
Keesokan harinya ILham Benar benar berangkat ke Taiwan menggunakan Jet peribadi nya.
Sedangkan Zira masih berada di rumah Umma Abinya. " Zila, Apa suami mu tau kau berada di sini sayang" Tanya ustadz Sulaiman pada Zira.
Zira tiba tiba duduk berjongkok di bawah sofa tepat di kaki Abinya.
" Maaf kan Zira Abi, Zira sudah membohongi Abi.. Aku Bukan Zila Abi, Aku Zira..." Lirih Zira berterus terang tentang kebohongan nya pada Abi Sulaiman.
Siapa sangka ternyata Abi ustadz Sulaiman malah tersenyum " Abi sudah tau.. Emang Abi budek tidak mendengar nama yang di sebut kan Suami mu semasa ijab kabul." Kata Ustadz Sulaiman mengusap sayang kepala putrinya.
Ternyata hari itu mereka juga sadar dengan nama yang di sebut kan oleh ILham. Waktu itu Zahra ingin menghentikan pernikahan putri bungsu nya tapi di tahan oleh ustadz Sulaiman dan membisik istrinya dengan kalimat......
"Itu kan putri mu sayang... Kau kan seperti itu dulu, Suka bohong, Dan sekarang putri mu mengikuti jejakmu"
Seperti di atas itu lah kira kira bisikan ustadz Sulaiman pada istrinya yang membuat Zahra mendengus kesal pada suaminya yang menyindir nya. Apa lagi ustadz Sulaiman terkikik geli melihat wajah kesal Istri tercintanya.
Setelah itu dia kembali ke atas mengambil putri nya nya di kamar.
Kembali pada ustadz Sulaiman dan Zira.
"Loh, Kok Abi diam diam aja ngak Bilang Bilang" Kata Zira bangun dari jongkoknya dan langsung memeluk pinggang Abinya.
" Abi menunggu anak anak manis Abi ini sendiri yang mengakuinya.. " Kata Ustadz Sulaiman membalas memeluk Zira dan juga Zila yang baru tiba dan langsung memeluk Abinya.
" Makasih Abi, Dan maaf kan Kami Abi" Kata Zira Bersamaan dengan Zila bola mata mereka berdua sudah membendung.
" Jangan sedih putri putri Abi... Kan kakak Zila sebentar lagi akan menyusul... Anak anak Abi Semua sudah mau tinggal kan Abi ya" Canda ustadz Sulaiman tanpa sadar benar benar merasa sedih karena sebentar lagi Zila juga akan menikah dan pasti akan ikut tinggal bersama suaminya yang ternyata juga seorang ustadz.
" Abi kok bilang seperti itu Sih.. Kami akan selalu di sini sama Abi kok.." Jawab Zira dan Zila.
Zira tersenyum dan mengangguk" Iya Abi.. Kemarin sudah Ijin kok. Mungkin juga kak ILham sudah berangkat ke Taiwan, Karena dia ada mengatakan Jika dia mau kesana Abi. Dan mungkin seminggu lagi baru kak ILham pulang Abi " Jelas Zira.
'' Baik lah kalau begitu Abi mau berangkat ke kampus dulu." Kata Ustadz Sulaiman mencium Pucuk kepala Zira dan Zila secara bergantian.
Setelah itu dia pamit untuk ke kampus mengajar.
,,,
Di pesawat ILham duduk termenung. Perasaan nya benar benar tidak tenang, ILham ingin sekali menghubungi isterinya dan bertanya kabar istrinya. Tapi karena gengsi yang berlebihan ILham hanya bisa menarik nafas berat.
Gadis pembuat Rusuh itu benar benar mengganggu pikiran ku. Batin ILham.
Lain halnya di Cafe Umma Zahra.
" Assalamualaikum " Salam Sam pada Zira yang sedang sibuk melayani pelanggan di Cafe Ummanya. Sam memang sengaja mendatangi Cafe Milik Umma Zahra. Untuk menemui Zira.
"Waalaikumussalam. Eh, Sam.. Hai " Zira tersenyum dan melambaikan tangan nya pada Sam.
" Awak Busy Ke ?" Tanya Sam.
" I Tak Busy Sam, I Sebok Je.. hahahaha " Jawab Zira becanda meniru ucapan Sam sambil tertawa terbahak-bahak.
" Hehehe Awak ni Lawak (lucu) lah..." Ujar Sam tertawa.
" Bagaimana ? Keren Ngak ?" Tanya Zira mengacung jempolnya pada Sam.
" Keren banget Malah" Jawab Sam juga ikut terbahak karena meniru ucapan Zira sambil mengacungkan jempolnya.