MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Mahkluk


" Ssssttttt " Ringis Zira saat terbangun dari tidurnya.


Zira mendudukkan tubuhnya dan mencari keberadaan suaminya yang tidak berada di kamar.


" Mana mahkluk sialan itu... Hampir saja dia membunuh ku... Gila aja tu manusia Es di Ranjang... Mau aja Gue tendang tadi. Dia benar benar sepertinya sengaja membuat aku pengen mati ngelayanin dia Ck." Omel Zira terus mengoceh mengingat betapa ganasnya ILham tadi di ranjang.


Bola mata Zira tidak sengaja menangkap Jam di dinding. " Whatttttttttt !!!!! Jam Setengah empat !!!! Arkhhhhhhh aku belum solat Zohor!!!!!!" Teriak Zira ingin berlari turun dari kasur.


" Arkkhhhhhhh Ini sakit bangetttttt ......... Aku seperti ingin membunuh pria itu.... Aaaaaaa " Geram Zira pada ILham karena Kewanitaannya Terasa sangat sakit akibat Ulah ILham yang menggempurnya berkali kali.


Zira berjalan tertatih tatih ke kamar mandi untuk membersih kan tubuhnya. Tiba di dalam dia melihat sebuah salep yang di taruh di dekat Wastafel dengan sebuah nota kecil.


πŸ“ Usap saja di bawahnya agar sakit nya berkurang.


Seperti itu lah kira kira nota yang ILham letak di kamar mandi.


" Ck enak banget ngomong nya... udah perawanin aku bukannya berterima kasih eh malah pergi begitu saja. Dasar Es balok menyebal kan." Ketus Zira mengoceh sendiri.


Zira buru buru membersih kan tubuhnya kemudian keluar dari kamar mandi dan bersiap siap untuk solat Zohor dan juga Asar sekalian.


,,,


Zira melangkah turun ke lantai bawah.


" Kau sudah bangun... Ku kira kau sudah lupa untuk bangun, Untung saja kau tidur dalam keadaan polos, Jika tidak sudah ku panggil Dokter Untuk memeriksa mu apa masih bernafas atau tidak" Oceh Sarah yang melihat Zira.


Blushhhhh


Wajah Zira memerah mendengar ucapan Nyonya Oma yang menyindirnya.


" Kak ILham mana Nyonya Oma" Tanya Zira Pada Nyonya Oma berusaha menyembunyikan malunya.


" Suami mu kembali ke Taiwan" Jawab Sarah santai.


" Apa !!! Ke taiwan !!! " Teriak Zira yang membuat Oma Sarah langsung nutup kedua kupingnya.


Tak !


" Arkgh " Ringis Zira saat Oma Sarah memukul lengannya.


" Apa kau fikir Nyonya Oma Budek sampai kau teriak teriak. Dasar cucu menantu kadaluarsa" Ketus Sarah pada Zira.


" Di lurus kan Nyonya Oma, Cucu Manantu durhaka, Bukan kadaluarsa" Jawab Zira menyengir tanpa dosa.


Zira Juga menyusul nyonya Oma masuk ke dalam dapur. " Pergi sana makan, Tadi pelayan Udah Nyiapin kau makan siang yang sudah lewat jauh. Nanti-----


" Orang tua mu mengira kami tidak memberi mu makan'' Potong Zira pada Ucapan Nyonya Oma sambil tersenyum memperlihat kan deretan gigi ratanya. Dia sudah tau apa yang ingin di katakan Oleh nyonya Oma.


" Ck" Decak Oma Sarah gregetan sama cucu menantunya sendiri.


Zira melangkah ke meja makan dan membuka tutup makanan yang sudah di sajikan semuanya makanan yang lezat dan sehat.


Zira mengembangkan senyumannya kemudian menghampiri Sarah dan mencium pipi Oma Sarah " Terima kasih dengan hidangannya Nyonya Oma yang angkuh tapi Baiknya pake bangetttttttt " Ujar Zira mencium gemes pipi Oma Sarah.


" Arkhhh Sakit Menantu durhaka" Kesal Sarah karena Zira benar benar mengecup pipinya dengan gemes.


" Umuah sayang deh Nyonya Oma" Zira mendudukkan dirinya dan mengambil beberapa lauk kemudian memakannya.


Zira tau jika yang menyiap kan makanan itu pasti Oma Sarah. Sarah tersenyum Tipis melihat menantunya yang benar benar bar bar.


Dia juga ikut mendudukkan dirinya di dekat Zira yang makan seperti orang kelaparan.


" Pelan pelan Zira, Kau makan seperti ada yang ingin mengambil makanan mu saja" Tegur Sarah takut jika nanti Zira tersedak.


Zira hanya tersenyum dengan mulut yang penuh" Nyonya Oma tidak makan" Tanya Zira masih terus menyuap makanan ke dalam mulutnya. Dia memang sangat lapar karena ILham yang menggempurnya habis habisan apa lagi dia belum makan Siang. Tadi pagi saja dia ada sarapan.


" Nyonya Oma sudah makan. " Jawab Oma Sarah.


" Suami mu titip kau pada Nyonya Oma, Katanya kau tinggal di mension sini saja sampai dia pulang. Kata suami mu juga jangan keluar kemana mana." Tambah Sarah.


" Emang Kak ILham kenapa kembali ke taiwan lagi Nyonya Oma" Tanya Zira dengan mulut yang penuh.


" Ada beberapa masalah di sana, Dan tidak bisa di tunda, Maka itu Suami mu kembali lagi" Jawab Sarah.


" Berapa lama kak ILham di sana NYonya Oma" Tanya Zira


" Mungkin dalam dua minggu katanya tadi atau lebih"


Zira hanya mengangguk dan kembali menambah makanannya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


MaafπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ Ya karena Bunda Skip nanam ayam nya. Eh Salah, Nanam kecobongnya. Soalnya di sini kan ada yang baca di awah umur juga tu. nanti tidak baik buat kesehatanπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜