
ILham dan Zira sudah tiba di depan rumah Abinya.
Zira mengangkat tangannya kemudian mengetuk Pintu rumah Abinya.
Tok Tok Tok
Cklekkkk
Ustadz Sulaiman yang membuka Pintu. Abi Sulaiman langsung berkaca kaca Melihat Putrinya Dan masih membeku di ambang pintu.
" Assalamualaikum Abi " Kata Zira dengan nada Serak nya.
" Waalaikumsalam" Jawab Ustadz Sulaiman dengan bersamaan menyambut Tubuh Putrinya Yang memeluknya.
" Abi... Zira sangat merindui Abi... " Kata Zira Terisak dalam pelukan Abinya.
" Abi juga sangat merindui mu sayang... " Jawab Abi Sulaiman.
" Zira... Putri Umma" Kata Zahra yang baru dari dapur dan langsung memeluk yang berada di dalam pelukan Suaminya.
" Umma... Aku juga sangat merindui Umma.." Mereka bertiga menangis dan saling berpelukan.
" Zira.. " Panggil Alzam yang masih berada di Indonesia selama adiknya hilang.
Zira melepas pelukannya pada Abi dan Ummanya kemudian melihat kakaknya yang berdiri di punggung Abinya.
" Kak Alzam" Kata Zira langsung memeluk erat sang kakak Tercinta. "Zira sangat merindui Kak Alzam, Kenapa Kakak Baru pulang ke indonesia kak.. Aku merindui kakak.. Hiks Hiks Hiks" Ujar Zira sambil terisak.
" Kakak juga sangat merindui mu dek.. Bagaimana keadaan mu.. " Tanya Alzam melepas pelukannya pada sang adik.
" Aku baik baik saja kak.. Kakak kenapa baru datang ke indonesia sih.." Kesal Zira pada kakak nya dan meninju pelan sang kakak.
" Kakak sudah di sini selama kau hilang.. " Jawab Alzam menarik lembut hidung adiknya.
"Masa sih kak? " Tanya Zira.
" Baik Umma."
" Mari masuk nak ILham" Panggil Ustadz Sulaiman pada menantunya.
Mereka pun masuk ke ruang keluarga." Loh, Umma, Kak Zila sudah menikah ya?" Tanya Zira yang tidak melihat keberadaan sang kakak.
" Belum.. Kan nikah nya kakak mu di tunda karena kau menghilang sayang" Ujar Zahra masih terus memegang tangan Putrinya. Dia sangat merindui putrinya.
" Terus kakak Mana Umma" Tanya Zira lagi mencari kakaknya.
" Tadi katanya mau ke Cafe.. Iya kan Abi" Ujar Zahra kemudian bertanya pada suaminya.
" Iya, Mungkin sebentar lagi dia pulang " Jawab Abi Sulaiman.
Sedangkan ILham hanya diam dan menyimak percakapan istrinya bersama kedua orang tuannya.
ILham Melihat ke arah Alzam Dan tersenyum. Alzam juga membalas senyuman Iparnya.
Ini pertama kali ILham bertemu langsung dengan Kakak Zira Alzam. Karena semasa mereka menikah Alzam juga tidak dapat untuk datang.
Walau pun selama Zira menghilang Alzam berada di indonesia, Tapi ILham dan Alzam tidak memiliki waktu untuk saling berkenalan antara satu sama lain. Di karena kan mereka sibuk mencari keberadaan Zira.
Mereka pun berbincang bincang di ruang keluarga sambil tertawa. Saat masuk waktu solat Asar. Mereka semua solat bejamaah di rumah Abi Ustadz Sulaiman. Hanya Zila yang tidak berada di rumah.
,,,
Zira berbaring di ranjangnya sambil mengusap usap ranjangnya. " Aku sangat merindui Kamar Ku.. " Gumam Zira memeluk kasurnya.
" Apa yang sedang kau lakukan.. " Tanya ILham menduduk kan dirinya di kasur Zia dan melihat Istrinya seperti memeluk kekasihnya Padahal yang dia peluk hanya kasur nya.
" Aku merindui kamar ku.. Sudah sangat lama, Ini pertama kali aku berbaring lagi di kasur ku" Jawab Zira menutup bola matanya.
" Bukannya kamar mu yang berada di sebelah" Sindir ILham pada Zira karena pertama mereka menikah Zira membawanya ke kamar Zila Kerena dia sedang berpura pura menjadi kakaknya.