
Dua hari setelah Zira Di hanyut kan oleh Dani.
Zira mulai menggerakkan jari jarinya. Perlahan dia membuka kedua Bola Matanya. Zira merasa bola matanya sangat Silau dan sakit terkena cahaya.
" Ibu, Kakak itu udah sadar Bu" Kata Seorang Gadis yang berusia Lima belas tahun.
Mereka berdua langsung menghampiri Zira yang membuka bola Matanya.
Zira melihat Wanita paruh Baya dan Seorang Gadis Cantik menghampiri nya.
Zira ingin mendudukkan dirinya tapi dia merasa sangat sulit menggerakkan tubuhnya yang terasa tidak bertenaga sama Sekali.
" Tidak Usah bangun Neng.. Baring Saja Dulu " Kata wanita paruh baya yang biasa di sapa Mbok Kasih.
" A Aku di mana Buk... Dan, Aku siapa.. Kenapa aku seperti tidak ingat apa pun" Kata Zira dengan Terbata bata karena merasa sakit pada tenggorokan nya akibat terlalu banyak Terminum air sungai.
Mbok kasih dan Anaknya yang bernama Nining saling pandang. Mereka merasa jika Gadis yang mereka selamat kan dua hari lalu itu Sedang amnesia.
" Coba di ingat ingat lagi Neng.." Tanya Mbok Kasih.
Zira ingin mengingat tapi setiap kali bayang bayang yang terlintas di kepala nya membuat Zira langsung pusing dan merasa kepalanya ingin pecah.
" Arkkhhhhhhhhhh" Zira berteriak kencang memegang kepalanya saat bayang bayang ingatannya melintasi fikiranya.
" Neng.. Cukup neng, Jangan di ingat lagi.. Sepertinya itu membuat neng sak----
Brukkkk
Belum sempat Mbok Kasih menyelesaikan ucapannya Zira Sudah terjatuh dan tidak sadar kan diri.
,,,
Mension ILham.
ILham sedang memandangi foto pernikahan nya bersamaan Zira.
ILham Benar benar terpukul semenjak mendapati motor istrinya yang berada di jurang yang sangat dalam. Jika pun ada manusia tidak akan bisa bertahan hidup melihat posisi Motor Zira.
Tapi ILham tidak berputus asa. Tim Kepolisian anggota paman (Radit) Zira terus mencari Zira Di setiap jurang, Dan ILham juga selama dua hari ikut membantu mencari istri nya. Tapi tetap saja Nihil. Mereka tidak menemu Kan apa pun Yang membuat ILham bertambah Terpukul.
Umma Zahra juga tidak henti hentinya terus menangis. Bahkan dia pingsan saat pertama kali mendapati Motor putrinya berada Di dalam Jurang. Tidak jauh beda dengan Ustadz Sulaiman Alzam dan juga Zila. Keluarga mereka Benar benar berduka. Alzam memang langsung terbang ke Indonesia saat mendapat kabar salah satu adik tercinta nya menghilang.
Kembali pada ILham.
Aara yang melihat Putranya dari balik pintu perlahan menutup pintu kamar putranya dan melangkah ke kamarnya. Aara dan Aggam Memang menginap di rumah putranya saat mendapati menantu nya hilang.
Aara menduduk kan dirinya di Ranjang sambil menangis melihat keadaan putranya yang sangat memperihatinkan.
Aggam menghampiri istrinya dan memeluknya. " Berdoa saja semoga Zira masih hidup Sayang " Kata Aggam menenangkan istrinya sambil memeluknya.
" Itu pasti Mas... Tapi ILham sudah dua hari tidak makan.. Aku khawatir jika dia akan sakit" Jawab Aara memeluk suaminya sambil menangis.
Aggam hanya bisa menarik nafas dalam melihat Aara yang sudah dua hari ini juga terus menangis karena kehilangan menantunya dan tidak tega melihat putranya.
Kehilangan Zira membuat semua orang terpukul tidak terkecuali Oma Sarah dan Kakek Kusuma. Mereka juga merasa sangat kehilangan.
,,,
Zira sedang duduk memandang kosong hamparan Asri di hadapanya. Ternyata Zira berada Di Pergunungan yang sangat jauh dari perkotaan,Di sana ada desa terpencil, Penduduknya lumayan Ramai tapi mereka sangat jarang melihat Kota.
Penduduk di sana juga hanya menggunakan Pelita jika malam hari. Di sana sama sekali tidak ada listrik.
ππππ
Maaf π Ya memang alur novel ini seperti ini kok dari awal author ingin merilis kan Novel ini Author sudah mikir tentang alurnya.π
Tapi jangan khawatir. Novel ini sangat santai. InsyaAllah tidak berbelit-belit kok. π. karena author juga tidak suka dengan novel yang terlalu berbelit-belit. Novel ini mau segera di tamat kan Juga kok.π