MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Jangan dalam mimpi


Zira buru buru melonggar kan pelukannya pada suaminya saat ILham menyindirnya.


" Mobil Tadi itu kayak sengaja mau nabrak Kak ILham.. Apa kak ILham punya musuh" Tanya Zira Pada ILham.


ILham menggeleng sambil masih terus melangkah. Sebenarnya ILham juga berfikiran yang sama seperti Zira. Karena tadi mobil itu benar benar tertuju padanya yang berdiri hanya di pinggir jalan dan bila di fikir fikir masih lumayan Jauh dari jalan. Fikir ILham masih terus melangkah tanpa terlihat lelah dengan Istrinya yang berada di punggungnya.


Hampir satu jam ILham berjalan sambil memopong istrinya akhirnya mereka tiba di mension kakek Kusuma.


ILham melangkah masuk ke dalam mension tapi tidak ada Oma dan Kakek nya di mension karena mereka berdua sudah keluar baru saja.


ILham langsung membawa Zira ke kamarnya dan menurun kan Tubuh Zira di kasur nya kemudian kembali memeriksa kaki istrinya.


"Apa masih sangat sakit" Tanya ILham mengurut pelan kaki istrinya.


Zira mengangguk. " Apa kau bisa menahan sebentar? Aku coba untuk mengembalikan Yang keseleo" Tambah ILham lagi dan Zira juga kembali mengangguk.


Kreg !


" Arkg" Ringis Zira.


" Ternyata kau bisa sakit juga" Sindir ILham berdiri dari duduk nya saat kaki Zira sudah baikan.


" Emang aku robot tidak bisa sakit" Gumam Zira kesal mendengar Ucapan Suaminya sambil berdiri dari ranjang dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersih kan tubuhnya yang terasa sangat lengket.


,,,


Beberapa minit berlalu Zira sudah siap mandi dan hanya menggunakan handuk saja untuk menutupi tubuhnya.


Zira melangkah keluar dari kamar mandi dan melihat Ilham Yang duduk di sofa sedang sibuk dengan Tab Di tangannya. Zira juga melihat jika ILham sudah selesai mandi. Tadi ILham memang menggunakan kamar tamu Untuk membersih kan tubuhnya karena dia merasa sudah sangat lengket jika ingin menunggu istrinya lagi pasti lama, Akhirnya dia memutus kan untuk membersih kan tubuhnya di kamar tamu.


Zira melangkah melewati suaminya menuju ruang Ganti" Aku pinjam baju kak ILham" Kata Zira terus berjalan.


ILham mengangkat pandangannya.


ILham menelan salivanya dengan susah payah saat melihat Zira yang sangat Menggoda Imannya.


Beberapa minit berlalu akhirnya Zira sudah siap mengganti pakaiannya dan melangkah keluar sambil mengelap rambutnya.


" Kak, Apa Mbak Salfa tau jika kita ke rumah Oma, Gimana kalau Mbak Salfa Cari Kak ILham karena tidak berada di rumah" Kata Zira mendudukkan dirinya di ranjang.


ILham tidak menjawab Zira. Dia Menutup Tabnya menyimpannya kemudian menghampiri Zira yang duduk di atas Ranjang.


ILham tanpa aba aba langsung menolak tubuh Zira sehingga terbaring di ranjang dan mengukungnya.


" Dari pada kau berfikir sesuatu yang tidak penting, Bagaimana jika kita menghabis kan akhir pekan ini untuk menanam benih yang kau bicara kan dengan Nyonya Oma" Kata ILham mendekat kan wajah nya pada Zira.


" Aku... Mmmppphhhhhhhh " Ucapan Zira terhenti karena ILham sudah menyerangnya.


Tangan ILham mulai bereaksi ingin membuka baju Zira" Jangan Di buka ! Terang begini juga" Kata Zira melepas paksa ciuman suaminya dan kembali menarik turun Baju nya.


" Zira, Mengganggu saja" Decak ILham kembali ingin menaikkan baju istrinya.


Tapi Zira buru buru menahannya" Aku Nggak mau !. Enak aja, Orang terang Gini juga" Ketus Zira pada Suaminya.


" Ya Ampun Ziraaaaaa... Aku ini suami mu.." Kata ILham yang greget pada Istrinya.


" Ngak ! Pokoknya Ngak ! Aku nggak mau ! Malam Aja " Zira marah marah dan menolak pelan suaminya kemudian dengan cepat ingin turun dari ranjang.


ILham buru buru menangkap kaki Zira dan kembali menariknya. " Kau mau lari kemana... Kau harus bertanggung jawab, Karena kau mengadukan ku sama Nyonya Oma semalam aku di omelin hingga dua jam" Kata ILham kembali mengukung istrinya dan menyerang nya.


" Arkhhh jangan Kak ILham" Teriak Zira Saat ILham menarik paksa bajunya.


'Jangan' dalam mimpi. Kau yang sering memancing ku bocah tenggit. Mari di coba apa aku kurang HOT dan kurang Tip Top di ranjang... Mampus kau aku kerjain. Batin ILham menyeringai dalam hati dan tidak memberi ruang lagi pada Zira untuk melarikan diri.


Akhirnya mereka menghabiskan Akhir pekan di siang hari menanam benih Ayam, Eh benih Ayam. Benih ILham maksudnya.