanggilnya.
" Zira.. Kenapa kau berlari Zira.. Kau bisa terjatuh " Tegur ILham.
Zira sudah berdiri di ambang pintu. " Aku lupa cium Suami tamvan Ku" Ucap Zira langsung mencium pipi suaminya.
Cup !
Sssstttttt, Ziraaaa. Batin ILham. meringis. Bagaimana tidak, Dia sudah telat dan istrinya menghentikannya hanya karena ingin menciumnya.
" Aku pergi dulu" ILham ke mobilnya dan langsung melaju ke Masjid yang tidak jauh dari rumah Abi Sulaiman.
Tiba Di Masjid ILham mengambil Wudhu kemudian masuk ke dalam Masjid.
,,,
Malam Harinya.
" Abi Umma, Kami Pamit Untuk pulang ke mension" Kata ILham pada kedua orang tua Zira.
" Loh, Kalian Tidak nginap" Tanya Umma Zahra.
" Nanti aja Umma ratu cantik, Zira Mau jemput Mbok Kasih dulu.." Kata Zira menjawab Ummanya. Zira memang sudah menceritakan tentang Mbok kasih dan juga Nining pada Mereka semua.
" Baik Lah.. Hati hati di jalan" Kata Umma Zahra.
Zira mengedar kan pandangannya mencari keberadaan kakaknya Zila. Tapi lagi lagi Zila Masih mengurung diri di kamarnya
Ada apa dengan Kak Zila.. Kenapa dia sering mengurung diri di kamarnya.. Dan Dia juga terlihat sangat kurus.. Apa terjadi sesuatu pada kak Zila.. Tapi biasanya kak zila Sering menceritakan apa saja tentang dirinya pada ku. Batin Zira yang merasa janggal pada kakanya.
Setelah berpamitan. Zira dan ILham Berangkat Ke Warung Mbok Kasih Untuk menjemput mereka dan membawa mereka ke mension suaminya.
Beberapa minit perjalanan mereka berdua sudah tiba di warung. Ternyata Mbok Kasih dengan Nining Sedang menutup Warung nya.