
Keesokan Harinya Zira Dan Mbok Kasih juga Nining anak semata Wayang Mbok Kasih Benar benar Berangkat Ke Kota.
Buk Lastri juga meminjam kan Uang pada Mbok kasih untuk kebutuhan mereka.
Untung saja yang punya Warung yang Ingin mereka datangi itu temannya Buk Lastri, Jadi Walau Mbok tinggal saja dulu di warung nya dan bayar nanti saja jika mereka ada uang, Tidak masalah.
,,,
Sehari perjalanan mereka menuju kota, Akhir nya mereka tiba di tujuan Walau pun sudah sangat malam.
Di terminal mereka turun dari bus Sambil mencari cari orang yang sudah menunggu mereka di sana. Tapi mereka tidak menemui orang tersebut.
" Mbok, Kok orang nya belum ada.. " Tanya Zira mengedarkan pandangannya.
" Iya Neng, Kita cari minum dulu, Tenggorokan Mbok kering sekali "Kata Mbok Kasih.
" Mbok tunggu di sini dulu, Nanti Kia cari di minimarket seberang jalan itu" Tunjuk Zira Pada Minimarket yang berada di seberang jalan.
" Iya, Hati hati Neng Kia, Nining temani Mbak Kia nya" Jawab Mbok Kasih.
" Iya Bu.. Sebentar ya Bu, Tunggu di sini dulu, Ayo Mbak" Ajak Nining pada Zira. Mereka berdua melangkah ke Minimarket yang berada di seberang jalan.
Nining tidak sengaja melihat pria tinggi dan putih bertubuh sempurna yang sangat tampan menggunakan Baju kokoh sedang menerima panggilan di hadapan minimarket.
Setelah menerima panggilan pria tersebut ingin melangkah pergi tapi dia tidak Sengaja menjatuhkan dompetnya.
" Mas, Itu dompetnya terjatuh Mas" Kata Nining menunjuk dompet ILham yang terjatuh. Ternyata dia adalah ILham.
ILham melihat ke arah dompetnya yang terjatuh dan mengambil nya. Kemudian kembali melihat ke arah Dua wanita di hadapannya yang menggunakan jilbab. ILham fokus pada gadis di sebelah Nining yang membelakangi nya melangkah pelan ingin masuk ke minimarket. Karena dia merasa jika wanita itu terlalu Mirip dengan tubuh istrinya.
ILham ingin menyapa wanita itu tapi Ponselnya kembali berdering.
" Terima kasih" Kata ILham pada Nining dan langsung melangkah ke mobilnya semula.
Zira menghentikan langkah kakinya saat mendengar suara yang berterima kasih di punggungnya dan langsung melihat ke arah pria yang berjalan membelakangi nya.
Deg ! Deg ! Deg !
Jantung Zira berdebar debar. Dia merasa tidak asing dengan Suara Pria yang melangkah ke mobilnya itu.
Mungkin hanya perasaanku saja. Batin ILham.
Setelah Membeli yang mereka ingin beli. Zira dan Nining kembali Ke terminal tempat Mbok Kasih menunggu. Ternyata di sana sudah ada anak teman buk Lastri yang menunggu Mereka.
Mereka pun langsung berangkat ke warung yang akan menjadi rumah sekaligus tempat mereka berjualan nanti.
,,,
Tanpa sadar Dua bulan berlalu dengan cepat.
Kandungan Zira sudah Tiga bulan lebih, Tapi perut Zira terlihat lebih Besar dari usianya, Karena Zira mengandung Kembar Tiga. Tapi Zira belum mengetahui nya.
Saat ini Zira sedang di pasar membeli Sayur sayuran dan Beberapa barang yang di butuhkan untuk keperluan Jualan mereka di warung.
Kasus Zira juga sudah Memiliki sedikit petunjuk karena di temui Cincin pernikahan Zira yang terjatuh di lokasi Dani Memukul Tengkuk Zira tempoh hari karena semasa Dani mengangkat tubuh Zira, Ternyata Cincin Zira tersangkut di bajunya dan terjatuh tanpa Dani sadari.
Kembali ke Zira.
Saat Sudah selesai Membeli, Zira langsung menahan angkot ingin pulang ke warung.
Di tengah jalan Angkot yang di tumpangi Zira Tiba Tiba mati. Ternyata angkotnya mogok.
Semua penumpang turun dari mobil dan mencari angkot lainnya.
Zira melangkah Untuk berteduh di Hadapan restoran mewah. Tiba-tiba ILham Dengan langkah lebar yang keluar Buru buru dari restoran tersebut di ikuti Jack melangkah melewati Zira tanpa Sengaja ILham menginjak sedikit sayur Zira karena buru buru.
Zira membolakan kedua bola matanya melihat pria yang dengan kurang ajar nya menginjak Sayurnya walaupun sebenarnya ILham tidak Sengaja.
Zira yang marah karena menurut nya pria di hadapannya itu kurang ajar sekali, Mengikuti langkah ILham dan langsung menarik lengan ILham dengan kasar.
"Eh, Om, Matanya di pake dong, Jangan mentang mentang situ kaya Suka suka saja Nginjak sayur aku" Marah Zira pada ILham.
Deg !
ILham membeku saat melihat wajah Istrinya. Tanpa sadar ILham menjatuh kan ponselnya yang berada di tangannya.