
Zira terbangun tengah malam saat mendengar tangisan dari bayi perempuannya.
Zira memberi susu pada putrinya sambil menguap, dia merasa sangat mengantuk.
Ilham yang mendengar istrinya terbangun juga ikut menduduk kan tubuh nya di ranjang.
" Ada apa Zira " Tanya Ilham pada istrinya.
" Ini Gina nya bangun " Jawab Zira dengan wajah bantal nya.
Ilham menghampiri istrinya " Mari sini, Biar aku saja yang tidurin Gina nya, kau pergi tidur saja " Kata Ilham kasihan melihat istrinya yang sangat mengantuk, apa lagi Zira sedang hamil muda, dia harus banyak istirahat.
" Enggak apa apa ni? " Tanya Zira.
" Tentu saja... Kau terlihat sangat lelah, pergi saja lanjut tidurnya" Jawab Ilham tersenyum pada istri.
" Baik lah. " Jawab Zira memberikan Gina pada suaminya. Setelah itu dia kembali merebah kan diri nya di kasur dan langsung tertidur karena terlalu lelah.
Ilham menggendong anak nya dan menidurkannya dalam gendongannya. Beberapa minit berlalu akhirnya bayi nya sudah tertidur.
Ilham kembali meletak bayi nya di ranjang bayi, dan juga kembali tidur menyusul istrinya. Ilham memang tidak pernah mengabai kan dan membiar kan istrinya mengurus sendiri bayi nya, dia akan membantu mengurus bayinya jika bayinya bangun di tengah malam.
,,,
Keesokan harinya Zira terbangun saat sebentar lagi akan masuk sholat subuh. Dia melangkah ke kamar mandi dan langsung membersih kan tubuhnya berniat sholat subuh, setelah itu dia melangkah ke ruang ganti, tiba di ruang ganti dia berniat memakai pakaiannya.
Tidak sengaja Zira melihat baju suaminya yang berada di dalam keranjang kain kotor, itu ada lah kemeja putih yang di gunakan suaminya semalam untuk datang ke acara ulang tahun rekan bisnis nya.
" Lipstik, di baju kak Ilham ada lipstik " Gumam Zira dan langsung menghidu kemeja tersebut, ternyata baju suaminya ada aroma parfum wanita yang terasa sangat kental seperti berpelukan dengan suaminya.
Ternyata semalam semasa wanita yang terjatuh di dalam pelukan Ilham, tidak sengaja bibir merah nya menempel di baju kemeja yang berada di dalam jas Ilham, dan juga parfum wanita tersebut sangat melekat di baju suaminya.
Zira bertambah geram dengan suaminya " Pantas saja kau tidak ingin mengajak ku untuk keluar bersama mu ke acara itu, ternyata kau kegatalan di luar sana " Ujar Zira benar benar geram.
Setelah itu Zira memakai pakain nya dan bersiap siap untuk sholat, dia juga tidak lupa membangun kan suaminya dengan emosi yang dia tahan, karena berfikir sebentar lagi akan sholat, dan dia tidak ingin memancing emosinya.
,,,
Pagi hari Zira baru saja memandi kan 3 AR nya, Ilham yang memakai kan baju untuk anak anak nya, mereka berdua memang kompak jika dalam hal pengurusan bayi bayi mereka.
Setelah itu Zira menduduk kan anak anak nya di karpet lembut yang berada di lantai kamar nya untuk bermain.
" Kak, ini apa " Tanya Zira memperlihat kan pada suaminya kemeja yang ada noda lipstik.
" Kemeja baby" Jawab Ilham santai belum menyadari lipstik yang menempel di baju nya.
Zira menghampiri suaminya dan menaruh kemeja suaminya di depan suaminya.
" Itu apa kak " Tanya Zira menunjuk lipstik yang berada di baju suaminya.
" Nggak tau.. Bagaimana lipstik itu berada di situ" Tanya Ilham bingung melihat Lipstik yang merah dan terang di baju nya.